Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) The Bodyguard


__ADS_3

Happy Reading 😊


Farra Rafael Gerard adalah putri seorang Jenderal besar yang menjadi salah satu anggota mata-mata Amerika, dia menjadi salah satu anggota FBI untuk menyelidiki kasus tentang transaksi barang haram terbesar di Negara itu.


Dalam penyelidikan ini Farra yang sudah di curigai oleh salah satu bandar mengakibatkan dirinya harus mencari seorang pengawal yang bisa sewaktu waktu menjaga dirinya dalam menyelesaikan tugas.


Badan pengawal dari FBI sudah ada yang bertugas untuk menjaga nya tapi sikap para pria yang selalu menatap mesum ke arah wanita itu membuat Farra risih dan memecat mereka.


Papanya Jenderal Rafael juga sudah mengutus pengawal profesional untuknya tapi Farra langsung menolak ketika dia melihat tatapan lapar para pengawal itu.


Jenderal besar yang sudah merasa pusing di buat oleh putri satu-satunya itu akhirnya memilih salah satu tentara angkatan bersenjatanya untuk memenuhi tugas tersebut, meskipun itu bukan tugas yang seharusnya di lakukan oleh para tentara US Army tapi karena sang putri juga bekerja untuk Negara dan demi keselamatan Farra, Jenderal Rafael meminta anggota nya yang paling disiplin untuk memenuhi tugas tersebut.


Farra memang selalu memakai pakaian yang seksi dan ketat, selalu menampilkan lekuk tubuhnya yang memang berisi itu, belahan dada rendah membuat bukit atasnya menyembul keluar, siapa yang tidak tergoda imannya kalau setiap hari di suguhi oleh pemandangan seperti itu.


Hanya Arshel, pria yang sama sekali tidak tergoda olehnya, membuat Farra tertarik dan menyukai keprofesionalan Arshel.


Farra biasanya memberi waktu selama tiga hari untuk menguji layak tidaknya para pengawal itu, tapi untuk Arshel yang sudah seminggu ini mengikutinya membuat Farra menerima pria itu karena Arshel tidak pernah memandang ke arah Farra lama. Biasanya para pengawal yang terdahulu sangat suka curi pandang ke arah mengakibatkan Farra sangat risih dan tau bahwa para pria itu tidak bersikap profesional.


Tapi bagi Arshel bertugas menjadi pengawal sementara Farra ada kebaikan tersendiri untuknya karena dia bisa kapan saja membawa ponsel-nya, Ya karena para Army tidak di perbolehkan untuk membawa ponsel ketika latihan.


Seperti saat ini dia bisa leluasa menghubungi sang Kekasih melalui video call, Evelyn selalu menampilkan senyum cantik nya membuat Arshel selalu menegang dan ingin mencium bibir itu.


"Kenapa tugasmu menjadi pengawal? bukankah itu bukan tugas Negara!" Evelyn berucap.


"Entahlah sayang, aku hanya menurut, mungkin ada sebuah misi untukku agar bisa lulus menjadi Army terbaik, sayang aku kangen," ucap Arshel manja.


Evelyn terkekeh mendengar suara Arshel yang terasa aneh di telinga nya, tidak seperti Arshel yang biasanya, bersikap tegas dan pendiam, tapi entah kenapa sekarang pria itu menjadi semakin manja pada Evelyn, tapi gadis itu menyukainya.


"Aku juga kangen banget, setidaknya selama kamu bertugas menjadi bodyguard putri atasanmu itu, kita bisa setiap hari berkomunikasi sayang," Ya memang Arshel selalu memberi kabar lewat pesan dan kata-kata mesra setiap hari pada Evelyn.


Tapi tentu saja pada saat Farra tidak ada atau tidak sedang menjaga Farra pada saat wanita itu melakukan tugasnya.


Selama ini Farra juga hanya menghubungi nya kala dia sedang bertugas mematai targetnya, seperti kemarin malam di sebuah bar Farra menyuruhnya untuk berjaga, karena Wanita itu menyamar menjadi pembeli salah satu barang haram dan bertransaksi di bar itu.


"Tapi aku juga merasa bosan dengan tugas ini sayang, biasanya selalu berkutat dengan latihan dan senjata tapi sekarang aku hanya di suruh mengawasi seorang wanita dewasa," Arshel mengeluh, memang dia merasa sangat bosan ketika harus bertugas menjaga Farra.

__ADS_1


Evelyn tersenyum simpul, dia sangat berubah memiliki pria jujur seperti Arshel, selalu menceritakan semua kegiatannya, mumpung bawa ponsel bebas pikirnya.


"Kalau di suruh jaga aku gimana?" tanya Evelyn menggoda.


"Kalau di suruh jaga kamu pasti tiap hari nempel terus, bobok bareng, mandi bareng bair kamu aman!"


Terdengar suara Evelyn yang sedang tertawa di video call itu. Farra yang datang ke kamar Arshel mendengar semua percakapan Arshel yang terlihat begitu manja dan mesra di telepon.


Sangat berbeda ketika sedang bersamanya.


Sepertinya Arshel sedang berbicara dengan kekasihnya, ternyata pria datar itu bisa bersikap romantis, huh beruntung sekali gadis itu. Seandainya saja Arshel juga bersikap seperti itu padaku! eh apa yang ku pikirkan, tidak mungkinkan aku menyukai pria yang umurnya 6 tahun lebih muda dariku! Farra kamu harus profesional! Batin Farra.


Sebenarnya malam ini dia ingin mengajak Arshel untuk keluar, bukan untuk menjaganya melainkan untuk mengajak Arshel sedikit bersenang-senang di waktu liburnya itu.


Tapi melihat Arshel yang sedang sibuk dengan panggilan video bersama kekasihnya membuat Farra mengurungkan niatnya.


Akhirnya wanita berusia dua puluh lima tahun itu pergi meninggalkan kamar Arshel.


###


Pagi itu gadis cantik yang akan berulang tahun ke dua puluh itu sedang menyiapkan diri untuk pergi ke kampus.


Evelyn memang mengambil kuliah jurusan Tata Boga, sebenarnya dia tidak suka memasak tapi entah kenapa malah mengambil jurusan itu.


Menurut Evelyn mengambil jurusan itu karena dapat berkarir di industri kuliner sendiri, maupun di industri pariwisata. Lulusannya dapat berkarir sebagai koki atau chef, baker, barista, atau bartender di berbagai hotel, restoran, dan kafe.


Tapi gadis itu ingin membuat Cafe sendiri dan mengelola bisnis Cafenya.


"Sayang, sudah makan belum kenapa buru-buru banget!" seru Candy ketika melihat putrinya itu berlari ke arah pintu keluar.


"Aku ada kelas Mom, nanti aku makan di kampus," seru Evelyn.


Kemudian gadis itu masuk ke dalam mobilnya dan meluncur menuju kampus yang berjarak dua puluh menit dari rumahnya.


Pada saat di perjalanan Evelyn merasa agak pusing dan perutnya serasa bergejolak.

__ADS_1


Gadis itu memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan segera melepaskan seatbelt nya.


Evelyn berjongkok di samping mobil dan mengeluarkan semua isi perutnya yang sedari tadi ingin di muntahkan.


"Hoek, hoek!"


Perut Evelyn benar-benar terasa mual, gadis itu mengambil tissu basar yang ada di dalam tasnya kemudian mengelap bibirnya.


"Jangan sampai yang ku takutkan terjadi Tuhan!" gumamnya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Evelyn segera mengangkat panggilan itu ketika melihat siapa yang menelepon nya.


"Halo sayang, aku sedang ... Hoek ... hoek!"


"Sayang, ada apa dengan mu? apa kamu sakit!"


Arshel terlihat panik dan gelisah di sebrang telepon.


"Perutku mual dan kepalaku sedikit pusing!"


"Evelyn, sayang cepat ke rumah sakit! langsung ke dokter obgyn bila perlu!"


Evelyn mencerna ucapan Arshel.


"Apa? kenapa ke dokter obgyn?"


"Mungkin saja sudah hadir Arshel junior di dalam sana," Evelyn melototkan matanya tidak percaya.


Bersambung.


Hai aka reader othor mau curhat, ini ada dia bab yang hilang like dan komennya, kenapa ya apa ada yang tahu? 🀧🀧😭😭



Padahal kemarin udah ribuan like dan ratusan komen di bab yg othor lingkari itu. Apa di hapus sama pihak noveltoon πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

__ADS_1


__ADS_2