Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Aku Percaya Padamu


__ADS_3

Happy Reading 😊


Malam ini adalah malam yang begitu membahagiakan untuk Aland dan Regina, setelah acara lamaran dadakan yang sukses membuat Regina speechless dan jawaban Regina yang hampir membuat Aland pingsan, kini sekarang mereka memutuskan untuk pergi ke suatu tempat di mana Aland juga sudah menyiapkan tempat lain untuk membuat Regina senang.


Aland melajukan mobilnya ke suatu tempat, sejak tadi Regina bertanya kepada Aland, kemana pria itu akan membawanya. Tetapi tetap saja Aland tidak mau memberitahu.


Rahasia, itulah yang Aland jawab saat Regina benar-benar merasa penasaran. Gadis itu hanya bisa mendengus kala tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari calon suaminya.


Mengingat kata-kata calon suami, gadis itu merasa tidak percaya di usianya yang dua puluh tiga tahun sudah mendapatkan lamaran dari pria yang selama ini di cintainya. Mungkin itu artinya usahanya selama ini tidak sia-sia meski pun akhirnya Regina sempat ingin menyerah dengan perasaannya.


Regina melihat sekeliling dan melintasi ngedung perkotaan yang lumayan padat, meskipun itu malam hari tapi di hari weekend seperti ini masih saja ramai dengan para pengunjung wisata atau hanya sekedar orang-orang yang menikmati weekend bersama keluarga tercinta.


"Jangan bawa aku ke hotel, ya?" Seru Regina.


Aland menoleh dan tersenyum.


"Kenapa harus membawamu ke hotel, lagian bentar lagi kan udah bisa bobo bareng, bisa leluasa peluk-pelukan sambil menikmati pemandangan yang bikin semangat tiap hari." Jawab Aland melirik Regina.


"Pemandangan apa?" Tanya Regina penasaran. Bisa menikmati pemandangan indah setiap hari? apakah arti kata itu? Reniga benar-benar tidak mengerti.


"Tubuh indah kamu, kan bisa ku lihat setiap hari tanpa sehelai benangpun, kamu tau gak sih, aku udah nahan sejak saat melihat indahnya tubuhmu itu, sayang,, setiap malam hanya bisa membayangkan tanpa bisa menyentuh dan merasakan." Regina melotot sempurna dan langsung mencubit lengan Aland.


Ternyata pikiran calon suaminya itu memang benar-benar mesum!


"Dasar otak gesrek!!" Regina manyun sambil memalingkan muka. Kalau di ingatkan dengan kejadian itu, Regina masih merasa sanggat malu.


Aland menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Pria itu tau kalau kekasihnya ini pasti merasa malu, Aland meyentuh dagu Regina kemudian menariknya pelan agar Regina mau menatapnya kembali.

__ADS_1


Regina masih malu dan mengerucutkan bibirnya.


"Dih, bibirnya,, jangan gitu ah,, nanti aku sosor lagi, gimana?" Regina melotot dan mencubit lengan Aland kembali.


Aland mengaduh kesakitan. "Rasain, makanya jangan suka bikin aku kesal." Regina tertawa senang karena berhasil membuat Aland kesakitan dua kali.


"Biasanya kalau nyubit itu di perut, kok kamu di lengan sih sayang, kan rasanya jadi beda." Ucap Aland mengacak rambut Regina gemas. Regina semakin blushing di buatnya.


"Eh, jangan di acak-acak.. Kalau di perut nanti kamu ke enakan," akhirnya gadis itu mengikuti gaya bicara Aland yang asal-asalan.


"Aku kan suka yang enak-enak, sayang." Aland mengedipkan sebelah matanya. Membuat Regina harus mengelus dada berkali-kali, sepertinya dia baru sadar kalau Aland ternyata tipe pria yang gesrek dan mesum level tinggi.


"Sabar dulu sayang, nanti juga bakalan enak-enak kok."


Aku ladenin aja, kata-kata mesumnya. Batin Regina.


"Eh, apa kita sudah sampai?" Tanya Regina melihat sekeliling.


"Sudah sayangku, ayo kita keluar." Aland membuka pintu mobilnya dan keluar, kemudian berlari kecil mengitari mobil untuk membuka pintu mobil untuk Regina.


"Silakan, calon istriku." Aland memegang tangan Regina dan menuntun nya untuk keluar dari dalam mobil kemudian menutupnya kembali.


"Ayo sayang, ikut aku." Aland menarik Regina masuk ke sebuah gedung yang sudah tidak tidak di pakai lagi.


"Kenapa kita ke sini?" Tanya Regina merinding. Gadis itu merasa takut melihat keadaan di dalam gedung yang gelap itu. Aland masih menarik tangan Regina dan menuntun nya menaiki tangga, tangan Regina sudah berkeringat karena Aland bisa merasakan bahwa tangannya sudah basah.


"Apa kamu takut?" Tanya Aland menoleh ke arah Regina. Gadis itu hanya mengangguk.

__ADS_1


Aland menghentikan langkahnya dan menoleh menghadap Regina.


"Apa kamu takut akan aku apa-apa kan?" Regina menggeleng.


"Aku percaya padamu, kamu gak akan melakukan pelecehan terhadap ku, aku juga percaya padamu kalau kamu akan melindungi ku dari serangan binatang atau orang-orang yang iseng, aku percaya padamu karena aku mencintaimu dan kamu mencintaiku." Jawab Regina membuat Aland tersenyum.


"Kalau gitu kenapa tangan kamu berkeringat, sayang?"


"Sebenarnya hanya satu yang aku takutkan," Regina menunduk.


"Apa, hem?" Aland menyentuh dagu Regina dan mengangkat wajahnya.


"Aku takut kegelapan seperti ini." Jawab Regina mendekat.


Aland menepuk jidat hampir tidak percaya dengan jawaban calon istrinya itu.


Bersambung.


Alang mau nunjukin apa ya sama Regina?


Oh ya othor mau promoin novel keren punya temen othor


Berjudul Berbagi Cinta : Antara Kita


Karya Author Warnyi


__ADS_1


__ADS_2