
Happy Reading 😊
Darren menyeka peluhnya dengan punggung tangan. Hawa panas sudah menyelimuti tubuh atletisnya itu karena kegiatan yang dia lakukan saat ini.
Candy menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Darren. Diapun memejamkan matanya saat sang suami memberikan kenyamanan di tubuh nya itu.
"Ayo sayang, cepat sedikit!" seru Candy ketika melihat suaminya itu tiba-tiba menghentikan gerakannya.
"Istirahat dulu ya, aku capek sayang," Candy melotot ketika mendengar jawaban dari Darren.
"Sayang, kakiku masih sakit,, jangan buat aku menangis lagi, kamu tahukan saat ini hatiku begitu sensitif." Candy mengedip-ngedipkan matanya nya dengan jurus puppy eyes.
Membuat Darren selalu luluh ketika sang istri melakukan hal itu.
"Please,,,!" lagi-lagi Candy merengek.
Darren menghela nafas, sudah lebih dari 1 jam dia memijit kaki sang istri tanpa jeda. Sepertinya kali ini Candy benar-benar sudah keterlaluan.
"Aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu. Sejak dari kantor aku belum mandi Sayang." Darren beranjak bangun dari atas ranjang, tetapi tangannya langsung di tahan oleh Candy.
"Ini kemauan calon putramu sayang," Ucap Candy menggunakan jurus ampuhnya Untuk menghentikan suaminya, yaitu keinginan calon bayi mereka.
Darren menghela nafas lemah, kalau sudah menyangkut dengan calon dari putranya itu pasti akan selalu dituruti olehnya.
Akhirnya Darren menyentuh kaki sang istri kembali, memang kaki Candy terlihat sedikit membengkak, mungkin juga karena usia kandungannya sudah memasuki bulan-bulan terakhir. Candy juga semakin tambah berisi, bahkan berat badannya naik dua kali lipat.
__ADS_1
Tetapi Darren tidak pernah mempermasalahkan hal itu, sempat Candy merasa frustasi dengan masalah berat badannya. Bahkan dia hampir melakukan mogok makan karena ingin diet.
Darren sempat marah karena Candy melakukan hal itu, meskipun butuh waktu untuk mengembalikan kepercayaan diri sang istri, tetapi Darren berhasil melakukannya. Candy saat ini lebih banyak makan dan tidak memilih-milih makanan.
Saat ini Candy tidur menyamping memunggungi Darren sambil memainkan ponselnya dengan tersenyum. Darren mengintip kegiatan yang dilakukan Candy.
Oh,, istriku,, sepertinya kamu memang ingin mengerjaiku ya, apa karena aku tidak memberikan mu kebebasan lagi, sekarang? dasar istri kecilku ini memang banyak tingkah. Batin Darren ketika melihat Candy berbalas pesan Evelyn.
Daddy Evelyn itu tersenyum jahil. Darren akan membalas kejahilan sang istri dengan caranya sendiri.
Candy meletakkan ponselnya di atas nakas kemudian dia mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang.
Darren menyingkap dress yang digunakan istrinya, memperlihatkan aset berharga milik Candy. Darren menelan salivanya berkali-kali saat melihat benda favoritnya itu.
Tetapi Darren harus menahan hasratnya untuk saat ini, dia masih ingin bermain-main untuk membuat Candy frustasi dengan cara mengelus dan memijat perlahan naik sampai ke paha mulusnya. Darren menyemtuh lembut menaik turunkan tangannya sambil memberi pijitan lembut.
Bahkan Darren akan marah jika Candy hanya diam saja kalau merasakan keadaan tubuhnya tidak baik. Darren ingin Candy selalu bergantung padanya. "Sepertinya sudah cukup sayang, aku sudah merasa baikan," ucan Candy menyuruh suaminya itu berhenti.
Tapi sepertinya Darren tidak mau melakukan nya karena akan membalas perbuatan Candy. pria itu malah menikmati memijat paha sang istri yang semakin berisi itu sambil memberikan sensasi yang luar biasa.
Candy menahan nafasnya ketika tangan Darren semakin naik ke atas. Bahkan saat ini jemari Darren sudah menyentuh bagian sensitif miliknya.
"Sayang, sudah cukup, nanti kamu capek." Ucap Candy berusaha menghentikan kegiatan sang suami.
Tetapi Darren tidak mau mendengarkan, dia mengelus milik sang istri yang ternyata sudah basah.
__ADS_1
"Aku sangat menyukai milikmu sayang," Candy benar-benar tidak berkutik ketika Darren memajukan wajahnya untuk lebih dekat dengan area itu.
Menghirup aroma khas milik Candy yang sudah menjadi candu nya. Candy menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara merdunya.
"Tapi kamu kan belum mandi sayang, mandi dulu ya," Candy berusaha menghentikan kegiatan Darren yang sudah bermain di area sensitifnya itu.
Darren semakin gencar memberikan Candy sentuhan manja, membuat wanita yang tengah hamil besar itu menggila dan frustasi.
"Darren,, kamu mau ke mana? kenapa tidak di lanjutkan?" lirih Candy yang sudah tidak bisa menahan lagi.
"Sepertinya aku mau mandi dulu sayang, gerah banget ini," Candy menarik tangan Darren.
"Tidak, aku tidak mau kamu berhenti," Darren tersenyum mendengar ucapan sang istri.
"Ayo kita teruskan." Lanjut Candy memandang sayu suaminya.
Darren benar-benar senang, dia sangat bahagia saat Candy memintanya terlebih dahulu. Biasanya memang selalu Darren yang menginginkan dan Candy akan menurut.
"Baiklah kalau kamu sudah memohon seperti itu sayang, aku akan sangat memanjakanmu."
Candy memalingkan wajahnya yang merona karena Darren sudah melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.
Ya sepertinya tetap pemenangnya adalah Darren.
Bersambung.
__ADS_1
Mohon likenya ya akak reader 🥰🙏🏻
Like, Like, Like 👍👍👍