
Happy Reading 😊
Florida.
Darren mengumpat berkali-kali ketika melihat CCTV yang menampilkan seorang wanita sedang mendorong Candy, wajahnya tidak terlihat jelas karena membelakangi kamera, sepertinya wanita itu sedang di kejar oleh seorang pria dewasa, entah wanita itu sengaja atau tidak Darren belum tahu jelas apa motifnya.
Kejadian yang terlihat tidak di sengaja dan terjadi hanya sesaat kemudian wanita itu langsung pergi menghindari pria dewasa yang mengejarnya.
"Sebenarnya siapa wanita itu? kenapa dia seakan sengaja menabrak Candy tapi alibinya sangat kuat, dia di kejar oleh seorang pria, aku harus segera menyelidikinya," Guman Darren.
"Bagaimana Tuan? apakah anda sudah tau siapa yang menabrak istri anda?" tanya petugas itu.
Darren menggeleng.
"Entahlah, aku akan mencari tahu dulu, apakah ini tindakan di sengaja atau tidak, aku tidak akan membiarkan wanita ini begitu saja," jawab Darren.
Memang pada waktu itu Aprilia mengetahui di mana letak CCTV di apartemen itu, diapun dengan cerdas menggunakan cara seakan dia sedang di kejar oleh orang bayarannya agar alibinya kuat.
Darren kemudian berlalu dari tempat itu dan langsung menghubungi seseorang.
Aprilia yang melihat Darren langsung mendatangi pria itu, saat ini rambutnya sudah dia rubah ke bentuk semula yaitu ikal, sebelum kejadian di mana dia menabrak Candy wanita itu telah meluruskan rambutnya, sungguh trik yang sempurna.
"Darren, lama sekali tidak bertemu denganmu," sapa April dengan senyuman di bibirnya.
Darren menatap wanita yang di sapanya itu dengan tatapan datar.
"April, ada apa kamu kemari?" tanya Darren.
"Aku ke sini karena sedang menemui temanku, dia tinggal di salah satu apartemen, oh ya Darren sebenarnya sudah lama aku ingin bertemu denganmu, apakah kamu ada waktu untuk kita mengobrol?" April terlihat serius.
"Aku sedang sibuk, lain kali saja," jawab Darren.
Pria itu merasa tidak suka dengan kehadiran April, entah kenapa semenjak dia tahu bahwa April adalah saudara Lula, pria itu merasa tidak respek lagi.
"Kapan kita bisa bicara Darren?"
__ADS_1
"Nanti aku kabari, sekarang aku harus pergi, istriku sudah menungguku," jawab Darren kemudian berlalu pergi dari hadapan April.
Darren, kenapa kamu selalu mengacuhkan ku? dulu kamu begitu dekat dengan Lula, aku pun sudah berusaha melupakan mu, tapi nyatanya hatiku tidak bisa di bohongi, selama lima tahun lebih aku menghindari mu tetap tidak bisa membuat perasaan ku berubah. Batin April.
Sementara di sisi lain.
Franklin masih terus memandangi dua sejoli yang sedang asyik bermain air di pantai, mereka berdua tampak saling tertawa bersama.
Ya pria yang bersama Fanny adalah Harry, dia masih ingat bahwa Fanny telah mengenalkan Hary sebagai kekasihnya pada waktu
.
Terlihat Harry memeluk pinggang ramping Fanny dan menarik agar menempel pada tubuh pria itu.
"Sialan!!" umpat Franklin ketika melihat dua orang itu sudah saling memeluk, dia tidak rela kalau tubuh indah Fanny di pegang oleh pria lain apalagi saat ini Fanny hanya memakai bik"ni yang memperlihatkan jelas tubuh mulusnya.
Franklin bisa melihat Fanny dan Harry seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. Bercanda dan sesekali Harry mencium pipi wanita yang selama hampir ini menganggu tidurnya itu.
Fanny belum sadar bahwa dia telah di intai oleh seseorang, Franklin mengepalkan tangannya kuat, dia merasa tidak suka dengan pemandangan di demi depannya saat ini.
"Pria itu sudah membuat Fanny melupakan ku, aku harus bisa merebut cinta Fanny lagi," gumam Franklin mengepalkan tangannya.
"Halo bos, ada apa?"
"K**amu dimana? aku akan menginap semalam di sini aku sudah memesankan kamar untukmu,"
Franklin terlihat menarik sudut bibirnya.
"Baiklah bos, jadi malam ini kita tidak langsung pulang kan?"
"Tidak, kita akan menunggu membahas tentang kerjasama perusahaan dengan Nickolas," jawab Danish.
Franklin tersenyum senang, tiba-tiba dia melihat kedua sejoli di hadapannya itu pergi begitu saja.
"Fanny, kamu adalah milikku, aku tidak akan pernah membiarkan orang lain memiliki mu," guman Franklin.
__ADS_1
###
Malam harinya.
Danish dan Franklin menginap di hotel dekat pantai itu, mereka saat ini sedang berada di ruang yang di peruntukan untuk tamu menikmati indahnya malam dan pantai itu.
Danish sedang menatap layar laptopnya sambil berbincang dengan seseorang yang ada di layar laptop itu.
"Aku akan bermalam di Florida semalam sayang, kamu di sana jaga diri ya, hati-hati tidak boleh dekat-dekat dengan pria lain," Danish memberikan wejangan kepada Lula.
Ya saat ini Danish sedang melakukan video call dengan istrinya, entah kenapa tidak mendengarkan suara Lula dan melihat tubuhnya pria itu seperti menahan rindu berabad-abad.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu, kamu harus jaga diri, tidak boleh berdekatan dengan wanita di sana, aku kan cuma di rumah, mana mungkin sempat dekat-dekat dengan pria lain," gerutu Lula.
"Aku sudah sangat merindukanmu sayang," ucap Danish manja.
Franklin yang melihat itu merasa tidak suka. "Dasar bos bucin, sepertinya dia sengaja memanasiku!" gumam pria itu.
"Bos, aku ke kamar dulu ya, sudah lelah sekali," ucap Franklin.
Danish hanya mengibaskan tangannya mengusir asistennya itu.
Franklin masih menggerutu kesal, tiba-tiba matanya melihat sosok Fanny dan Harry sedang makan malam berdua.
Franklin memberanikan diri melangkah mendekati meja Fanny dan Harry, dia sangat ingin bisa berbicara berdua dengan Fanny untuk meminta kejelasan.
"Fanny, ternyata kamu di sini?" tanya Franklin.
Fanny dan Harry mendongak melihat siapa yang datang ke mejanya itu.
"Aku ingin mengajakmu mengobrol sebentar," ucap Franklin memberanikan diri.
Fanny masih diam dan menatap Harry yang mengangguk seakan mengizinkannya.
"Kita ngobrol di sini saja ya?" ucap Fanny.
__ADS_1
Bersambung.
Maaf kalau kurang greget, othor baru sibuk si dunia nayaðŸ¤ðŸ¤