Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Masalah di Alvares Grup


__ADS_3

Happy Reading 😔


Setiap hal yang telah kita kumpulkan kelak semua akan hilang. Kematian menjadi pemisah abadi bagi hal-hal duniawi tanpa ampun sedikitpun.


Sudah menjadi takdir kehidupan bahwa segala yang bernyawa pasti akan mati. jadikan kematian sebagai bahan renungan agar jiwa kita bangkit dalam perubahan.


~


Kesehatan Danish semakin hari kian memburuk, bahkan detak jantungnya saat ini sangat melemah.


Serangan jantung sendiri disebabkan oleh suplai darah ke jantung yang tiba-tiba terganggu.


Tanpa suplai darah tersebut, otot-otot jantung akan mulai rusak kemudian mati. Inilah yang membuat serangan jantung begitu mematikan.


Tentu saja hal membuat Lula dan juga anak-anak sangat khawatir. mereka tidak ingin terjadi hal-hal yang tapi buruk terhadap Daddy-nya.


Sudah 3 hari Danish dirawat, mengakibatkan semuanya juga tidak bisa ke Seattle untuk menghadiri acara prosesi pemakaman Dania.


Dokter mengatakan bahwa suplai darah pada tubuh Danish ada sebuah gangguan. Suplai darah yang terganggu ini biasanya tidak terjadi begitu saja. Jumlah darah ke jantung akan berkurang ketika satu atau lebih arteri koroner tersumbat.


Penyumbatan ini terjadi karena penumpukan berbagai zat (plak), seperti kolesterol. menurut keterangan Dokter kondisi ini kerap disebut dengan penyakit jantung koroner.


Serangan jantung akan terjadi ketika plak tersebut pecah dan menyebabkan gumpalan darah di lokasi pecahnya plak. Gumpalan ini kemudian memblokir suplai darah ke jantung dan memicu serangan jantung.


Lula tidak pernah pergi dari samping sang suami. Dia selalu setia menemani suaminya bahkan terkadang sampai lupa istirahat.

__ADS_1


Meskipun anak-anak juga bergantian untuk menunggu Daddynya dan menyuruh sang Mommy untuk pulang ke rumah sekedar melepas lelah atau membersihkan diri, tetapi Mommy Lula sama sekali tidak mau.


Dia lebih memilih untuk melakukan semuanya di kamar rawat sang suami yang memang fasilitasnya sudah seperti hotel berbintang.


Arshel nyuruh pelayan untuk membawakan pakaian dan perlengkapan untuk Mommy-nya di rumah sakit.


"Mom, makanlah dulu. Dari pagi Mommy belum makan apapun, nanti kalau Mommy sakit bagaimana? siapa yang akan menjaga Daddy?" bujuk Daniella.


Mommy belum lapar Nak. Kamu saja yang makan dulu, nanti kalau Mommy lapar pasti akan makan." Jawab Mommy Lula tersenyum sambil membelai pipi putrinya.


"Ayolah Mom, jangan seperti itu, bagaimana kalau Daniella suapin, hem?" Daniella mengambil semangkuk sup hangat yang khusus dibuatkan oleh Bibi Ellen dari rumah.


"Baiklah nak, kalau kamu maksa Mommy akan makan sedikit, tapi tidak perlu disuapin." Lula tersenyum mengambil mangkuk sup itu dari tangan sang putri dan kemudian menyendokan ke mulutnya sedikit demi sedikit.


Sebenarnya Lula memang sangat malas untuk makan, apa lagi melihat kondisi suaminya yang semakin hari kian semakin melemah.


Terlihat pintu ruangan terbuka, Mia dan Kenzo masuk di susul dengan Zack yang membawa beberapa paper bag di tangannya.


"Aku dan Mia akan kantor untuk membantu asisten Franklin menemui seorang Mom," ucap Kenzo.


Lula mengangguk dan tersenyum, meskipun hatinya terasa sangat sedih karena memikirkan kondisi suaminya yang masih drop itu, tetapi dia selalu menampilkan raut wajah yang tidak pernah lepas dari senyuman. Dia hanya tidak ingin melihat anak-anak yang sedih karena melihat kondisi Daddy dan Mommy nya yang seperti itu.


"Baiklah nak, Tolong Handle perusahaannya ya saat ini Mommy juga tidak bisa mengurusnya."


Kenzo dan Mia kemudian berpamitan untuk langsung pergi ke perusahaan karena akan ada rapat penting membahas mengenai kecurangan di perusahaan Alvares.

__ADS_1


"Ell dan Zack juga harus pergi ke kampus Mom, tidak apa-apa kan Mommy disini sendiri nanti sebentar lagi bibi Ellen akan kembali. Dia sekarang baru ke minimarket sebentar." Ucap Daniella.


"Daddy dan Mommy juga akan menjenguk Daddy Danish, Aku harap dadi Danis segera sembuh dan cepat pulih kembali seperti sedia kala." Ucap Zack.


"Berdoalah untuk kesembuhan Daddy kalian sayang. Mommy seperti kehilangan separuh jiwa melihat kondisi Daddy yang seperti ini," luluh sudah air mata Mommy yang sebenarnya sangat dia tahan untuk tidak keluar.


Tapi jujur Lula juga tidak bisa menahan hatinya dan airmata itu, kesedihan melanda jiwanya melihat kondisi sang suami yang masih di bantu alat pernafasan untuk menyambung hidupnya.


Daniella memeluk sang Mommy dan memberikan semangat dan ketenangan. Jujur dia juga merasa sangat sedih dan terpukul dengan kondisi sang Daddy.


"Kita berdoa untuk kesembuhan Daddy dan Mommy. Tidak usah bersedih Mom, Daddy pasti akan segera sembuh," ucap Zack mengelus bahu istrinya yang sedang berpelukan dengan Mommy Lula.


Di perusahaan Alvares Group.


Kenzo menatap orang di depannya itu yang sedang menggigit bibir bawahnya karena menahan rasa takut.


"Apa maksudmu dengan menyelipkan sejumlah uang perusahaan ke rekening anda tuan Morrison?" tanya Kenzo dengan tatapan tajam.


Pria paruh baya itu menahan kakinya yang bergetar karena takut, dia tidak menyangka bahwa perbuatannya itu di ketahui oleh anak-anak Tuan Danish.


Sepertinya kali ini dia tidak bisa mengelak dengan bukti yang kuat, bukti yang telah di kumpulkan oleh asisten Franklin dan orang suruhannya.


Bersambung.


Jangan lupa dukungannya ya akak reader dengan cara like, komen juga dan Vote apabila masih ada, bunga+kopi juga othor mau.

__ADS_1



__ADS_2