
Happy Reading 😊
Zack seharian ini tidak bisa menghubungi Daniella, ponsel tunangannya itu tidak aktif bahkan hingga malam hari.
Pria itu terlihat uring-uringan ketika tidak mendapatkan kabar dari sang kekasih.
"Sayang, kamu kemana? kenapa ponselmu tidak aktif!" gumam Zack yang saat ini berada di kamarnya.
Dia berusaha menghubungi Kenzo dan Mia tapi sayangnya kedua pasangan suami istri itu tidak tahu juga, karena semenjak menikah Kenzo langsung mengajak Mia tinggal di apartemen.
Tok, tok, tok!
Zack mendengar suara pintu di ketuk, dengan malas dia berjalan membuka pintu dan menatap siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"Ada apa Felicia?" tanya Zack kepada sepupunya yang baru saja datang kemarin malam itu.
"Zack, besok antarkan aku ke kampus lagi ya, aku akan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa pindahan, dan ...!"
"Bukankah kemarin sudah ku antar, besok pergi sendiri saja, sudah tahu di mana letak kampusnya juga, baiklah aku tutup dulu pintunya, aku lelah Fel, mau istirahat," Zack menutup pintu kamar dan menguncinya.
Sejak kehadiran sepupunya itu Zack selalu saja di repotkan, tapi menurut pria itu tidak masalah selagi tidak terus-menerus selalu di gantungkan oleh Felicia.
Zack merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia kembali mengecek ponselnya dan melihat ratusan pesan yang dia kirim pada Daniella belum di buka.
Nomernya masih tidak aktif, Zack menarik rambutnya kasar, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Daniella, yang pasti saat ini Zack sangat khawatir dengan calon istrinya itu.
"Besok aku akan ke rumah uncle Danish, aku harus bicara pada Ell," gumam pria itu.
Ke esokan harinya.
Zack datang ke rumah Danish dan langsung naik ke lantai atas untuk mencari Daniella di kamarnya.
"Zack, ada apa?" tanya Lula ketika melihat calon menantunya itu.
"Aunty, aku ingin bertemu dengan Daniella, dari kemarin Ell tidak bisa di hubungi, aku sangat khawatir Aunty," Lula mendekat ke arah Zack dengan senyuman lebar.
__ADS_1
"Daniella masih di dalam kamar, dia belum bangun coba kamu bangunkan dia," Zack mengangguk sambil berjalan ke kamar Daniella kemudian mengetuk pintunya.
Tok, tok, tok!
"Sayang, cepat buka pintunya," gerutu Zack dalam hati.
"Masuk saja, mungki Daniella masih belum bangun," seru Lula menyuruh Zack langsung maduk ke dalam kamar putrinya.
"Bolehkah Aunty?"
Lula mengangguk. "Asalkan jangan aneh-aneh,"
"Iya Aunty, Zack janji gak akan aneh-aneh," jawab Zack nyengir.
Perlahan pria tampan itu membuka pintu kamar dan melihat sekeliling, Daniella tidak ada, Zack melangkah masuk dan mencari keberadaan sang calon istri.
Zack merasa bahwa Daniella pasti berada di kamar mandi, akhirnya dia memutuskan untuk menunggu Ell di depan pintu.
Ceklek!
"My Love, kemana seharian kemarin? kenapa ponselmu tidak aktif, aku sangat khawatir," suara Zack terdengar bergetar.
"Zack!"
"Sayang, apa kamu sakit? ada apa denganmu?"
Daniella melepaskan pelukannya tangan Zack yang melingkar di pinggangnya. Gadis itu menatap Zack dengan mata yang berkaca-kaca.
Sebenarnya dia juga sangat merindukan calon suaminya itu. Tapi entah kenapa kebohongan Zack membuat Ell merasa sangat malas untuk bertemu.
"Sayang, apa kamu marah? apa yang membuatmu marah?" tanya Zack menangkup wajah Daniella.
"Aku tidak marah," Daniella memalingkan wajahnya.
Zack tahu kalau Gadis di depannya ini sedang menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
"Tatap mataku My Love," ucap Zack memegang dagu Daniella dan mengarahkan kepadanya.
Daniella bisa melihat tatapan khawatir dan penuh cinta di dalam manik mata Zack. Tapi dia merasa sangat malas untuk bertanya pada pria ini.
"Sayang, aku tahu kamu sedang menutup dan menyembunyikan sesuatu. Please katakan apa yang terjadi?" tanya Zack.
Akhirnya Daniella membuka mulutnya. "Siapa gadis yang bersamamu tadi pagi? kenapa kamu kelihatan sayang sekali sama dia?" tanya Daniella.
Zack sedikit terkejut mendengar pertanyaan Daniella, jadi karena ini gadisnya itu mematikan ponselnya dan tidak mau di hubungi.
Zack terlihat menghela nafas.
"Namanya Felicia, dia sepupuku yang baru saja tiba kemarin malam sayang, maaf karena tidak bercerita padamu, kemarin pagi dia juga menyuruh ku untuk mengntarkan ke kampus," jelas Zack.
Daniella mendongak menatap wajah tampan di depannya itu.
"Benarkah dia hanya sepupumu?"
"Iya sayang, mana mungkin aku berani jalan sama gadis lain, nanti aku kenalkan dia padamu," jawab Zack.
Daniella merasa sangat bersalah, dia sudah berfikir yang tidak-tidak tentang Zack.
"Jangan marah lagi ya sayang? aku sangat mencintaimu, tidak akan pernah aku menyakitimu Daniella." Zack langsung mencium bibir Daniella.
Gadis itu langsung mengalungkan tangannya ke Zack dan membalas ciuman itu.
Rasa rindu yang menyerang akhirnya bisa mereka salurkan lewat kecupan hangat itu.
"Aku takut Zack,"
"Jangan takut, aku akan selalu berada di sisimu sayang."
Bersambung.
maaf cima dikit, othor lagi sibuk banget, mudah-mudahan bisa ngena ya ceritanya di hati akak reader 🥰🙏🏻
__ADS_1