
Happy Reading 😊
Zack tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Daniella memberinya satu kesempatan untuk mengambil hatinya.
"Sayang, ternyata bukan hanya wajah kamu yang cantik tapi hatimu juga sangat cantik, terima kasih karena telah memberiku kesempatan," ucap Zack mengedipkan sebelah matanya.
"Aduh sayang sakit!" Daniella mencubit perut Zack mendengar ucapannya.
"Gombal!" Daniella mengerucutkan bibirnya.
Zack sangat gemas melihat bibir merah ranum yang menjadi candunya itu.
Cup, cup, cup.
Daniella melotot ketika pria tampan itu mencium bibirnya tiba-tiba lalu kemudian melahapnya seperti sedang maraup es krim yang manis.
Gadis berusia delapan belas tahun itu berusaha mendorong tubuh Zack yang kekar itu tapi sangat sulit.
Zack masih menautkan bibirnya dan berusaha membuka bibir itu, Ell akhirnya terbuai dengan apa yang di lakukan Zack.
Dengan sedikit pemaksaan akhirnya Daniella menyerah dan menikmati apa yang di lakukan oleh calon suaminya.
Dasar pria bermuka dua, kenapa dia pandai sekali mengambil ciumanku!!
Masih dengan posisi yang terlihat ekstrim tiba-tiba pintu kamar Daniella di ketuk seseorang.
Tok, tok, tok.
Daniella langsung mendorong dengan kuat tubuh Zack untuk melepaskan tautan mereka.
"Zack, minggir! ada yang mengetuk pintu!" seru Daniella.
Zack mendengus karena kegiatannya merasa terganggu.
"Aku buka dulu pintunya, siapa tahu Kenzo sudah pulang dari kampus," ucap Daniella berdiri dan berjalan menuju pintu dan membukanya.
Ceklek.
"Nona Daniella, bagaimana keadaanmu!" ucap wanita paruh baya yang tidak lain adalah Bibi Ellen.
"Bibi, aku sudah mendingan," Daniella melirik ke arah Zack yang sudah duduk di sofa.
__ADS_1
"Syukurlah Nona, untung ada Tuan Zack yang merawat anda tadi, soalnya Bibi sedang pergi ke supermarket, dia dengan telaten mengkompres kening anda agar demamnya turun," jawab Bibi Ellen merasa lega.
"Apa tadi beneran Zack yang merawatku Bi?" masih melirik pria tampan yang sedang mengamati pembicaraan dua wanita beda generasi itu.
Bibi Ellen mengangguk dan tersenyum.
"Tuan Danish dan Nona Lula memang tidak salah memilih calon untuk anda Nona, selain tampan Tuan Zack sangat perhatian terhadap Noan, Bibi yakin tuan muda Zack adalah pria yang sangat baik," Daniella melotot mendengar ucapan Bibi Ellen yang memuji Zack setinggi langit.
Sedangkan Zack yang di puji seperti itu langsung berjalan ke arah dua wanita itu dan tersenyum.
"Bibi Ellen terlalu memujiku, tentu saja aku akan sangat perhatian pada Ell bukan hanya karena aku calon suaminya saja tapi karena aku juga sangat mencintai Ell, hati ini sakit kalau melihat calon istri juga sakit seperti ini," Zack mencium pipi Daniella di depan Bibi Ellen.
Tentu saja hal itu membuat Daniella langsung merona karena malu.
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian berdua dan semoga kalian memang pasangan yang di jodohkan Tuhan dan di gariskan untuk bersama," Doa Bibi Ellen yang di sambut senyuman oleh kedua sejoli itu.
Kalau othor Aminin aja deh 🤲😂🤭
###
Mia melepaskan helm dan meletakkannya di stang motor, gadis berkacamata itu sudah sampai di restoran tempat dia bekerja.
Kemudian Mia langsung masuk lewat BBM pintu samping khusu karyawan, begitulah kesehariannya.
"Selamat siang Sean," sapa Mia pada teman pria satu-satunya yang juga bekerja di tempat itu.
"Siang Mia, oh ya nanti akan ada tamu spesial yang sudah memesan meja khusus, tolong bersihkan lagi meja itu dan pastikan tidak ada debu yang menempel," ucan Sean memberikan sebuah lap kain pada Mia.
"Hei, aku baru saja datang sudah langsung disuruh saja, memangnya kamu lagi ngapain?" sungut Mia berkacak pinggang.
Sean mencubit hidung Mia yang mancung itu.
"Aku akan meracik bahan untuk menu terbaru Cheff Sarah, karena nanti tamu yang datang adalah sahabat dari Cheff, cepat sana buruan bersihkan," Sean mengusir Mia untuk segera membersihkan meja itu.
Mia pun langsung bergegas ke arah meja yang telah di pesan khusus itu.
Pada saat serius mengelap meja tiba-tiba mata Mia melihat dari kaca tembus pandang itu sisok Kenzo keluar dari dalam mobil.
Kemudian di susul oleh gadis cantik seusianya yang juga keluar dari dalam mobil Kenzo.
Bukankah itu wanita yang kemarin bersama Kenzo waktu di kampus? apakah dia kekasih Kenzo? batin Mia.
__ADS_1
Kenzo mengajak gadis cantik itu masuk ke dalam restoran dan duduk di kursi samping Mia.
"Evelyn, silahkan duduk," ucap Kenzo.
"Terima kasih Ken," jawab gadis itu yang tidak lain adalah Evelyn.
Putri dari pasangan Darren dan Candy yang juga menjelma menjadi gadis yang sangat cantik.
Mia berusaha untuk tidak menoleh agar Kenzo tidak melihatnya.
Aduh, kenapa Ken malah duduk di dekatku sih, sama gadis cantik pula, kan bikin aku tambah cemburu!! Mia sadarlah, kenapa juga kamu harus cemburu, gadis cantik itu memang lebih pantas dengan Ken, bermimpilah saja untuk menjadi kekasih Kenzo!! dia sudah mempunyai gadis idaman! Batin Mia menahan diri.
Salahkah dia mencintai Kenzo? tidak, Mia tidak salah, rasa cinta itu bisa tumbuh kapan saja meski pada orang yang tidak tepat.
Mia tahu diri bahwa dia tidak mungkin masuk ke dalam daftar gadis yang di inginkan Kenzo.
Deang memalingkan wajahnya Mia segera pergi untuk menghindari dua sejoli yang sedang berkencan itu.
Sedangkan Kenzo tidak tahu bahwa Mia bekerja di restoran itu, sejak kemarin Evelyn memang datang ke kota Washington DC untuk menghadiri acara.
Kenzo memesan dua minuman soda untuk dirinya dan Evelyn.
"Ken, bagaimana kabar Arshel?" tanya Evelyn menatap dalam pada pria di hadapannya ini.
"Arshel lama tidak memberi kabar, selama berada di sekolah militer memang peraturannya sedikit ketat Ev, apa kamu merindukan nya? kenapa kamu tidak mengatakan saja perasaan mu pada Arshel kalau memang mencintainya?" ucap Kenzo.
Ya, Evelyn memang menyukai Arshel sejak mereka masih kecil, dulu Lula dan Danish sering mengajak ketiganya untuk berkunjung ke rumah Darren dan Candy.
Di situlah awalnya Evelyn mulai menyukai Arshel yang terlihat dingin kepadanya.
"Aku terlalu malu dan takut Ken untuk mengungkapkan perasaan ku, bagaimana kalau dia tidak menyukai ku, melihat sikapnya yang begitu dingin padaku," jawab Evelyn sendu.
Kenzo menyentuh tangan Eve dan mengelusnya memberi semangat, dan hal itu tidak lepas dari tatapan mata Mia dari jarak jauh.
Bersambung.
Maaf baru up🤧🤧🙏🙏
othor super sibuk, mana nih bunganya 🌹🌹🌹
Yang belum favorit novelnya Franklin dan Fanny cus cepetan di masukin rak ya karena cerita cinta mereka gak kalah seru ❤️❤️❤️
__ADS_1
Terima kasih 🥰🥰🥰