
Happy Reading 😊
Aland mengerutkan keningnya ketika Zarco mengatakan ingin ikut pergi ke Washington DC. Sedangkan Sherena juga tidak kalah terkejutnya.
"Ikut? ke Washington DC?" Zarco mengangguk cepat.
"Aku ikut kalian." Jawab Zarco masih memluk erat pinggang Sherena.
Sherena menyikut perut Zarco.
"Sebaiknya kamu tidak perlu ikut, karena aku hanya akan pergi berdua bersama dengan Aland." Bisik Sherena di telinga Zarco.
"Sayang, kalau kamu pergi, aku juga harus ikut." Balas Zarco masih menempelkan tubuhnya lebih dekat pada tubuh Sherena. Seakan mencuri kesempatan dalam kesempitan.
Sampe dadanya sebelah kiri menempel di dada bidang Zarco.
Kapan aku bisa menyentuhnya. Ah Sherena, aku jadi makin cinta sama kamu...
"Apa yang kamu lakukan!" Sherena sedikit mendorong Zarco untuk menjauh. Merasa kalau Zarco sedang memanfaatkan situasi.
Aland menyaksikan pemandangan itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Sebenarnya kalian ini kenapa? Apa benar ini adalah kekasihmu, Sher? atau jangan-jangan..?"
"Iya, tentu saja Zarco adalah kekasihku," sela Sherena cepat.
Sialan, semua ini gara-gara Zarco yang datang di waktu yang tidak tepat! kenapa tidak nanti saja pas aku sudah pergi ke bandara.
"Oh, kamu kekasihanya Sherena ya?" Evelyn datang di ikuti Arshel dengan senyuman lebar.
"Iya Aunty, Uncle,, saya kekasihanya Sherena, nama saya Zarco." Evelyn dan Arshel menerima jabatan tangan dari Zarco.
"Siapa nama orang tuamu?" Tanya Arshel tegas.
__ADS_1
Matanya menelisik penampilan Zarco dari atas sampai bawah.
"Nama Daddy saya Zicko Ferguson," jawab Zarco cepat.
"Zicko? apa nama Mommy-mu Zivanna?" Tanya Arshel.
"Iya Uncle, benar nama Mommy saya adalah Zivanna, apa Uncle kenal dengan Dad dan Mom?"
"Astaga, kenapa aku tidak pernah tahu kalau Zicko mempunyai putra sebesar dirimu, tentu saja kami saling mengenal, dulu Zicko juga sering pergi ke Washington DC untuk mengunjungi kami waktu masa kuliah." Arshel tergelak.
Ternyata kekasih putrinya itu adalah putra sahabatnya. Arshel kemudian memeluk Zarco dan menepuk bahunya.
"Kalau kamu putra Zicko, maka aku pasti akan merestui kamu berpacaran dengan putriku, Sherena." Ucap Arshel.
Evelyn ikut tersenyum dan mengangguk. Aland menatap mereka dengan memutar bola matanya malas. Sedangkan Sherena hanya bengong melihat pemandangan di hadapannya itu.
Apa-apaan ini? apakah ini adalah skenario mereka tiba-tiba bisa akrab gitu?? batin Sherena mengepalkan tangannya.
"Ayo, kita berangkat,, kalau Zarco mau ikut, ya gak apa-apa." Seru Aland yang sudah berada di dalam mobil.
"Eh, kamu kan gak punya tiket pesawat, jadi sepertinya kamu tidak bisa ikut kita, sayang." Ucap Sherena tersenyum senang.
Hahahaha, lihat Zarco, kamu gak bisa kintilin aku lagi, kali ini aku pasti menang!! batin Sherena tersenyum menyeringai dalam hati.
"Kalau masalah itu gampang, kan ada pesawat pribadi, kenapa harus repot-repot naik pesawat komersial." Sherena mendelik.
"Eh, curang... Opa Darren juga punya kalau cuma pesawat pribadi, tapi kami tidak pernah menggunakannya." Sherena nyolot.
"Kenapa tidak pinjam Opa Darren, sayang,, kan lebih enak." Jawab Zarco lembut.
Pria itu tahu kalau Sherena sedang kesal setengah hidup, eh mati maksudnya.
"Sudah, kenapa kalian berdebat terus sih!" Seru Aland.
__ADS_1
Sherena memalingkan wajahnya dari Zarco sambil mengerucutkan bibirnya.
"Dasar bawel plus keras kepala! meniru siapa sih kamu ini, yank!" Zarco mengacak rambut Sherena gemas.
"Niru kamu, kamu kan orang yang menyebalkan, suka seenaknya sendiri, gayanya sok-sokan, sok kaya, sok ganteng, suka maksa dan eummmhh!!"
Sherena tidak meneruskan ucapannya karena berhasil di bungkam bibirnya oleh bibir Zarco.
"Nah, gitu donk sedari tadi, Zarco,,, sumpal aja tuh mulut Sherena yang udah mulai oleng kemana-mana." Seru Aland dari kursi depan.
"Makanya diem dulu donk yank!"
"Apaan!! jangan panggil-panggil dengan sebutan yank!" seru Sherena merasa malu karena di cium oleh Zarco apalagi ada Aland di sana.
####
Musim panas memang biasa selalu di nanti di negara bagian Amerika. Akan ada libur musim panas yang berbeda jadwal, biasanya bisa sekitar 14 hari sampai dua bulan.
Tapi tetap untuk para pekerja kantoran mereka tidak bisa merasakan libur musim panas karena memang hanya di peruntukan untuk para siswa atau pelajar yang masih sekolah.
Aland, Sherena dan Zarco telah tiba di Washington DC dan sedang di perjalanan menuju rumah Opa Danish. Rencananya Sherena akan mengunjungi kakek dan neneknya terlebih dahulu.
Di sepanjang perjalanan mereka bersuka ria sambil mendengarkan musik yang di putar oleh Rigen di dalam mobilnya. Ya, mereka bertiga memang di jemput oleh Rigen atas permintaan Sherena. Gadis itu tidak ingin memakai taksi atau jemputan sopir pribadi dari Opa Danish karena ingin Rigen bisa mengenal saudara sepupunya itu.
Selama ini memang hanya Rigen yang terlihat tidak berbaur dengan yang lain, mungkin pria itu memang sedikit tertutup ataupun tidak terlalu suka berkumpul dengan keluarga besarnya. Sikap Rigen biasanya akan menolak ataupun tidak akan pernah mau kalau di suruh-suruh seperti ini.
Sherena duduk di kursi depan dan nampak mengajak Rigen berbicara, sepertinya Rigen memang cuma bisa dekat dengan Regina dan Sherena, karena Rigen memang menyayangi mereka.
Zarco kesal karena sejak tadi Sherena mengabaikan bahkan terlihat mesra dengan Rigen. Seperti itu di mata Zarco, padahal memang sejak dulu Rigen selalu bersikap seperti itu.
"Jangan cemburu, mereka memang seperti itu." Bisik Aland.
"Iya, nanti aku akan membuat perhitungan dengan Sherena." Jawab Zarco menyeringai.
__ADS_1
Bersambung.