Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Tidak Subur


__ADS_3

Happy Reading 😔


Lula mendatangi dokter obgyn di rumah sakit, setelah melakukan pemeriksaan tentang masalah pil kontrasepsi yang dia konsumsi hampir sebulan ini, ternyata Lula harus melakukan segala macam tes tentang kesuburan kandungan-nya.


"Sepertinya masalah pil kontrasepsi yang anda konsumsi bila di hentikan saat ini dan meminum vitamin di sertai makanan yang bergizi bisa dipastikan akan bisa menyuburkan kandungan anda, karena jenis pil kontrasepsi yang satu ini sifatnya membuat kandungan anda kering nona, tapi bisa di pastikan dengan pola makan sehat dan juga banyak mengkonsumsi vitamin pasti akan segera subur kembali," jelas sang dokter.


"Terima kasih atas sarannya dokter, jadi saya bisa langsung hamil kan dok?" tanya Lula.


"Kalau masalah itu nanti tergantung tingkat kesuburan rahim anda nona Lula, karena sebelumnya anda belum pernah mengandung tapi langsung melakukan kontrasepsi jadi masih belum bisa dipastikan dengan jelas," jawab sang dokter.


Lula menghela nafas, dia memang sudah berani mengambil keputusan untuk mengkonsumsi pil kontrasepsi itu. Dia berfikir kalau Danish masih belum siap untuk mempunyai anak saat ini, tapi nyatanya Danish sendiri mengatakan kalau dia ingin segera mempunyai anak dari Lula.


Sedangkan di kediaman Danish.


"Lula!! kamu di mana sayang?" seru Danish dari arah ruang tamu.


"Maaf tuan, tadi nona Lula pergi keluar sendiri," jawab bibi Ellen asisten rumah tangga Danish.


"Lula pergi bi? tadi dia izin untuk tidak berangkat ke kantor karena tidak enak badan, tapi sekarang dia pergi?" ucap Danish.


"Saya juga tidak tahu tuan, tadi nona Lula tidak mengatakan akan kemana," jawab bibi Ellen.


"Baiklah bi, aku akan ke kamar sebentar, tadi sudah ku cari Lula di kamar tapi tidak ada," ucap Danish kemudian melangkah naik ke lantai atas.


Danish pulang karena ada dokumen penting yang tertinggal di kamarnya.


"Di mana Lula meletakkan dokumen itu, kalau tahu Lula tidak ada di rumah, seharusnya tadi aku menyuruh Franklin saja," gerutu Danish.


Pria itu membuka semua laci tapi masih belum menemukan dokumen yang di simpan oleh sang istri.


Pada saat membuka laci di tempat meja rias Lula, matanya tertuju pada sebuah benda yang ada di sana.


Danish mengambil benda yang mirip dengan obat itu.


"Apa ini? apa Lula mengkonsumsi obat?"


Danish membalik bungkusan mirip obat itu, matanya terbelalak saat membaca tulisan yang ada pada bungkusan itu.


"Pil kontrasepsi!" ucap Danish.


"Lula meminum pil kontrasepsi? apa maksudnya ini, apa dia tidak ingin mempunyai seorang anak denganku?!" ucap Danish dengan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Matanya sudah menyala antara emosi dan marah, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Lula telah mencegah kehamilannya sendiri.


"Lula!!! apa kamu masih membenciku!! sampai kamu tidak mau mengandung anakku!!"


Sedangkan di sisi lain.


Lula meremas kertas yang baru saja keluar dari laboratorium itu, dia tidak pernah berfikir kalau keputusan nya untuk mengkonsumsi pil kontrasepsi menjadikan kondisi rahimnya sedikit tidak subur karena sebelumnya kondisi rahim Lula memang tidak sesubur rahim wanita yang semestinya.


"Ya Tuhan, apakah aku akan sulit untuk mengandung?" gumam wanita berusia 25 tahun itu.


"Tapi masih ada kemungkinan aku bisa hamil, meskipun kecil sekali harapan nya, sebaiknya aku membicarakan ini dengan Danish.


Lula memasuki mobilnya dan langsung mengambil ponsel dari dalam tasnya. Wanita itu mendial nomer sang suami.


Tuut...!


"Halo, Lula kamu di mana?"


"Halo Danish, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Aku juga ingin bertemu dengan mu Lula, aku tunggu kamu di rumah!"


Tut...!


Kemudian Lula segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Danish, entah kenapa selama dalam perjalanan perasaan Lula sangat tidak tenang.


"Ada apa dengan hatiku!" gumam wanita itu.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit akhirnya Lula sampai di rumah. Setelah memarkirkan mobilnya Lula kemudian keluar dan melangkah masuk ke dalam rumah.


Dengan perasaan yang tidak menentu wanita itu berjalan menaiki tangga untuk menemui Danish yang berada di kamarnya.


Lula menghembuskan nafas kasar saat akan masuk ke dalam kamarnya itu.


Ceklek.


Lula masuk ke dalam kamar dan melihat Danish duduk di atas ranjang dengan kemeja yang sudah berantakan.


Lengan di gulung sampai siku dan kancing kerah yang sudah terbuka.


"Sayang, ada apa?" tanya Lula sedikit takut saat melihat Danish yang tidak mau menatap kedatangannya.

__ADS_1


Danish menoleh ke arah Lula dengan tatapan mata yang sudah terlihat memerah. Pria itu berdiri dan menghampiri Lula yang masih terdiam di tempatnya.


"Kamu jelaskan obat apa ini Lula!!" ucap Danish datar sambil memperlihatkan bungkusan obat yang selama ini tersimpan rapi di dalam laci meja riasnya.


Deg, deg, deg.


Jantung Lula berdebar kencang kala melihat obat kontrasepsi itu ada di tangan Danish, sepertinya kali ini Danish akan salah paham padanya.


"Itu .. itu adalah obat kontrasepsi," jawab Lula terbata.


"Apa maksudnya Lula? kenapa kamu meminum obat ini? apa kamu tidak ingin mempunyai anak dariku?" tanya Danish masih dengan tatapan yang datar dan dingin.


"Bukan seperti itu, awalnya aku mengira kalau kamu masih belum menginginkan seorang anak jadi aku mengantisipasi nya dengan minum obat itu," jawab Lula menunduk.


Kali ini entah apa yang akan di lakukan oleh Danish, Lula pun pasrah. Wanita itu hanya bisa menunduk meratapi kesalahan yang telah dia buat.


Seharusnya sebelum Lula mengambil keputusan untuk meminum obat pencegah kehamilan itu dia mengatakan kepada Danish agar tidak terjadi kesalah pahaman di antara mereka.


Tiba-tiba Lula merasakan sebuah dekapan lembut dan ciuman di dahinya. Lula membuka matanya dan melihat wajah sang suami yang sudah berubah menjadi begitu lembut itu.


"Sayang, kenapa tidak membicarakan hal seperti ini padaku, aku benar-benar takut kalau kamu masih belum memaafkan atau menerima diriku ini, aku tidak mau kehilangan dirimu lagi sayang," ucap Danish menangkup wajah sang istri.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu, tadi aku sudah konsultasi kepada dokter obgyn, kecil kemungkinan aku bisa hamil, tapi kalau kita berusaha pasti akan membuahkan hasil yang maksimal," jawab Lula.


Danish mencium bibir merah sang istri, memangut nya lembut dan menyesap rasa manis bibir itu. Tiba-tiba Lula merasa tubuhnya melayang.


Danish menggendong sang istri dan meniduri di atas ranjang. "Kalau begitu kita akan terus berusaha lagi untuk bikin Danish junior," ucap Danish kembali mencium bibir candu Lula.


Siang itu Danish tidak kembali ke kantor, tapi dia akan menggempur istrinya itu agar cepat mendapatkan baby katanya.


Florida.


Nickolas menatap bunga Lily itu dengan tersenyum, hari ini Liora belum datang, tadi malam wanita itu berpamitan untuk pulang, tapi sampai siang hari Liora belum datang ke rumah sakit.


"Kenapa Liora belum muncul? huh aku merasa bosan sendirian di sini," gumam Nickolas.


Bersambung.


Hai akak reader, maaf ya bila masih banyak typo beterbaran 🙏🙏


Jangan lupa vote dan bunganya ya🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


agar othor semakin bersemangat 😁😁


__ADS_2