Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Candy


__ADS_3

Happy Reading 😊


Liora membersihkan badan Nickolas dengan menggunakan kain yang telah di basahi oleh air hangat, wanita itu memang bertanggung jawab dengan merawat penuh Nickolas.


"Kenapa kamu terlihat murung Nick?" tanya Liora sambil membersihkan bagian punggung Nickolas.


"Aku gak tahu kenapa Liora, rasanya hatiku hampa," jawab Nickolas.


"Sepertinya kamu harus mulai belajar mengingat tentang masa lalumu Nick, aku akan membantu mu untuk sedikit-sedikit mengingatnya," ucap Liora.


"Terima kasih Liora, kamu sudah sangat baik kepada ku, seharusnya kekasih ku juga ke sini, tapi aku sama sekali tidak mengingatnya, siapa orang itu dan di mana dia tinggal aku sama sekali tidak ingat," jawab Nickolas.


"Nick, kamu tahukan kalau aku berusaha bertanggung jawab atas kecelakaan yang kamu hadapi ini, dan juga aku berharap bahwa kamu bisa sedikit melihatku dengan hatimu," ucap Liora sendu.


Dia benar-benar ingin bisa mendapatkan hati Nickolas, tapi sepertinya akan sangat sulit karena Nickolas sama sekali tidak tertarik terhadap nya.


Sedangkan di sisi lain.


Candy dan Darren bersama-sama pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Nickolas. Setelah pulang dari kantor Darren langsung menjemput sang istri di apartemen.


Darren juga merasa simpati dengan keadaan Nickolas yang telah kehilangan ingatannya, biar bagaimana pun dulu mereka berdua pernah memiliki hubungan yang spesial.


"Nanti kita mampir ke toko bunga dulu ya sayang?" Ucap Candy saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Untuk apa sayang? Apa kamu akan membeli bunga untuk Nickolas? Diakan bukan orang mati yang harus di beri bunga!" Ucap Darren yang langsung mendapatkan cubitan di lengannya.


"Memangnya hanya orang mati yang bisa di kasih bunga, aku membelikan bunga itu agar Nickolas lebih bersemangat untuk sembuh," Ucap Candy mendengus kesal.


Darren hanya terkekeh melihat istrinya yang sedang marah itu.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berhenti di sebuah toko bunga di pinggir jalan.


Candy membelikan sebuket bunga Lily untuk Nickolas.


Sedangkan Darren tiba-tiba mendapatkan telepon dari seseorang.


"Halo, dengan siapa ini?"


"Halo Darren, ini aku Lula, bagaimana kabarmu? Akhirnya aku bisa menghubungi mu lagi? Kenapa kamu memblok nomerku Darren?" Jawab Lula di sebrang telepon.


"Lula, apa kabar? Maaf aku sedikit sibuk dan banyak sekali yang barus ku urus,"


"Iya Darren, aku tahu, tolong kalau ada waktu kamu bisa menengok ibuku ya, meskipun aku sudah menyewa asisten rumah tangga tapi tentu saja aku masih khawatir dengan keadaan ibu,"

__ADS_1


"Iya, kamu tenang saja Lula, aku akan melihat keadaan Bibi Naura, sekarang bagaimana keadaan mu di Washington DC? Bukankah sekarang sudah menjadi sekretaris pribadi Danish?"


"Ya, sekarang aku memang menjadi sekretaris pribadi nya Danish, banyak hal yang telah aku lalui di sini, tapi aku ingin bisa bertemu dengan mu Darren, kapan kita punya waktu untuk bertemu, ada banyak hal yang ingin ku ceritakan kepadamu?" tanya Lula di sebrang telepon.


"Kapan-kapan kalau sudah ada waktu kita akan bertemu Lula," jawab Darren.


Candy yang sudah selesai membeli bunga dan akan masuk ke dalam mobil mendengar percakapan antara suaminya dengan sebuah nama seorang wanita yang tidak asing di telinga Candy.


"Darren sedang teleponan sama Lula, setahuku Lula adalah sahabat wanita satu-satunya Darren, kenapa mereka kelihatan akrab banget sih!" Gerutu Candy.


"Baiklah Lula, kapan-kapan aku telepon lagi ya, sepertinya istriku sudah selesai membeli bunganya," Ucap Darren mematikan ponselnya.


Candy masuk ke dalam mobil dengan melirik ke arah suaminya.


"Kenapa sih sayang, kok lihatin aku gitu banget?" Tanya Darren sambil menghidupkan mesin mobilnya.


"Siapa Lula?" tanya Candy memicingkan matanya.


Darren menoleh ke arah Candy sekilas dan kembali fokus ke depan.


"Lula itu sahabatku sayang, dia satu-satunya wanita yang mengetahui tentang penyakit ku ini, sudah sejak kecil kami bersama, tapi sekarang dia sudah kembali bersama mantan suaminya dulu," Jawab Darren.


Candy tersenyum kembali setelah mendapatkan penjelasan dari suaminya itu, sempat merasa cemburu tadi, tapi ternyata Lula telah kembali kepada mantan suaminya membuat Candy merasa sedikit lega.


Liora sudah selesai mengelap tubuh Nickolas dengan telaten.


"Ayo pakai baju yang baru, aku bantu ya?" Ucap Liora.


Nickolas hanya mengangguk, dia merasa seluruh tubuh nya masih lemas dan terasa sakit semuanya.


Tok, tok, tok, sebuah suara ketukan pintu menghentikan kegiatan Liora yang akan memakai kan baju kepada Nickolas.


Ceklek.


Pintu terbuka, Candy dan Darren masuk ke dalam ruangan itu dengan senyuman di bibir mereka masing-masing.


"Candy!" Gumam Nickolas ketika melihat gadis yang tiga hari ini selalu mengganggu pikirannya.


"Bagaimana keadaanmu Nickolas?" Tanya Darren.


"Nick sudah sedikit membaik," Liora yang menjawab.


"Ini bunga untukmu Nick, aku tidak tahu kamu suka bunga lily atau enggak, tapi aku membawakan untukmu," ucap Candy menyerahkan sebuket bunga lily untuk Nickolas.

__ADS_1


"Terima kasih Candy, aku sangat menyukai bunganya," jawab Nickolas tersenyum senang.


Tiba-tiba dia merasa dejavu saat menghirup bunga Lily itu. Nick menatap Candy dan merasa sedikit terkejut ketika melihat ada seorang gadis kecil di kucir kuda sedang memberinya setangkai bunga Lily padanya.


Nickolas menggelengkan kepalanya, apakah dia mengingat masa kecilnya waktu itu, senyum Candy membuat Nickolas merasa pernah melihatnya


"Gadis bunga Lily? apakah kamu gadis bunga Lily itu?" gumam Nickolas.


"Apa Nick?" tanya Liora yang berbeda di samping Nickolas.


Sedangkan Darren langsung merangkul Candy ketika melihat Nickolas menatap seperti itu.


"Candy, apakah kamu ingat sesuatu? dulu waktu kamu berusia 5 tahun, kamu suka memberi bunga Lily pada seseorang anak cowok 3 tahun di atasmu usianya?" tanya Nickolas menatap Candy.


"Ehhm, maaf Nickolas, aku tidak mengingatnya, tapi dari kecil aku memang sangat menyukai bunga Lily, apakah kamu dulu termasuk pria yang ku berikan bunga itu? soalnya dulu aku juga sangat suka memberikan orang lain bunga Lily milik ibuku yang ku petik di taman," jawab Candy panjang lebar.


"Jadi benarkan kaku gadis bunga Lily itu?" seru Nickolas berbinar.


"Ehgem, Nick setahuku kamu tidak begitu menyukai bunga?" ucap Darren tiba-tiba.


Liora dan Nickolas menatap Darren saat mendengar ucapan pria itu.


"Lalu kenapa memory waktu kecil itu kamu bisa ingat Nick? apakah kamu hanya ingat Memory waktu kecil saja?" tanya Liora.


"Entahlah Liora, sepertinya aku hanya ingat hal di masa aku berusia 10 tahun, setelah itu aku benar-benar tidak mengingat apapun," jawab Nickolas.


Candy masih berada di pelukan sang suami yang terlihat tidak suka saat Nickolas mengatakan tentang masa kecil mereka.


"Tapi kan belum tentu juga kalau aku yang memberikan mu bunga Lily pada waktu itu?" ucap Candy.


"Tapi aku sangat jelas mengingat matamu itu Candy, bukankah kamu dulu juga berjanji akan menjadi sahabat ku kalau kita bertemu kembali saat itu," ucap Nickolas masih mengingat jelas memory masa kecilnya.


"Tapi kalau waktu itu aku berusia 5 tahun berarti kejadian itu adalah 12 yang lalu, aku sudah lupa Nicko," jawab Candy.


Nickolas berbinar kala Candy memanggil nya seperti itu. "Nah, kamu dulu suka memanggilku dengan sebutan itu, Nicko!" ucap Nickolas.


Darren langsung menatap tajam ke arah pria yang pernah menjadi teman hidupnya itu. Sedangkan Liora sudah merasa kesal mendengar kan ucapan Nickolas sedari tadi.


Bersambung


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.

__ADS_1


Terima kasih ❤️😘😘😘


__ADS_2