Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Perasaan Serupa


__ADS_3

Happy Reading 😊


Visual Emma




Rigen menangkup wajah Emma sambil memperdalam ciuman itu. Posisinya saat ini Emma sudah berpindah menghadap ke arah Rigen.


Bukannya menolak, entah kenapa Emma malah membalas ciuman itu, bahkan ciuaman mereka semakin panas saja.


Tangan Rigen mengelus punggung Emma dan mere_mas lembut. Memberikan sensasi berbeda pada tubuh gadis itu.


"Euummm!" Lenguh Emma kala Rigen membelitkan lidah menyed*tnya, mereka saling bertukar saliva dan memautkan kembali bibirnya. Tidak ada kata jijik sama sekali, yang ada malan hawa panas dan hasrat yang


Ciuman Rigen turun ke leher jenjang nan mulus milik Emma, tangannya yang semula berada di punggung kini beralih naik ke tengkuk.


Nafas mereka sudah memburu, sentuhan demi sentuhan di lakukan oleh Rigen membuat Emma merasakan gelenyer aneh yang berada di pusat inti.


Rasanya ingin di sentuh lebih, bahkan di bawah sana sudah berkedut dan semakin sakit.


Suara lenguhan dari mulut Emma terdengar merdu di telinga Rigen. Miliknya sedari tadi juga sudah mengeras, meminta di puaskan.


Keadaan rumah yang sepi dan cuaca yang mendung benar-benar sangat mendukung. Membuat kedua sejoli itu di mabuk kepayang.


"Rigen, No!" Seru Emma saat pria itu hampir menyentuh dadanya.


"Kenapa?" Tanya Rigen.


"Aku takut." Jawab Emma.


Rigen menatap wajah cantik alami Emma yang tepat berada di depannya. Mata mereka saling mengunci satu sama lain.


Emma bisa melihat pancaran mata Rigen yang berbinar penuh cinta. Seakan pria itu mempunyai cinta yang besar di rasakan untuk Emma.


"Kenapa takut? Emma, sejujurnya aku sudah memiliki perasaan padamu di saat pertama kali kita bertemu. Aku memang tulus membantumu, tapi sekarang perasaan ini tumbuh subur begitu saja di dalam sini." Rigen menunjuk dada sebelah kanannya.


Emma masih diam menyimak apa yang akan di ucapkan oleh pria itu.


"Aku jatuh cinta padamu, Emma." Ucap Rigen dengan tatapan yang serius.

__ADS_1


"Aku mencintaimu sejak pandangan pertama, aku tidak peduli bagaimana perasaan mu padaku, yang jelas aku sangat mencintaimu. Akan ku buat kamu jatuh cinta padaku." Emma merasa terharu dengan ungkapan Rigen.


"Sebenarnya aku juga merasa nyaman denganmu, kamu pria yang baik dan perhatian, selama berpacaran dengan pria brengsek itu aku sama sekali belum pernah merasakan perhatian yang seperti ini. Jujur hatiku benar-benar menghangat saat mendapatkan perhatian lebih darimu." Emma menyentuh pipi Rigen dan mengecup bibirnya sekilas.


"Aku juga merasakan perasaan yang sama, Rigen.. aku jatuh cinta padamu." Ucap Emma mengutarakan isi hatinya.


Rigen tersenyum lebar ketika perasaannya dibalas oleh Emma. "Berarti cintaku tidak bertepuk sebelah tangan?" Emma menggeleng.


Rigen langsung memeluk Emma kembali. "Terima kasih Emma, aku benar-benar bahagia." Emma tersenyum dan mencium bibir Rigen kembali.


Membuat pria itu melongo tidak percaya. "Sekarang sudah pintar menggoda ya?"


"Tidak, aku kan hanya mencium kekasihku." Jawab Emma malu.


"Jadi sekarang kita beneran sepasang kekasih nih, bukan pura-pura lagi?" Tanya Rigen.


"Hu,um,, kita adalah sepasang kekasih." Jawab Emma.


Rigen yang mendengar itu merasa dirinya terbang melayang ke udara, ada sebuah rasa yang membuncah di lubuk hatinya ketika perasaan nya pada gadis cantik di depannya itu terbalas.


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu." Rigen langsung mencium bibir Emma kembali.


Mereka berdua saling mencurahkan perasaan cintanya lewat ciuman yang kini berubah lebih menuntun.


Florida, USA.


Beberapa hari kemudian.


Sherena memicingkan matanya ketika melihat Aland yang sedari tadi nampak senyum-senyum sendiri di dalam ruang kerjanya.


"Apa Aland baru saja memenangkan tender atau mendapatkan hadiah undian? Kenapa terlihat senang sekali?" Gumam Sherena.


Padahal saat itu Aland sedang memangku laptop seakan bekerja serius. Ya Sherena mengira Aland sedang menyelesaikan pekerjaan kantornya yang memang saat ini perusahaan SKY grup berkembang pesat.


Sebenarnya Sherena ingin mengajak Aland untuk bertemu dengan klien penting Papa-nya, karena tadi Papa Arshel menyuruhnya untuk bertemu dengan klien itu.


Melihat Aland yang sepertinya sedang serius membuat gadis itu tidak jadi mengajak Om-nya tersebut.


"Ah, sudahlah,,. Biar aku sendiri saja yang meeting. Aku harus segera menemui kolega Papa itu, kenapa tidak Papa saja yang bertemu? Aku masih belum bisa kalau harus presentasi." Gumam Sherena mendumel sendiri.


Aland sendiri sebenarnya sedang berbalas pesan dengan kekasihnya, Regina. Sudah beberapa hari di mana Aland akan memenuhi janjinya pada Regina, pria itu harus menahan diri untuk tidak menemui gadisnya itu.

__ADS_1


Sherena saat ini sudah menjabat sebagai asisten pribadi Papanya, sedangkan Aland sendiri menjabat sebagai Direktur di bawah Jabatan CEO.


Sherena terlihat keluar dari kantor dan melajukan mobilnya keluar dari halaman yang luas tersebut.


Gadis cantik itu berbegas untuk bertemu dengan klien penting yang sudah di jadwalkan bertemu sore ini. Papa Arshel memang sengaja menunjuk putrinya itu agar bisa lebih cekatan untuk mendapatkan investor penting.


Di dalam dunia bisnis memang di haruskan berpikir cerdas dan cekatan dalam presentasi. Istilah siapa cepat dia dapat. Sebenarnya Sherena belum siap kalau harus bertemu klien seorang diri. Dia masih butuh banyak belajar agar bisa bersaing dengan yang lain.


Sherena melajukan mobilnya sedikit lambat.


"Sebenarnya siapa sih klien yang mau bertemu denganku? Biasanya juga ketemu dengan Papa atau Aland, tapi kenapa sekarang harus aku yang datang." Gerutu Sherena kesal.


Jelas saja dia kesal karena klien itu memaksa untuk bertemu dengannya di jam setelah pulang kantor, tapi Sherena tidak mau dan tetap akan bertemu di saat jam kantor berlangsung.


Setelah beberapa saat mobil Sherena berhenti di parkiran sebuah cafe, karena meeting-nya sudah di tetapkan di cafe tersebut.


Gadis itu keluar dari dalam mobil dan langsung masuk kedalam cafe itu


Matanya menyapu sekeliling, mencari klien yang katanya sudah menunggunya di dalam.


"Halo, tuan Zarco, saya sudah sampai, anda di meja mana." Sherena menelpon klien tersebut karena tidak bisa menemukan nya.


"Maju lurus sampai ketemu sebuah pintu berwarna coklat, kamu masuk saja, aku ada di dalam."


Tuutt.


"Kenapa menyebalkan sekali pria ini, main tutup telepon sendiri." Gerutu Sherena


Akhirnya gadis itupun melangkah ke depan dan mencari sebuah pintu yang berwarna coklat.


Sherena menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskan perlahan setelah menemukan pintu yang di carinya itu.


"Mudah-mudahan klien itu bukan orang yang menyebalkan!"


Sherena membuka pintu coklat itu dan melihat ada dua orang pria yang sedang duduk di dalam sana.


"Selama siang, nona Sherena?"


Dia kan Zarco Ferguson, putra dari Zicko Ferguson!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2