Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Pregnant?


__ADS_3

Happy Reading 😊


Evelyn melototkan matanya ketika mendengar ucapan Arshel yang menyuruhnya untuk langsung periksa ke dokter obgyn.


"Sayang, aku tutup teleponnya dulu, Farra sudah mencariku," Evelyn terdiam dan kemudian mengangguk.


Meskipun Arshel tidak melihatnya tapi Evelyn tetap mengangguk karena dia tidak kuat untuk menjawab.


Perutnya merasa mual kembali dan ingin mengeluarkan segala yang ada di dalamnya.


"Hoek, hoek!"


Evelyn muntah kembali tapi tidak ada yang keluar, hanya cairan putih yang keluar karena memang tadi pagi Eve belum sarapan.


Dia melihat layar ponselnya sudah tidak menyala, panggilan Arshel sudah berakhir, Evelyn merasa kepala terasa sedikit pusing dan tubuhnya berasa menggigil, diapun berusaha masuk kembali ke dalam mobil dan duduk bersandar di jok.


"Mudah-mudahan aku tidak hamil, aku masih belum siap kalau harus hamil sendirian, Arshel masih menjalankan tugas nya, yang pasti itu membutuhkan waktu yang lama dan entah sampai kapan," Evelyn mengehembuskan nafasnya kasar.


Dia memang belum ingin hamil karena masih banyak hal yang di inginkan Evelyn, salah satunya menunggu Arshel melamarnya dan nengajaknya Menikah di waktu yang tepat.


"Tapi kalau memang sudah hadir janin di dalam perutku ini, aku pasti akan menyayanginya," Evelyn mengelus perutnya, dia tersenyum membayangkan bagaimana bila dia menjadi sosok ibu muda.


"Biarlah perutku membesar kalau hal itu terbaik untuk ku dan hubungan kami," Evelyn memikirkan Arshel.


Rasanya begitu lama kalau harus menunggu dua tahun lagi untuk dia bisa lulus akademi kemiliteran.


Setelah merasa lebih baik Evelyn melajukan mobilnya menuju rumah sakit, atas petunjuk Arshel dan keinginannya Evelyn akan mendatangi dokter obgyn untuk periksa tentang gajala yang baru saja dia alami.


"Dokter, bagaimana kondisi saya? apakah saya sedang hamil dokter?" tanya Evelyn cemas.


Dokter itu membenahi kaca matanya, dia menatap gadis muda di depannya ini dengan mengerutkan dahinya.


"Nona Evelyn, saya sudah memeriksa anda, memang awal mula seperti orang yang sedang mengalami morning Sickness, tapi ternyata setelah di periksa anda hanya mengalami asam lambung, mungkin karena jadwal makan anda yang tidak teratur atau bisa jadi anda suka menunda makan, jadi lebih baik mulai dari sekarang makanlah yang teratur agar asam lambung anda tidak kumat," jelas dokter wanita paruh baya tersebut.


"Jadi saya tidak sedang hamil dok?" dokter itu menggeleng.


"Anda tidak hamil, hanya asam lambung biasa," Evelyn mendadak lesu.


Padahal tadi dia sudah siap di nyatakan sebagai ibu muda misal dia benar-benar bamil, tapi mungkin memang perkiraan nya salah.

__ADS_1


"Terima kasih dokter atas penjelasannya," Evelyn tersenyum sendu.


Di sisi lain.


"Kenapa dari tadi kamu kelihatan sumringah sekali," tanya Farra pada Arshel.


"Eh, tidak Farra, aku hanya merasa senang," jawab Arshel sedikit menarik sudut bibirnya.


Hatinya benar-benar merasa tidak tenang dan segera ingin mendengar kabar gembira dari sang kekasih.


"Apa ada sesuatu yang membuat mu senang," Farra menatap Arshel serius.


Biasanya dia selalu mendapatkan tatapan datar dari pria itu, baru kali ini Farra melihat tatapan mata dan ekspresi wajah Arshel yang terlihat berbinar.


Sungguh Farra bisa melihat ketampanan pria muda ini berkali-kali lipat saat Arshel menunjukkan senyumnya.


"Iya, aku sedang menunggu kabar gembira," jawab Arshel singkat.


Pasti kabar dari gadis yang menelpon nya itu, ada apa dengan mereka? batin Farra bertanya-tanya.


"Sekarang apa tugasmu, masih ada lagi yang harus kamu mata-matai?" Farra sedikit terkejut dengan pertanyaan Arshel.


Arshel mengerutkan keningnya, kenapa sekarang pekerjaan nya bertambah, ini sama sekali bukan bidangnya, kalau masalah menembak target atau para sniper hebat Arshel pasti akan bisa mengatasinya dengan mudah, tapi kalau harus berpura-pura alias berakting seperti Farra sungguh bukan hal dalam bidangnya.


"Tapi kenapa harus aku Farra, banyak kan agen FBI lain yang bisa kamu utus dan di ajak bekerja sama dengan mu, aku sama sekali tidak bisa kalau harus berpura-pura menjadi orang lain," Farra mendekati Arshel dan menyentuh jemarinya. Dia menggenggam tangan Arshel lembut.


"Aku yakin kamu pasti bisa, karena aku hanya ingin kamu yang menjadi partnerku kali ini," Arshel sedikit kaget dengan sentuhan Farra.


Diapun segera menarik tangan nya kembali karena merasa sedikit aneh.


"Farra, tolong jaga batasan kita, jangan ada kontak fisik lagi kecuali aku menolong mu saat kamu kesusahan," ucap Arshel kembali datar.


"Tadi aku hanya ingin memberimu semangat," Arshel berjalan menjauhi wanita itu.


"Tolong bersikaplah profesional, bukankah kamu sangat tidak suka ada orang yang bekerja secara tidak profesional?" ucapan Arshel seakan menampar Farra.


"Tentu saja, jangan salah mengartikan itu, tadi bukan sengaja menggodamu, aku hanya reflek ingin memberimu semangat, tidak lebih," Farra berlalu meninggalkan Arshel.


Sepertinya ucapan Arshel benar-benar menjadi Boomerang untuknya.

__ADS_1


Farra kendalikan dirimu!


Farra merutuki kebodohannya, entah kenapa dia begitu tertarik dengan Arshel, tapi sepertinya pria itu sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan nya pada Farra.


Sedangkan di sisi lain.


Evelyn menatap dosen yang sedang menerangkan caranya mengupas kentang dengan baik. Tapi terkadang pikiran nya menerawang pada Arshel.


Evelyn mengelus perutnya yang datar itu. "Sepertinya memang belum saatnya aku mengandung anak darimu Arshel, mungkin Tuhan ingin memberikannnya kalau kamu sudah kembali padaku. Batin Evelyn.


"Apa kamu sudah mengerti Evelyn?" tiba-tiba sang dosen ada di hadapannya.


Evelyn begitu terkejut ketika dosen tampan itu bertanya kepadanya.


Tadi dosen itu mengatakan apa sih!


"Kenapa Evelyn, apa kamu sudah paham bagaimana caranya mengupas kentang dengan sekali gerakan putaran!" tanya dosen pria yang sudah bergelar master chef itu.


"Eh iya, saya paham!"


"Kalau begitu silahkan mencotohkan bagaimana caranya di depan sana," ucap dosen tersebut.


Evelyn kelabakan sendiri, padahal tadi dia tidak begitu menyimak karena pikirannya sedang terbagi.


Untung aku sudah belajar sedikit, benar-benar membuat jantungan tuh dosen!


Dosen tersebut memperlihatkan Evelyn dengan terus menatap nya tajam, seakan mencari kesalahan pada tiap gerakan gadis cantik itu.


Tapi sepertinya dosen tampan itu tidak bisa memberi hukuman terhadap mahasiswi yang cantik ini karena dia memperagakan gaya mengupas kentang sekali putaran dengan tepat.


"Sudah selesai master," Evelyn meletakan pisau dan kentang itu di atas meja dan tersenyum menatap sang dosen.


"Bagus, silahkan kembali duduk," Evelyn langsung kembali ke tempat duduknya dengan perasaan lega.


Tapi dosen muda tampan itu masih terus menatap Evelyn dengan tatapan yang sulit di artikan.


Bersambung.


Maaf bila masih banyak typo 🙏🏻🥰

__ADS_1


__ADS_2