
Happy Reading 😊
Franklin memijat keningnya yang terasa sedikit pusing. Di satu sisi ada berita dari Kenzo yang mengatakan bahwa ada kecurangan di perusahaan. Tapi masalah itu sudah bisa dia tamgani dengan menyuruh anak buahnya.
Tapi masalah lain muncul yaitu Marco saudara ipar Danish mengabarkan Dania meninggal karena kecelakaan.
"Sepertinya Daddy-mu mengalami serangan jantung karena mendapatkan kabar bahwa Nyonya Dania meninggal dunia," ucap Franklin membuat Kenzo membulatkan matanya.
"Apa? Bibi Dania kecelakaan!" seru Kenzo tidak percaya.
Pasalnya belum lama mereka bertemu pada waktu memberi tahukan kabar pernikahan Arshel yang akhirnya tidak jadi di rayakan karena harus di percepat dari jadwal sebelumnya.
Dania Alvares adalah saudar kembar Danish Alvares yang tinggal di Washington DC dan mempunyai dua orang anak.
Suaminya yang bernama Marco adalah asisten pribadi David Alvares yang tidak lain adalah Kakak kandung Danish dan Dania.
Selama menikah memang mereka sangat jarang bertemu, karena jarak yang lumayan jauh dan juga kesibukan masing-masing.
"Kenzo!! ada kabar duka!" seru Daniella berlari ke arah saudaranya itu.
"Aku baru saja tahu kabar itu Ell." jawab Kenzo mengusap wajahnya.
__ADS_1
"Bibi Dania meninggal dunia!" ucap Daniella.
"Tadi Paman David baru saya telepon Kenzo, dan mengatakan bahwa Bibi Dania baru saja kecelakaan dan langsung meninggal di tempat!"
Terlihat wajah sedih dari Putri Danish itu. Sepertinya memang kabar duka itu membuat Danish syok berat dan langsung terjatuh karena mendapatkan serangan jantung.
Padahal selama ini dia tidak pernah memiliki riwayat jantung yang buruk, bahkan bisa di katakan sehat.
Akhirnya mereka tahu bahwa penyebab sang Daddy seperti itu adalah berita tentang kematian saudara kembarnya.
Lula masuk ke dalam kamar rawat VIP dan menatap sang suami yang masih terlelap akibat pengaruh obat yang diberikan oleh dokter
Lula merasa senang ketika Danish sudah melewati masa kritis nya. Tapi saat ini hatinya pun tengah bersedih kala mendengar berita kematian saudara iparnya itu.
Anak-anak masih berada di luar karena hanya boleh satu orang yang masuk ke dalam ruangan itu.
Perlahan Danish membuka matanya, membuat Lula sangat senang ketika melihat suaminya itu telah sadar kembali.
"Akhirnya kamu siuman juga Sayang, aku sangat mengkhawatirkanmu," Lula memegang tangan Danish dan mengelusnya lembut.
Danish menatap wajah sang istri dan kemudian matanya turun ke tangan Lula yang menggenggam nya.
__ADS_1
Pria itu tersenyum melihat sang istri yang selalu setia mendampinginya. "Aku baik-baik saja Sayang, tidak perlu mengkhawatirkan ku. Di mana anak-anak?"
"Anak-anak sedang berada di luar ruangan. Saat ini Arshel dan Evelyn juga sedang dalam perjalanan menuju ke Washington DC. Setelah mendapatkan kabar bahwa Daddy-nya tiba-tiba tidak sadarkan diri." ucap Lula dengan raut wajah khawatir.
"Aku tidak apa-apa, tadi Marco menelponku mengabariku bawa Dania kecelakaan dan meninggal di tempat. Itu membuatku langsung merasa sok dan sangat terkejut," ucap Danish sendu.
Lula mengeratkan genggamannya memberi sebuah ketenangan kepada sang suami, Lula tahu bagaimana rasanya ditinggalkan pasti rasanya sangat sedih dan terpukul, apalagi sudah sangat lama tidak bertemu dan mungkin pertemuan kemarin yang belum lama ini adalah pertemuan terakhir untuk mereka melihat Dania.
"Semua orang di dunia ini pasti akan meninggal sayang, begitupun dengan ku, aku juga akan meninggal entah itu kapan, kita tidak akan pernah tahu berapa umur kita dan kapan ajal akan menjemput, yang pasti di sisa umur kita ini harus dijaga dengan baik baik dan akan saling menjaga agar kita tidak akan menyesal seumur hidup." nasihat Lula.
Danish menatap istrinya itu yang sudah mengeluarkan air matanya, tentu saja dia tidak mau kehilangan Lula.
"Kita masih akan tetap bersama dalam waktu yang lama sayang, jadi jangan pernah mengatakan hal itu lagi," Danish membawa tangan sang istri ke arah bibirnya dan mengecupnya berkali-kali.
"Jangan berkata seperti itu sayang, kita tidak akan ada yang tahu berapa lama akan hidup di dunia ini." lanjut Danish.
Kepergian saudara kembarnya itu langsung membuat dia langsung sok dan terkena serangan jantung. Dia tidak ingin Luka mengatakan hal seperti itu karena dia tidak ingin kehilangan sang istri secepatnya.
Sedangkan di luar ruangan yang sama para putra Danish dan putrinya itu juga merasa luka yang sangat dalam.
Bagaimana tidak, setelah bertahun-tahun tidak bertemu, dan sekali bertemu itu adalah pertemuan terakhir untuk mereka.
__ADS_1
Bersambung.
Maaf cuma dikit, othor sangat sibuk sekali, dan maaf kalau Feel-nya kurang greget.