Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Acara Amal


__ADS_3

Happy Reading 😊


Rigen menatap malas ke depan dengan pemandangan yang disuguhkan oleh acara yang dia ikuti karena bujukan sang Mommy.


"Aku keluar dulu Mom, di sini sangat gerah." Ucap Rigen akan pergi dari tempat itu tetapi tangannya langsung dicekal oleh Mommy-nya.


"Tunggu dulu, ini acara amalnya akan segera di mulai, kamu di sini saja ya, nemenin Mom," ucap Mommy Mia.


Rigen mendesah kasar.


"Kenapa Mommy tidak bergabung saja dengan para wanita di depan itu, bukankah mereka para wanita sosialita seperti Mom?"


"Tidak, Mommy tidak mau bergabung dengan mereka,, kamu tahu sendiri kan kalau Mommy tidak suka berkumpul dengan para Wanita sosialita seperti mereka, karena Mom suka sendiri kalau tidak bersama Daddy." Jawab sang Mommy.


Ya, selama ini Mia memang selalu pergi bersama Kenzo, kalau tidak ada Kenzo, biasanya dia mengajak Daniella atau pergi sendiri. Mia tidak suka berteman dengan para wanita-wanita dari kelas atas, padahal dia juga termasuk istri dari seorang Kenzo Alvares.


Bagi Mia semua wanita itu hanya orang-orang yang bermuka dua. Di depan baik tapi di belakang menghujat, apalagi setelah beberapa orang mengetahui dari mana Mia berasal.


Kalau bukan karena kakuasaan dan kekuatan Alvares, entah seperti apa kehidupan Mia selama ini. Mia sadar bahwa dia hanya anak dari keluarga yang tidak mampu.

__ADS_1


Rigen merangkul bahu sang Mommy dan selaku memberikannya semangat.


"Mom, memang yang terbaik." Ucap Kenzo.


Mommy Mia tersenyum. "Terima kasih sayang, kalau bukan karena undangan dari salah satu sahabat Daddy, Mom juga gak akan mau untuk pergi ke acara ini." Jawab Mommy.


Rigen benar-benar salut terhadap Mommy-nya itu. Pria itu tahu betul apa yang di rasakan oleh sang Mommy.


Itulah yang Rigen tidak suka dengan kehidupan orang-orang kaya yang terkadang merendahkan orang yang tidak mempunyai apa-apa. Mereka selalu menganggap orang miskin tidak sederajat dengan mereka, terkadang Rigen ingin berteriak dan memaki siapa saja yang menyudutkan Mommy-nya yang memang terlahir bukan dari kalangan orang kaya. Bagi Rigen semua manusia itu mempunyai derajat yang sama, di mata Tuhan tidak ada orang yang lebih baik selain dari kelembutan hatinya.


Sungguh Rigen sangat tidak menyukai dengan watak dan sikap orang-orang kaya itu. Bagi Rigen semua wanita yang mengejarnya juga sama, hanya menginginkan harta, tahta dan derajat. Tidak ada yang mencintai nya dengan tulus. Kecuali seorang gadis yang saat ini sudah menjadi kekasihnya yaitu Emma Watson.


"Selamat malam semuanya." Rigen menajamkan pendengarannya.


Rigen membulatkan matanya, dia melihat Emma berada di atas panggung dengan memakai gaun yang sangat cantik.


"Saya di sini mewakili perusahaan Watson grup akan menyerahkan donasi Amal untuk para korban bencana di Negara bagian Alaska, saya juga akan memperkenalkan diri terlebih dahulu."


"Nama Saya Emma Watson, putri terakhir keluarga Watson dan sekarang sudah menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan Watson." Rigen menyimak perkataan dan ucapan Emma yang begitu tegas dan lugas.

__ADS_1


"Kamu sangat cerdas dan cantik, meskipun saat ini kamu berusaha menampilkan image sebagai seorang putri konglomerat, tapi bagiku kamu tetap memiliki sisi rapuh yang tidak banyak di ketahui oleh semua orang." Batin Rigen menatap ke arah panggung.


"Sayang, lihatlah gadis itu,, ternyata dia adalah putri dari keluarga Watson." Tunjuk Mia ke arah depan.


"Iya Mommy, tadi dia sudah mengenalkan dirinya." Jawab Rigen menatap ke arah Emma yang masih berpidato di depan.


"Cantik sekali ya, bagaimana kalau seandainya dia menjadi menantu Mommy,, tapi rasanya tidak mungkin." Rigen hanya diam saja mendengar kan segala pujian yang terlontar bdari mulut Mommy-nya untuk Emma.


Aku tahu Mom, seandainya Mommy tahu bahwa gadis itu adalah kekasihku, bagaimana reaksi Mommy?? batin Rigen


Emma baru saja menyudahi acara pidatonya, dia pun mengucapkan terima kasih dan sedikit membungkukkan badan.


Pada saat melihat ke arah orang-orang di depannya, tiba-tiba matanya tidak sengaja melihat seorang pria yang sangat dia rindukan.


"Rigen!" Gumam gadis itu.


Bersambung.


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹

__ADS_1


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.


Terima kasih ❤️😘😘😘


__ADS_2