
Happy Reading 😊
POV Kenzo
Sore ini aku melihat gadis yang beberapa hari mengusik pikiran dan hatiku sedang meletakkan minuman yang ku pesan dengan minuman milik Evelyn.
Tentu saja aku terkejut ketika melihat Mia mendatangi ku, rasa terkejut ini lebih dominan rasa bahagia karena akhirnya Mia ada di hadapanku.
Aku tidak tahu mengapa gadis berparas cantik ini selalu menghindari ku?
Apakah aku telah berbuat kesalahan hingga Mia sama sekali tidak mau mengangkat telepon dariku.
Ah entahlah, aku merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun padanya.
Sekarang aku harus mencari tahu kenapa Mia seperti itu padaku, dia harus menjelaskan kesalahan apa yang telah ku buat sehingga aku merasa bahwa Mia seakan jijik padaku.
Tidak tanggung lagi, aku langsung membawa Mia keluar dari restoran itu tapi sebelumnya aku pamit kepada Evelyn akan mengajak Mia keluar untuk mengobrol.
Evelyn tersenyum seperti tahu apa yang sedang ku rasakan, Evelyn memang gadis yang baik, dia sangat mencintai Arshel, tapi entah kenapa Arshel selalu bersikap dingin padanya.
Padahal kami tahu bagaimana sifat Arshel yang sangat dewasa dan tegas tapi juga memiliki sisi kelembutan dengan orang yang dia sayang.
Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Evelyn dan Arshel.
Saat ini aku sudah membawa masuk Mia ke dalam mobilku, entah kenapa rasanya ingin merantai gadis di samping ku ini agar dia tak bisa menjauh lagi.
Aku pun menanyakan soal sikap dia yang selalu menghindar.
Tapi Mia hanya menjawab sedang sibuk. Tak lantas membuatku puas dengan jawabannya, aku pun menarik tengkuk Mia dan langsung menempelkan bibirku pada bibir yang sudah lama ku perhatian itu.
Yah, inilah yang ku inginkan sedari dulu, merasakan bibir manis milik Mia, mencium dan meraup nya seperti permen loli.
Bisa ku rasakan bahwa Mia tidak pandai berciuman, dia hanya diam tanpa membalas ciuman dariku.
Tapi aku pun tidak tinggal diam, coba ku gigit kecil bibirnya agar terbuka dan cara itu berhasil, tidak ku sia-siakan momen ini, lidahku langsung masuk menerobos mengabsen setiap deretan giginya, menautkan lidah kami dan saling membelit.
Ah, kenapa junior langsung menegang sempurna hingga membuat celanaku sesak.
Sungguh sangat menyiksa, bibir kami masih bertautan dan rasanya telapak tangan ini sungguh gatal ingin menyentuh sesuatu yang menonjol di dadanya.
Yah kalian pasti sudah tahu apa yang ku maksud, tidak perlu di jabarkan lagi karena nanti sama editor di rubah menjadi tanda bintang.
__ADS_1
(Keluh kesah othor)
"Aahh!"
Aku mendengar suara indah Mia mengalun merdu di telingaku membuatku semakin semangat memainkan miliknya yang ternyata memang besar dan Sh!!+ sangat kenyal.
Aku tahu Mia sangat menerima sentuhan ku, apakah itu artinya dia juga merasakan apa yang ku rasakan?
"Mia, jangan pernah menghindar dariku lagi mulai saat ini."
Setelah mengatakan itu aku menautkan bibirku lagi pada bibir Mia dan kami pun semakin memperdalam ciuman ini.
Jujur saat bersama Mia rasanya sangat nyaman, dia sangat berbeda dengan gadis lain di luar sana.
Mereka cenderung agresif dan selalu menampilkan kemolekan tubuhnya, sangat berbeda dengan Mia, hampir seluruh tubuhnya selalu tertutup dengan pakaiannya yang panjang.
Aku suka gadis seperti itu, dan diriku semakin yakin dengan perasaan ini terhadap Mia.
Ya, aku jatuh cinta padanya. Rasa itu semakin menggila ketika Mia berusaha menghindari ku dan tidak mau menatap ke arahku.
Rasa rindu ini tidak bisa tertahan, ingin setiap hari ku mendengar suara indahnya meskipun hanya lewat telepon.
Tapi Mia tidak pernah mengangkat panggilanku. Dan sekarang akan ku jerat dia dengan ikatan cinta ini.
"Euhmm, stop Kenzo!" Seru Mia mendorong bahuku dengan keras.
PLAK!!
Bisa ku rasakan pipiku yang memanas akibat tamparan itu.
"Mia, kenapa? Bukankah kamu juga menyukainya?" Aku bertanya sambil memegangi pipi kiri ku yang masih panas.
Kuat sekali dia menamparku tadi.
"Kenzo! Kamu benar-benar b3ngs3k!" Serunya sambil membenahi pakaian nya yang sudah terbuka separo itu.
Oh my God, ternyata aku sudah membuka dua kancing baju Mia, pantas saja dia langsung marah seperti itu.
Seingatku tadi dia juga menikmati ciuman ku.
"Maaf Mia, aku khilaf, saking enaknya tanganku malah berkeliaran kemana-mana, maafkan aku!"
__ADS_1
Aku melihat Mia yang mengalihkan pandangannya, bisa ku lihat dari sudut pandang ku bahwa pipinya sudah memerah seperti tomat.
"Ternyata kamu tidak hanya br3ngs3k Ken tapi juga mesum, apa kamu tidak ingat kalau Evelyn masih menunggumu di dalam restoran! Jangan sampai dia tahu kamu melakukan ini padaku!" Seru Mia.
"Memangnya kenapa kalau Evelyn menungguku, tadi aku juga sudah bilang sama dia kan?"
Mia nampak menghela napas panjang, dia menoleh dan menatap ku tajam setajam silet. ðŸ¤
"Apa kamu tidak memiliki perasaan Ken, bagaimana kalau Evelyn mencari mu dan ternyata dia melihat kita yang sedang berciuman seperti ini! Bahkan tanganmu bergerak kemana-mana! Aku juga wanita yang memiliki perasaan Ken, tolong jangan lakukan ini pada kami!" Aku melihat sudut mata Mia telah menggenang.
Sampai sekarang aku belum mengerti mengenai ucapan Mia tentang Evelyn.
Aku pun menghela nafas panjang, melihat Mia yang sudah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya itu membuat hatiku perih.
"Maafkan aku Mia, aku sama sekali tidak bermaksud melecehkan mu tapi aku melakukan semua itu karena aku menyayangimu," Mia membuka tangannya itu dan menatap ku penuh tanda tanya.
"Ken, kamu benar-benar jahat ya! Apa kamu tidak sadar bagaimana perasaan Evelyn kalau dia mendengar ucapanmu itu?"
Lagi-lagi masalah Evelyn.
"Kenapa kamu malah memikirkan perasaan Evelyn, Mia aku tidak peduli dengan gadis itu yang ku pedulikan itu kamu! aku benar-benar mencintaimu Mia," rasanya sudah sangat emosi mendengar Mia yang selalu mengatakan tentang perasaan Evelyn.
"Aku tanya padamu Mia, jawab jujur dari lubuk hatimu yang paling dalam! apa kamu mencintai ku?" Mia terlihat kaget saat mendengar pertanyaannya ku.
Dia terlihat menghela nafas kasar.
"Jujur Ken, dari sebelum kita kenal aku sudah tahu tentang dirimu, gadis mana yang tidak akan jatuh cinta pada pria tampan, mapan dan kaya seperti mu, tapi aku sadar siapa diriku Ken? aku berbeda denganmu, dan aku juga sudah mencintai bahkan sebelum kamu memiliki perasaan itu padaku!"
Mia mengatakan itu dengan tenang dan tidak menggebu, inilah yang ku suka darinya.
"Kalau begitu apalagi yang menghalangi perasaan kita? maukah kamu menjadi kekasihku?" ucapku to the point.
"Dasar pria mesum! apa tidak cukup hanya satu wanita yang menjadi kekasih mu? aku tidak mau berpacaran dengan kekasih orang!"
Aku melongo mendengar ucapan Mia.
"Siapa yang kekasih orang?"
Bersambung.
Ini nih yang gak ku suka, mbulet gak ketemu jalan keluarnya, tapi aku gak suka nulis cerita yang mbulet seperti itu.
__ADS_1
Intinya to the point lah🥰🥰🥰