
Happy Reading 😔
Evelyn sedari tadi tampak mondar mandir di ruang tamu apartemennya, perasaannya gelisah tidak menentu, sambil terus mendekap ponselnya dan berdoa dalam hati.
Entah kenapa tiba-tiba dia merasa sesuatu terjadi dengan Arshel, karena seharusnya kekasihnya itu tiba satu jam yang lalu.
"Arshel, kamu di mana? ponselmu tidak aktif dan kamu juga belum sampai ke sini? ku mohon jangan membuatku gelisah seperti ini!"
Evelyn mencoba menghubungi nomor Arshel kembali, tapi tetap saja hanya suara operator yang terdengar.
"Ya Tuhan, ada apa ini? apa iya Arshel nge-prank aku? tidak lucu sama sekali! ini sudah hampir pagi dan dan Arshel tidak memberi kabar apapun!" Evelyn duduk di sofa dengan perasaan kesal campur gelisah.
Tiba-tiba ponselnya berdering, matanya berbinar ketika melihat nomer yang menelepon, tapi dia sedikit kesal karena tadi nomer itu baru saja tidak aktif.
Sampai dering yang ke dua Evelyn menjadi tidak tega, Akhirnya diapun mengangkat telepon dari Arshel itu.
"Halo!"
"Halo, selamat malam Nona, kami dari pihak kepolisian mengabarkan bahwa pemilik nomer ini mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di ruang ICU rumah sakit X, karena nomer anda yang terakhir di hubungi oleh korban jadi kami harap anda bisa segera datang ke rumah sakit X untuk mengurusnya."
Bruuk!!
Tubuh Evelyn langsung merosot duduk karena kakinya langsung lemas mendengar berita itu, dadanya sesak dan bergetar.
"Baik Pak, saya akan segera ke rumah sakit X."
Evelyn meremas ponselnya kuat, kemudian dia bangkit berdiri dan langsung mencari kunci mobil dan dompetnya.
Meskipun masih dengan jantung bertalu kencang dan tubuh bergetar, Evelyn tetap akan ke rumah sakit demi melihat kondisi sang kekasih.
"Hiks, kenapa bisa menjadi seperti ini!" Evelyn mengemudi dengan gelisah tidak tenang, harapan satu-satunya adalah semoga Arshel baik-baik saja.
Setelah menempuh perjalanan lima belas menit akhirnya Evelyn sampai di rumah sakit X dan bergegas masuk ke dalam.
"Dokter, pasien kecelakaan tadi ada di ruang apa?" Evelyn bertanya pada dokter yang lewat.
"Kalau pasien kecelakaan masih berada di ruang ICU Nona, masuk lurus dan belok kiri," jawab dokter tersebut.
"Terima kasih Dokter!"
Evelyn langsung berlari menuju tempat yang di arahkan dokter itu, dengan langkah yang lebar Evelyn melihat ruang ICU dan mendekat.
Air mata langsung membanjiri pipi mulusnya ketika melihat sang kekasih dari kaca sekat di pintu ICU. Arshel masih dalam penanganan dokter karena benturan di kepalanya cukup keras.
"Arshel!! Akkk kenapa jadi seperti ini!" Evelyn berteriak di depan pintu ICU sambil meremas dadanya.
"Nona, tenanglah! jangan berteriak, ini rumah sakit!" seorang polisi muda mendatangi Evelyn dan menenangkannya.
__ADS_1
Evelyn jatuh ke lantai dan tubuhnya merosot ke bawah, polisi muda itu langsung menahan dan memanggil perawat agar segera di tangani.
"Kasihan sekali Nona itu, pasti dia kekasih dari pasien yang berada di dalam ICU." gumam polisi muda dan taman itu.
Dokter masih memberikan penanganan dengan menjahit kepala Arshel yang sedikit terbuka karena benturan keras.
Sepertinya kondisi Arshel tidak begitu parah karena dia sempat memakai sabuk pengaman, hanya kepalanya saja yang terluka.
###
Evelyn membuka matanya, tercium bau disinfektan yang menyeruak, dia melihat sekeliling dan langsung duduk begitu saja.
"Arshel!"
Evelyn ingat tadi dia ke rumah sakit untuk melihat kondisi Arshel yang baru saja kecelakaan.
Diapun berusaha bangun dan berdiri dari ranjang pasien tempatnya tidur tadi.
"Nona, anda baru saja siuman, duduklah dulu," ucap polisi yang menolong Evelyn tadi.
"Tapi Pak polisi saya harus segera mengetahui kabar dari kekasih saya yang masih kritis di ICU." Polisi tersebut menahan Evelyn yang terlihat panik itu.
"Kekasih mu sudah di pindah ke ruang perawatan, dia sudah melewati masa kritisnya," ucap Dokter muda itu.
"Benarkah? syukurlah, Tuhan terima kasih." Evelyn nampak sedikit tenang dengan kabar itu.
"Sama-sama Nona, anda pingsan sudah hampir lima jam, tadi saya juga sempat khawatir tapi untungnya anda tidak apa-apa," Evelyn tersenyum dan menyalami polisi tersebut.
"Sekali lagi terima kasih pak Alexander," Evelyn langsung berpamitan menuju ruang rawat Arshel.
Gadis itu terkejut ketika melihat beberapa orang yang berada di ruangan Arshel di rawat, orang tua Arshel sudah berada di sana di dampingi seorang dokter dan beberapa perawat.
"Uncle, Bibi," lirih Evelyn ketika masuk ke dalam ruangan itu.
Danish dan Lula langsung menoleh, mereka menatap Evelyn dengan tatapan sendu.
"Evelyn, kamu di sini?" tanya Lula menghampiri putri sahabatnya itu.
"Bibi, bagaimana keadaan Arshel?"
"Pasien sudah melewati masa kritis, keadaannya tidak terlalu buruk dan lukanya janya terdapat di kepala saja," jelas sang dokter.
"Tapi dok kenapa putra saya belum siuman juga?" tanya Danish.
"Sebentar lagi pasti siuman, tapi nanti anda jangan terkejut apabila pasien mengalami amnesia, sangat wajar apabila hal itu terjadi tapi nanti pasti akan pulih dengan sendirinya."
"Amnesia dok?" tanya Evelyn.
__ADS_1
"Iya, biasanya kalau terjadi benturan di kepala mengakibatkan otak sedikit lemah dan bisa mengakibatkan amnesia, tapi luka Pasien tidak terlalu serius," jelas sang dokter.
Evelyn merasa sakit dan sedih ketika mendengar penjelasan itu. Tiba-tiba kelopak mata Arshel bergerak.
"Arshel sudah sadar!" seru Evelyn.
Danish dan Lula langsung menghampiri putranya itu.
"Sayang, kamu sudah sadar!" Lula memegang tangan Arshel sambil mengeluarkan air matanya.
"Syukurlah nak!" desah Danish merasa sedikit lega.
"Kalian siapa?"
Deg.
Semua orang terkejut mendengar Arshel mengucapkan itu.
"Kami orang tuamu sayang!" Ucap Danish menatap sendu sang putra.
"Aku tidak ingat!"
"Ya Tuhan, bagaimana ini dokter!!" seru Lula panik seketika.
Evelyn mendekati Arshel dan menatap ke arah sang kekasih yang masih di balut perban di kepalanya.
Arshel menatap Evelyn dengan tatapan yang sulit di artikan. Tiba-tiba tangannya terasa hangat karena genggaman lembut dari Evelyn.
"Sayang, aku rela kamu melupakanku asalkan kamu baik-baik saja," ucap Evelyn mencium punggung tangan Arshel.
"Aku tidak mengingat namamu tapi aku ingat wajahmu, karena sebelum aku membuka mata yang ada dalam pikiranku hanyalah wajahmu ini!"
Bersambung.
Nah kan othor gak jahat-jahat bangett🤭🤭
Jangan lupa mampir di novel terbaru othor ya.
yang berjudul Lumpuhkan Ingatanku
Kalau ada yang bertanya tentang kisah king dan princess sebenarnya belum othor teruskan Karena akan pindah lapak, tapi nanti aku bikin ending nya di sini.
Cuss langsung favorit kan ❤️❤️
kisah Zicko dan Zizi anak dari Liora dan Nickolas yang gak kalah seru 🥰
__ADS_1