Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Edward


__ADS_3

Happy Reading 😊


Othor kasih IGnya aja ya untuk visual Edward.



Ganten mana sama Aland. 🤭🤭🤭




Edward mengajak Regina pergi ke suatu tempat yang masih berada di kawasan Miami beach. tempat itu seperti sebuah jalan yang sangat panjang membentang di pinggir pantai, namanya Miami Beach Boardwalk.



Regina benar-benar sangat menyukai tempat itu, bisa melihat luasnya laut dari arah dekat tanpa harus membasahi kakinya



Miami Beach Boardwalk adalah salah satu tempat untuk para pejalan kaki di sepanjang pantai Miami Beach. Boardwalk Ini membentang sejauh lebih dari tiga mil, dan tidak pernah membelok jauh dari pantai dan pantai paling menakjubkan di Miami. The Miami Beach Boardwalk dimulai di Indian Beach Park di Mid-Beach Miami, dan mengarah ke selatan sampai ke pantai South Beach.



"Tempat ini sangat indah, aku menyukainya,, Terima kasih Edward, karena telah mengajakku ke sini." Ucap Regina tersenyum.



**Miami Beach Boardwalk**



![](contribute/fiction/2685882/markdown/11285842/1636881255531.jpg)



Penampakan siang hari.



![](contribute/fiction/2685882/markdown/11285842/1636881255525.jpg)



"Ya sama-sama, biasanya kalau aku sedang sedih selalu ke tempat ini, berjalan di sepanjang jalan ini sampai ke ujung sana. Apalagi pada saat malam hari seperti ini, suasananya menjadi lebih tenang dan damai." Ucap Edward menoleh ke arah Regina.



Angin malam berhembus kencang, terasa dingin dan menusuk di kulit. Edward melihat Regina yang memeluk tubuhnya sendiri, dengan insting kelakiannya pria itu melepaskan jaketnya dan meletakkan di punggung Regina.



"Cuaca semakin dingin," Regina mengangguk.



"Apa kamu pernah ke Washington DC?" tanya Regina.


__ADS_1


"Ehhm, pernah, tapi sudah lama aku tidak kesana lagi." Regina menghentikan langkahnya.



"Apa ada tempat untuk duduk, sepertinya kakiku sudah terasa sedikit lelah." Tanya Regina.



Edward melihat sekeliling, di tempat itu tidak ada tempat duduk. Pria itu melihat Regina yang sedang berjongkok, sepertinya gadis itu memang sudah sangat letih.



"Naiklah ke sini, aku akan menggendong-mu sampai Villa." Edward berjongkok di depan Regina.



"Eh, tidak perlu,, aku masih bisa jalan kok." Regina menolak merasa tidak enak.



"Jalanan ini masih panjang dan kamu pasti tidak akan kuat kalau terus berjalan tanpa istirahat." Ucap Edward.



"Kalau begitu lebih baik kita istirahat dulu," gadis itu duduk dengan kaki berselonjor.



Meregangkan otot-otot kaki setelah berjalan jauh. Edward juga ikut duduk di samping Regina. "Eh, apa tidak kotor?" Seru Regina melihat Edward yang tiba-tiba merebahkan dirinya.



"Lihatlah bintang-bintang itu, sangat indah?" Edward menunjuk ke atas.




"Ayo, rebahan dulu, sudah ku bersihkan?" Edward menyapu tempat itu dengan tangannya.



"Heemm, baiklah.." Regina menurut dan akhirnya ikut merebahkan diri di samping Edward.



"Ternyata kalau kita melihat bintang-bintang itu dengan cara seperti ini, terlihat lebih indah!" Seru Regina.



"Betul, kita bisa melihat bintang itu dan seakan bisa menggapainya." Regina melihat Edward yang mengangkat tangannya ke arah langit seakan menggapai bintang-bintang itu.



"Re, apa kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Edward tiba-tiba.



"Belum, aku tidak memiliki kasih karena pria yang aku cintai sudah mempunyai calon istri." Edward terkejut mendengar jawaban Regina.

__ADS_1



"Aku tidak percaya,, wanita secantik kamu belum memiliki kekasih? itu hal yang mustahil." Edward terkekeh.



"Terserah kamu saja, mau percaya atau tidak,, tapi memang itulah kenyataannya, aku belum pernah pacaran dan sekarang aku juga tidak memiliki kekasih."



Edward dan Regina saling menoleh dan mata mereka saling bertemu.



"Kamu cantik, Re" ucap Edward masih menatap mata hijau bening Regina.



Regina tertawa kecil. "Kamu juga tampan, tapi kata Sherena kamu masih melajang hingga usiamu yang sudah 30 tahun ini, masa pria tampan belum punya pasangan."



"Itu karena aku belum mendapatkan gadis yang sreg di hati." Regina semakin tertawa kencang.



"Kalau kamu bagaimana? kenapa gadis secantik kamu belum punya kekasih? dan malah menyukai calon suami orang? apa pria itu tidak tahu kalau kamu menyukainya?"



Regina langsung terdiam mendengar ucapan Edward, dia menerawang jauh langit di atas sana. Aland, Regina menyukai Aland sejak masih remaja. Dulu Regina mengira bahwa Aland juga menyukainya. Tetapi ternyata Regina salah, selama ini dia di butakan oleh cinta masa remaja yang tidak kenal rasa malu.



Suasana tiba-tiba menjadi hening. Edward jadi merasa bersalah karena telah bertanya seperti itu.



"Jujur Re, pertama kali melihatmu, aku sudah merasa tertarik, baru kali ini aku melihat wanita yang sangat cantik bak bidadari."



Regina memukul bahu Edward. "Sudahlah, tidak usah menggodaku, tidak mempan." Regina bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Edward.



"Gadis yang cantik, Aland benar-benar pria bodoh yang telah menyia-nyiakan Regina. Malah memilih bersama wanita yang penuh dusta, Susy,, Aland tidak tahu seperti apa wanita itu!" Batin Edward.



"Aku akan menjaga Regina dan membuatnya nyaman bersama ku."



Bersambung.



Nah loh,,,, Uhukkk othor batuk mau ngetik gak jadi ngumpat😩😩😩

__ADS_1



Jangan di bully ya 🤭🤭🤭


__ADS_2