
Happy Reading 😊
Candy menatap tajam wajah sang suami yang hanya cengengesan sedari tadi. Bukan-nya merasa sedih dengan apa yang akan diceritakan oleh Darren, tetapi Candy malah semakin tertantang.
"Kenapa sepertinya kamu sangat antusias untuk mendengarkan ceritaku ini, sayang?" Darren bertanya heran.
Padahal tadi istrinya itu terlihat sangat sedih. Candy memang sudah bisa mengendalikan dirinya kembali, dia ingin tahu seberapa jauh Darren berkata jujur.
"Menurut ku ceritamu lebih menarik, dari pada harus bersedih dan menangis, lebih baik aku menyiapkan mental mulai dari sekarang." Darren melotot sempurna mendengar jawaban sang istri.
Kenapa sepertinya Candy baik-baik saja, padahal tadi itu merasa senang karena membuat istrinya cemburu.
"Sayang, tenang saja aku tidak akan berani melakukan tindakan yang fatal di belakangmu, sebenarnya aku ingin meminta maaf padamu karena selama ini tidak mempercayaimu." Darren menarik napas dalam-dalam.
Candy masih menyimak dengan tenang, padahal hatinya sudah merasa tidak karuan untuk mendengar kenyataan ini.
"Maaf karena masih mempercayai Melisa padahal kamu sudah memperingatkan sejak dulu tetapi aku malah membela wanita itu, Maaf sayang, maafkan aku."
Jantung Candy berdetak sangat cepat, jangan-jangan Derren telah terjebak oleh sekretarisnya itu.
"Malam itu waktu di pesta Melisa datang menghampiriku dan menawariku sebuah minuman. Awalnya aku menolak, tetapi dia memang sedikit memaksa dan akhirnya aku pun meminum satu gelas wine dari tangan Melisa. Kemudian setelah beberapa saat aku merasakan hawa tubuhku menjadi semakin panas dan aku sadar aku telah dijebak,, Melisa tiba-tiba merayuku dan mendekatkan dirinya. Tetapi saat itu aku langsung mengingatmu dan kudorong tubuh wanita itu hingga hampir terjatuh. Kemudian aku langsung meninggalkannya begitu saja dan pulang ke rumah, karena efek obat itu masih bekerja aku pun melampiaskan hasrat kepada istriku aku tidak mau memberikan tubuhku ini kepada wanita lain selain dirimu sayang,, percayalah bahwa aku tidak akan pernah menghianati pernikahan kita." Cerita Darren.
__ADS_1
Candy menatap mata Darren untuk mencari kebohongan di dalam sana, tetapi mata almond itu memperlihatkan sebuah ketulusan.
"Sudah ku katakan bukan siapa Melisa itu, tetapi kamu tetap saja tidak mempercayaiku, aku sudah curiga bahwa wanita itu memang dari dulu dengan berkedok menjadi sekretaris yang handal dan kompeten tetapi melihat gelagat dan tatapan matanya saat melihat mu, aku sudah tahu bahwa dia sangat menyukaimu," Darren menunduk lesu.
Seharusnya sejak awal istrinya itu meingatkan, dia harus percaya. Itulah sebabnya Darren begitu menyesal karena lebih mempercayai Melisa.
"Maafkan aku, sayang." Darren memeluk tubuh Candy. Menggirup aroma istrinya yang sudah menjadi candu. Candy membalas pelukan sang suami dengan erat.
Dia tahu bahwa Darren memang semakin mempesona ketika usianya sudah mencapai kepala 5. Lihatlah tubuhnya yang memang sangat menawan di usia seperti itu Darren tidak terlihat tua, tetapi sekalin terlihat hot saja.
"Baiklah, aku percaya padamu, tapi kalau sampai kamu berani permainan wanita lain di belakang ku, lihat saja nanti aku akan pergi dan membawa putra kita sejauh mungkin darimu!" Ancam Candy.
Darren merenggangkan pelukannya, memandang wajah istrinya yang begitu cantik itu. "Terima kasih sayang, karena telah percaya padaku." Candy tersenyum tulus.
Melisa berada di atas tubuh pria sewaannya, wanita itu bergerak naik turun dengan peluh yang membasahi tubuhnya.
Pria di bawahnya membantu Melisa yang sedang bergerak dengan dengan tangan yang memegang pinggangnya.
Berkali-kali Melisa meneriakkan nama Darren dalam setiap deru napasnya, apalagi saat wanita itu mencapai pucuk kenikmatan surga dunia. Hanya nama Darren yang keluar dari mulut wanita itu.
Melisa memang mengakui sejak pertama kali melamar di perusahaan Darren, Wanita itu sudah menyukai atasannya tersebut.
__ADS_1
Tetapi dia tahu diri kalau Darren sangatlah setia dan tidak akan mendua,, ia pun memilih mundur dan tidak akan pernah mengganggu Darren dan istrinya kembali.
###
Washington DC.
Zack sedari tadi muntah-muntah terus, bahkan tubuhnya terlihat sangat lemah.
"Apa kamu sakit sayang? kenapa muntah-muntah terus?" tanya Daniella yang baru masuk ke dalam kamar.
"Aku tidak tahu sayang, tolong ambilkan aku air hangat."
Daniella menggangguk dan keluar dari dalam kamar itu, kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambilkan segelas air hangat untuk sang suami.
"Besok kita harus segera periksa keadaan mu sayang," ucap Daniella sambil menyerahkan air hangat itu kepada suaminya.
Bersambung.
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya akak-akak reader yang baik hati dan tidak sombong, yang selalu setia sama Khilaf Terdalam mohon untuk memberikan Likenya ya 🥰🥰, Like, Like, Like
Jangan lupa juga untuk membaca karya othor yang lain, yang pasti ceritanya tidak kalah seru dan baper abisss 😘
__ADS_1