Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Bibit Unggul


__ADS_3

Happy Reading 😊


Kenzo dan Mia menghentikan kegiatannya di pagi itu gara-gara terdengar suara gedoran pintu depan.


"Siapa ya? pagi-pagi buta sudah berkunjung ke rumah orang?" gerutu Kenzo yang berada di atas tubuh Mia dengan posisi mengukung.


"Entahlah sayang, apa kita tunda dulu dan melihat siapa orang yang ada di luar?"


"Tidak sayang, kita teruskan dulu ya, udah hampir sampai ini!" Kenzo kemudian menggerakkan tubuhnya lagi dengan ritme yang cepat.


Tok, tok, tok!!!


Tok, tok, tok!!!


Tok, tok, tok!!!


"Astaga!! mengganggu sekali sih!!" Emosi Kenzo meluap kala suara ketukan pintu itu semakin keras saja.


Maklum kalau sedang on fire lalu ada yang mengganggu biasanya bisa langsung down. Kenzo berusaha untuk tidak memperdulikan suara berisik itu. Dia terus memacu agar bisa segera mencapai kepuasan.


Mia sampai menahan rasa yang nikmat dan menusuk itu sambil memejamkan matanya. Kenzo masih terus bergerak, dia tidak akan berhenti di tengah-tengah begitu saja.


Sampai pada akhirnya kedua suami istri itu mengeluarkan erangan yang memenuhi seluruh penjuru kamar.


"Cepat pakai bajumu sayang, lihatlah siapa yang sedang bertamu tadi, aku akan ke kamar mandi dulu," ucap Mia membungkus tubuh polosnya dengan selimut dan berjalan ke arah kamar mandi.


Kenzo yang masih rebahan merasa sangat malas untuk bangun, tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Kenzo melihat siapa yang meneleponnya pagi di hari Weekend itu.


"Daddy!" Kenzo langsung duduk seketika dan langsung mengangkat telepon itu.


"Halo Dad?"


"Kenzo Alvares!!!"


Kenzo langsung menjauhkan ponsel itu dari telinganya ketika Daddy Danish berteriak.

__ADS_1


"Buka pintunya Kenzo!! jangan tidur terus!!"


"Iya Daddy, aku sudah bangun, ya sudah, aku buka pintunya dulu."


Kenzo mematikan panggilan itu kemudian langsung memakai pakaiannya. Ternyata yang datang ke apartemennya adalah sang Daddy.


Dengan cepat Kenzo langsung keluar dari dalam kamar dan berlari menuju pintu depan.


Danish menatap penampilan putranya itu sambil memicingkan matanya. Dia baru mengerti kenapa putranya itu sangat lama membuka pintu.


"Ck, dasar pengantin baru!" Danish berdecak sambil masuk ke dalam apartemen.


"Apa Dad? aku tidak mendengar dengan jelas?" Kenzo mengikuti langkah Daddynya.


Tapi Danish tidak menjawab dan langsung duduk di sofa single.


"Aku ingin mengajakmu ke Seatle bersama Mia, kita akan mengunjungi paman David dan Bibi Stella untuk memberitahu mereka tentang rencana pernikahan Arshel dan Evelyn, mereka tidak datang pada waktu pernikahanmu dan Daniella, mungkin karena kita tidak mengundang secara langsung!" Kenzo mendengakan sambil duduk di depan Daddynya.


"Aku hampir melupakan mereka Dad, sudah lama sekali tidak berkomunikasi dengan keluarga di Seatle," jawab Kenzo.


"Jadi kapan Arshel dan Evelyn menikah Dad?"


"Arshel sudah sembuh sekarang, jadi kita akan secepatnya melamar Evelyn, nanti Zack dan Daniella juga akan ikut ke Seattle," jawab Daddy Danish.


Kenzo mangut-mangut, memang benar yang di katakan sang Daddy bahwa sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak bertemu dengan Aunty Stela dan kedua putra putranya.


Setelah itu Daddy Danish langsung pulang dan bersiap-siap untuk keberangkatannya ke Seattle.


Sedangkan Arshel dari tadi senyum-senyum sendiri di ranjang kamarnya. Ya setelah beberapa hari pemulihan di rumah sakit Washington DC perkembangan kesehatan Arshel memang sangat bagus.


Kemarin dia sudah di perbolehkan pulang karena memang luka-luka di tubuhnya tidak parah dan kepalanya juga sudah sembuh.


"Akhirnya, sebentar lagi aku akan menjadi seorang Daddy, ternyata rencanaku ada yang berhasil juga!"


"Memang apa saja rencanamu Shel?" Arshel terkejut ketika melihat siapa yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan Ell, aku sangat kaget! ada apa mencariku, hem?" Arshel mengalihkan perhatian Daniella.


"Tadi aku mendengar kamu mengatakan 'ternyata rencanaku ada yang berhasil juga' maksudnya apa Arshel! aku jadi penasaran!" Daniella duduk di sisi ranjang masih dalam mode penasaran.


"Kamu tidak perlu tahu, sekarang giliranku bertanya? kenapa tiba-tiba masuk ke dalam kamar?"


"Kita akan ke Seattle bersama Kenzo dan juga Mia, karena kamu belum sembuh total jadi harus di tinggal dulu," ucap Daniella.


"Tadi Mommy dan Daddy sudah mengatakan sebelumnya, hati-hati ya, aku harus istirahat total agar rencana lamaran besok berjalan baik!" jawab Arshel yang di angguki Daniella.


Setelah itu gadis itu keluar dari dalam kamar Arshel. Apa iya dia harus mengatakan rencananya yang pura-pura Amnesia atau telah menghamili Evelyn pada Daniella.


Padahal selama ini dia sangat di kenal sebagai pria tegas dan disiplin, tidak pernah melanggar aturan apalagi sampai harus berbohong seperti itu.


Tapi yang membuatnya bahagia kali ini adalah kabar calon baby yang sedang tumbuh di perut kekasihanya itu.


Sepertinya bibit yang dia tanama adalah bibit unggul yang terbaik.


###


Seminggu kemudian.


"Halo sayang, bagaimana kabar calon baby-ku?"


"Dia baik-baik saja sayang, cuma mual di pagi hari, rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Papanya," jawab Evelyn di sebrang telepon.


"Tiga hari lagi aku akan kesana untuk melamar mu, nanti kita akan periksa ke dokter setelah aku di Florida sayang," ucap Arshel tersenyum bahagia.


Penantian yang selama ini tidak sia-sia, akhirnya semuanya membuahkan hasil yang dia inginkan. Hari pertunangan rencananya akan di lakukan tiga hari lagi.


Arshel sudah memilihkan cincin yang indah untuk jari masih Evelyn, semuanya sudah dia siapkan dengan matang.


Bersambung.


WAJIB DIBACA 😊

__ADS_1


Mohon dukungannya terus ya akak Reader untuk selalu like dan komen, tolong kasih hadiah gift bunga dan kopi untuk novel othor yang lain berjudul Lumpuhkan Ingatanku kalau ada yang belum mampir bisa langsung di cari di pancarian ya. Terima kasih 🙏🥰🥰


__ADS_2