
Happy Reading 😊
"Apa maksudmu sangat menyukainya?" Tanya Emma memicingkan matanya.
"Ya, aku suka saat kamu memelukku seperti tadi, entah kenapa rasanya begitu nyaman."Jawab Rigen.
Emma melotot sempurna ketika mendengar ucapa Rigen yang seperti itu.
"Jangan melotot seperti itu, aku hanya bercanda!" Rigen tergelak melihat reaksi Emma.
Emma merasa lega dengan ucapan Rigen, sepertinya dia hampir saja ge er tadi karena ucapan Rigen membuat hatinya menghangat.
Rasa sakit karena di khianati oleh Austin langsung lenyap begitu saja ketika kehadiran Rigen mampu membuat luka hatinya sembuh bahkan hilang tanpa bekas.
Emma yang sedang melamun tiba-tiba tubuhnya terasa terhuyung ke depan.
Emma tidak menyangka bahwa Rigen menarik tangannya sedikit kuat membuat tubuh mungil itu lagi-lagi menabrak dada bidang Rigen.
Sontak hal itu membuat Emma melototkan matanya, apalagi Rigen memeluk Emma begitu kuat. Sampai tontolan di depan dadanya sangat terasa.
Sial, kenapa rudalku ikut menegang!
Pria itu merutuki kebodohannya sendiri ketika senjata rudanya dengan tidak permisi ikut-ikutan menegak bagai tiang bendera.
"Rigen, kenapa memelukku lagi?" Emma sedikit meronta kala merasakan sebuah tonjolan di perutnya. Gadis itu tentu saja tahu benda apa itu.
"Biarkan seperti ini dulu, jujur Emma, sejak pertama kali aku melihatmu menangis pada waktu malam itu, hatiku selalu mengatakan ingin membahagiakan mu lebih dari siapapun." Ucap Rigen.
Emma merasa senang bercampur malu, tapi jujur dia juga merasa sangat bahagia bisa berada di dalam pelukan Rigen.
Nyaman dan hangat. Hembusan napas pria itu bahkan bisa Emma rasakan mengenai pipinya.
"Aku harap kita bisa seperti ini terus," Bisik Rigen di telinga Emma.
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Aku merasa nyaman dengan mu, bukan bermaksud modus, tapi bagiku hanya bersamamu jantungku bisa berdetak lebih cepat, melihat senyum mu membuat ku senang, mulai saat ini jangan bersedih lagi, aku tidak ingin kamu menangis apalagi menangisi pria brengsek seperti Austin, hanya boleh ada senyuman di wajahmu, mulai saat ini kita bisa lebih akrab, bukan?"
Emma mengangguk. Kemudian dia menatap wajah Rigen yang sangat tampan itu berada sangat dekat.
"Aku sudah tidak merasa sakit hati lagi dengan Austin,, entah kenapa setelah kamu datang, penghianatan dan rasa sakit yang dilakukan oleh Austin tiba-tiba hilang begitu saja tanpa membekas di hati, kamu seperti seorang malaikat yang datang untuk menolongku, membawa aku ke tempat yang lebih baik dan juga hangat." Jawab Emma.
"Aku akan selalu menghangat hatimu, Emma!"
Gadis itu menunduk malu, tangan-nya yang satu masih memeluk Rigen dan yang satunya lagi dia pakai untuk membatasi tubuh mereka.
###
Di sebuah kamar.
Terlihat kegiatan dua pasangan suami istri di atas ranjang. Terdengar suara decitan pada ranjang yang sedang bergoyang akibat kegiatan panas yang mereka lakukan.
Suara desa_han keluar dari bibir manis Mia setiap kali Kenzo menyentuh dinding Rahimnya.
Kenzo menggerakkan tubuhnya lebih cepat kala merasakan senjatanya terasa di jepit kuat oleh Mia. Peluh yang membasahi tubuh mereka seakan tidak mereka pedulikan.
Akhirnya mereka sama-sama sudah di ambang batas, sampai Kenzo benar-benar membuat Mia melayang dengan mengeluarkan seluruh cairan hangat di dalam sana.
Kenzo menjatuhkan tubuhnya di samping Mia, nafasnya masih memburu dan cepat. Mia memeluk Kenzo dari samping. Sambil menetralkan napas dan merilekskan diri.
"Terima kasih, sayang." Bisik Kenzo sambil mencium pucuk kepala Mia.
Sudah dua puluh tahun lebih setiap kali sehabis melakukan kegiatan rutinnya itu Kenzo pasti langsung mengucapkan terima kasih. Entah karena menghargai sang istri yang telah memberikannya kepuasan lahir atau memang sudah menjadi kebiasaan lama mereka.
"Sama-sama, sayang." Jawab Mia tersenyum. Wanita itu sangat bersyukur telah memiliki suami yang sangat mencintai nya dan juga begitu perhatian dan menyayangi keluarganya.
"Rigen kemana? katanya Regina dan Aland akan datang kemari." Ucap Mia yang masih berada di pelukan suaminya.
__ADS_1
Tidak lupa jemarinya yang memainkan dada bidang Kenzo membuat pria itu sedikit mengerang.
"Entahlah, putra kita itu memang sedikit pendiam dan tidak betah kalau harus di suruh berdiam diri di rumah." Jawab Kenzo.
"Sepertinya kita kasih tahu saja pada Regina bahwa Rigen tidak ada di rumah." Ucap Mia.
"Iya sayang, terserah kamu saja." Jawab Kenzo masih asyik bermain di area Favorit nya.
Di sisi lain.
Regina dan Aland tidak jadi ke rumah Rigen karena sepupunya itu sedang tidak berada di rumah.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat kesukaan Regina. Saat ini Aland menyetir dan Regina berada di kursi sebelah.
"Aku besok sudah harus kembali ke Florida, sayang." Ucap Aland, tiba-tiba wajah Regina berubah menjadi datar.
"Kenapa harus secepat itu?" Tanya Regina sedih.
"Kenapa? apa kamu masih kangen?" Regina mengangguk.
"Bagaimana kalau kita setuju untuk menikah, dengan begini pasti kita akan terus bersama." Aland menaikkan turunkan alisnya.
Regina tampak berfikir. Raca cinta untuk Aland di hatinya perlahan tumbuh kembali.
"Emmm ....!" Regina menggumam..
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1