Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Penyelamatan


__ADS_3

Happy Reading โ˜บ


Mia membuka matanya ketika dia merasakan bibirnya terasa basah. Gadis itu sangat terkejut ketika melihat apa yang ada di depan matanya saat ini.


"Brengsek kau Sean, cih! Aku jijik, jijik sekali!!" Mia meludahi wajah seorang pria yang tidak lain adalah Sean saat sedang menc*mbu bibirnya.


"Hahahaha, Mia akhirnya kamu sadar juga, ternyata bibirmu ini sangat manis!" Ucap Sean mengusap wajahnya yang terkena air ludah dari Mia.


"Benar-benar manis!" Sean menatap tajam pada gadis itu.


Mia mencoba untuk bangun tapi ternyata tangannya terikat di atas kepalanya. Posisi Mia saat ini sudah terlentang di lantai yang kotor hanya beralaskan koran bekas saja.


Dia merasa takut dan jijik melihat perlakuan Sean tadi, menciumnya ketika dia pingsan, Mia melihat tubuhnya, masih memakai dress yang di pakainya tadi.


Mia menghela nafas lega, sepertinya Sean belum melakukan apa-apa terhadap tubuhnya, tapi Mia kembali terkejut ketika Sean tiba-tiba mendekat ke arahnya.


Tangan pria itu akan menyentuh wajah Mia tapi Mia langsung memalingkan wajahnya menghindar.


"Mia, kenapa kamu sekarang semakin terlihat cantik!" Mia menggerakkan tubuhnya sambil kakinya berusaha menendang pria itu.


"Sialan kamu Sean! Lepaskan aku!" Mia meronta sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya dengan cara menarik lengannya kuat.


Tapi usahanya percuma saja, ikatan itu begitu kuat, sampai pergelangan tangan Mia memerah karena berusaha menarik lilitan tali tersebut.


"Mia, apa kamu sadar kenapa aku menculik mu dan membawamu ke tempat ini?" Mia menggeleng kuat.


"Aku tidak peduli! Lebih baik kamu cepat lepaskan aku atau aku akan berteriak dan bisa di pastikan bahwa Kenzo akan segera datang untuk membunuh mu!"


Sean tertawa lagi, dia mendekati tubuh Mia yang masih terlentang itu dan langsung mengukungnya.


"Mia, tempat ini sangat jauh dari pemukiman warga, percuma saja kamu berteriak sampai suaramu habis, tidak akan ada yang bisa mendengar mu, dan juga Kenzo mu itu tidak akan tahu kalau kamu ada di sini, ku pastikan setelah ini Kenzo akan menjauh darimu karena melihat sang kekasih telah bercinta dengan pria lain!" Sean tertawa jahat.


Akal pikirannya sudah tidak berada di tempatnya lagi. Dia sudah bertekad akan merenggut mahkota Mia, entah dia masih perawan atau tidak Sean tetap akan menjadikan dia pemu*s naf sunya.


"Tidak! Jangan Sean, jangan lakukan itu! Tolong! Tolong Ken, siapapun tolong aku!!" Mia berteriak berusaha menggerakkan tubuhnya dan beringsut mundur.


"Jangan khawatir baby, aku tidak akan kasar, nikmati saja permainan ku," Ucap Sean sudah membuka kaosnya.

__ADS_1


Dia juga sudah menarik resleting celananya dan akan menurunkannya, tapi tiba-tiba kepalanya berasa di hantam sebuah benda keras.


"Brengsek!!" Kenzo memukul wajah Sean membabi buta.


Hidung dan bibir Sean mengelus darah segar, Kenzo kembali melayang kan pukulan ke wajah Sean. Kenzo sangat murka melihat sang kekasih di lecehkan untuk kedua kalinya oleh orang yang sama.


"Brengsek! aku tidak akan melepaskan mu kali ini!" Kenzo masih memukuli tubuh Sean.


Amarahnya memuncak melihat pria yang hampir memperk*s* kekasih nya itu.


Sedangkan Mia hanya bisa menangis melihat Kenzo datang menyelamatkannya lagi. Ketakutannya kali ini seakan menjadi trauma luar biasa. Tapi Mia akan berusaha kuat untuk Kenzo.


Sean yang sudah babak belur itu kali ini melawan, dia juga melayangkan tendangan kuat pada perut Kenzo mengakibatkan Kenzo langsung tersungkur ke lantai.


"Gadis itu tidak pantas kamu bela, dia hanya orang miskin dari kalangan rakyat jelata, Kenapa kamu begitu menyukainya," Ucap Sean kepada Kenzo yang sekarang sudah berdiri.


Posisi mereka menjadi tertukar, Kenzo menahan sakit di perutnya dan berusaha menangkis tendangan dari Sean.


Pada saat Sean akan menendang lagi tiba-tiba datang segerombolan polisi sambil menodongkan pistol ke arah Sean.


"Angkat tangan!" Sean sangat terkejut melihat para polisi itu datang.


Kenzo segera bangkit dan menghampiri Mia yang masih terikat itu.


"Sayang, jangan takut lagi, aku sudah datang," Kenzo langsung memeluk tubuh Mia dan melepaskan ikatan pada tangan nya.


Hatinya sungguh sakit kala melihat lengan Mia yang sudah lecet karena tarikan kuat. Kenzo menatap Mia dengan mata berkaca-kaca, dia benar-benar menjadi pria paling bodoh di dunia ini melihat gadis yang di cintai nya itu sudah dengan keadaan nya yang berantakan.


"Hiks, hisk, Kenzo!" Mia hanya bisa menangis di pelukan Kenzo.


Pria itu langsung menggendong Mia dan membawanya keluar dari dalam gedung tua itu.


Sedangkan Sean sudah di ringkus oleh pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Kenzo membawa Mia ke dalam mobilnya.


"Sayang, sepertinya keputusan ku sudah bukat, ayo kita menikah dan hiduplah bersamaku, Daddy akan bicara dengan orang tuamu," ucap Kenzo serius.

__ADS_1


Mia menatap wajah Kenzo dengan mata yang masih terus berlinang. Diapun langsung mengangguk mantap kali ini.


###


Danish menatap kedua orang di hadapannya itu dengan tersenyum. Dia dan Lula memutuskan untuk melamar Mia setelah mendengar kejadian itu.


"Maaf tuan Danish, tapi putri kami masih sangat muda, dia juga tidak pantas menjadi menantu orang sebesar anda," Edison masih ragu untuk menerima lamaran dari Danish.


"Kenapa tidak pantas tuan Edison, Mia adalah calon menantu idaman, dia gadis yang baik dan tulus, putraku pasti tidak akan salah memilih," jawab Danish.


"Tuan Edison dan Nyonya Emi, jangan mempersulit keadaan, tolong restui mereka karena hanya Kenzo yang di inginkan oleh Mia, lihatlah bagaimana Mia menjadi korban l


penculikan dan pelecehan, apakah anda ingin melihat Mia yang akan menjadi trauma besar dalam hidupnya?" Lula ikut berucap.


Edison dan Emi saling menatap, mereka sebenarnya merasa takut saat melihat kehadiran orang besar di rumahnya.


"Baiklah tuan Danish, kami akan merestui pernikahan mereka, aku harap anda tidak menganggap kami orang kecil, aku hanya takut Mia menjadi menantu dari orang hebat seperti anda dan itu akan membuat malu keluarga besar anda tuan," ucap Edison.


Danish menepuk bahu Edison.


"Tuan, kita semua sama, aku bisa menjadi seperti ini juga butuh perjuangan, bahkan aku dulu pernah bekerja di restoran seperti Mia, jangan melihat hanya dari luar, tenanglah tuan Edison dan Nyonya Emi, kami sangat menyayangi Mia, bagiku tidak ada perbedaan kasta di antara kita," Lula tersenyum mendengar ucapan sang suami.


"Betul yang di katakan suamiku, aku dulu juga pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga, jadi jangan terlalu berkecil hati tuan, kesuksesan kami adalah hasil dari kerja keras, jadi jangan merasa berkecil hati," ucap Lula.


Ediso dan Emi tersenyum menatap kedua pasangan tersebut, sungguh tidak pernah menyangka bahwa mereka dulu juga pernah menjadi orang kecil.


Mereka merasa kagum dengan sosok orang tua Kenzo tersebut.


"Baiklah tuan Danish, kita bisa menikahkan putra putri kita segera, kalau perlu besok bisa langsung ke kantor catatan sipil," ucap Edison merasa lega dan tenang.


Danish dan Lula menyanggupi, mungkin dengan menikahkan mereka sejak dini akan membuat hidup Kenzo dan Mia bisa lebih bahagia.


Bersambung.


Bagaimana komentar nya akak Reader ๐Ÿฅฐ


Jangan lupa untuk selalu mendukung Kisah mereka ya ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


๐Ÿ‘‰๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜•โ˜•โ˜•โ˜•๐Ÿ‘ˆ


__ADS_2