Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Part Bella dan Antony 3


__ADS_3

Happy Reading 😊


Bella menatap pria di depannya ini dengan perasaan campur aduk, rasa bahagia, sedih, gugup, kangen dan takut menjadi satu.


Bahagia karena bertemu dengan pria yang masih di cintainya, sedih karena takut akan perasaannya, gugup karena tidak tahu harus bersikap apa dan tentunya rasa rindu yang setiap hari seakan menggerogoti jiwanya.


Ingin rasanya Bella berlari dan memeluk pria yang selalu berada dalam pikirannya itu. Tapi tubuhnya seakan kaku tidak bisa di gerakkan.


Antony tidak kalah bahagia, bertemu dengan orang yang hampir membuatnya terbunuh karena rasa rindu yang luar biasa.


Bella memang berhasil membuat Antony menyadari perasaannya bahwa dia benar-benar mencintai wanita yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.


"Bella, haruskah aku berubah menjadi lumut dulu karena terlalu lama menahan rindu agar kamu mau bertemu denganku?" ucap Antony memelas.


Bella menahan tawanya kala mendengar ucapan Antony yang menurutnya sangat konyol.


"Tapi aku tahu sekarang, aku tahu kalau kamu juga merindukanku? buktinya kamu memberi pesan kepadaku untuk menemuiku di tempat ini," ucap Antony menunjuk permen kapas yang di bawahnya.


"Sebenarnya bukan aku yang mengirimkan pesan itu, tapi si gadis kecil yang usil Zivana, tadi dia menyuruhku untuk membelikan permen kapas, ternyata dia sudah merencanakan ini," jawab Bella menggelengkan kepalanya terasa tidak percaya dengan keusilan anak adopsi Nickolas dan Liora itu.


"Sepertinya aku harus membelikan banyak permen kapas untuk Zizi, karena dia telah menjadi malaikat penolong untukku," ucap Antony terkekeh.


"Maksudnya?" Bella mengerutkan keningnya.


Antony mendekat ke arah Bella dan memeluknya erat, dia sudah tidak tahan kalau harus menunggu lagi dengan menjawab pertanyaan wanita itu.


"Rasanya aku sudah seperti mayat hidup yang telah kehilangan nyawa, hanya raga yang tersisa dengan kesakitan karena harus merindukanmu, tolong jangan hukum aku seperti ini," Antony mendekap erat wanita yang tingginya hanya sebatas dadanya itu.


Menghirup aroma shampo dari rambut Bella yang sangat menenangkan, Antony merasa benar-benar bahagia setelah beberapa minggu ini Bella membuatnya sadar akan rasa cinta yang Antony rasakan.


"Tolong jangan membuatku merasa tidak karuan seperti ini Bella, aku merasa sakit menahan rindu ini," Antony mencium pucuk kepala wanita itu.


Bella merasa sangat nyaman berada di dekapan Antony, sungguh perasaan yang sama yang dia rasakan kepada Pria ini.


"Aku juga sama," Antony melonggarkan dekapannya mendengar jawaban dari Bella.

__ADS_1


"Apa kamu sudah mulai bisa mencintaiku kembali Bella?" Antony membelai pipi mulus wanita cantik itu.


"Sebenarnya aku masih mencintaimu Antony, dari awal aku mengenal mu rasa cinta ini sudah tumbuh begitu saja sampai sekarang, bahkan aku bahagia ketika kamu bahagia bersama Nona Liora, karena cinta sejati itu adalah melihat orang yang kita cintai tertawa bahagia meskipun itu tidak bersama kita," Bella tersenyum menatap wajah tampan Antony.


Mata Antony berkaca-kaca mendengar ucapan Bella, sungguh dia sangat menyesal karena terlambat mengetahui perasaan cinta Bella yang begitu besar terhadapnya.


"Bella, menikahlah denganku, aku ingin kamu menjadi Ibu dari anak-anakku dan membahagiakan mu selamanya," ucap Antony dengan wajah serius.


Dia sudah bertekad akan menjalani hubungan yang serius dengan Bella, karena saat ini dia benar-benar jatuh cinta kepada wanita itu.


"Aku bersedia, tapi kita jalani hubungan seperti ini dulu, masih banyak waktu yang bisa gunakan untuk lebih saling mengenal," jawab Bella membuat Antony benar-benar bahagia.


Pria itu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Bella, mereka tidak sadar telah menjadi tontonan di tempat itu.


"Aku harus segera pulang, nanti Nona Liora mencariku," Bella melepaskan ciumannya.


"Baiklah, tapi jangan persulit aku untuk menemuimu sayang," wajah Bella bersemu merah kala mendengar Antony memanggil dengan kata-kata sayang.


"Hemm, baiklah," jawab Bella tersenyum.


Lula dan Danish melihat tumbuh kembang kedua putra dan putrinya itu, mereka sudah tumbuh dewasa sekarang.


Arshel mempunyai sifat yang dewasa dan selalu mengalah karena dia lahir pertama, sangat sesuai dengan sifatnya yang sangat tegas tapi penyayang.


Kenzo sedikit lebih nakal dan selalu membuat Daniella menangis, suka sekali mengganggu adiknya itu dengan merebut mainannya.


"Kenzo lepaskan, ini bonekaku!!" seru Ella.


"Tapi aku mau ini," Kenzo masih berusaha merebut boneka adiknya itu.


Ya Daniella memang lahir yang terakhir, keributan selalu terjadi di kediaman Danish karena ulah Kenzo yang selalu merusuhi Ella.


"Huaaa!! Mommy, Daddy!! Kenzo nakal!" teriak Daniella ketika Kenzo sudah berhasil merebut bonekanya.


"Kenzo, cepat kembalikan pada Ell, atau kamu tidak boleh masuk ke dalam kamar!' Arshel datang memarahi Kenzo.

__ADS_1


"Arshel, aku mau boneka ini," Kenzo memeluk boneka Teddy milik Ella.


Arshel memeluk Daniella dan menenangkannya.


"Kamu seperti anak gadis kalau bermain dengan boneka seperti itu Ken, apa kamu tidak malu," ejek Arshel.


Kenzo langsung berhenti bermain dengan boneka Teddy itu, dia tidak suka kalau di katakan seperti anak gadis.


"Ini, aku kembalikan Ell, jangan menangis lagi ya," Kenzo memberikan Boneka itu kepada Daniella.


Lula dan Danish hanya menatap ketiga anaknya itu dengan tersenyum. Mereka seakan menikmati kebersamaan dengan membiarkan ketiga anaknya bermain bersama.


"Sayang, lihatlah Arshel, dia selalu bisa membuat adik-adiknya menurut, Ken dan Ell juga selalu bisa diam apabila Arshel sudah menengahi," ucap Lula sambil merapikan bunga di dalam vas di meja.


"Iya sayang, mereka bagaikan permata yang selalu menyinari hidup kita, terima kasih telah mendidik anak-anak kita dengan seluruh kasih sayang yang kamu berikan," ucap Danish.


Lula menatap ke arah sang suami kemudian duduk di sampingnya.


"Terima kasih juga atas semua kasih sayang yang telah kamu berikan kepada kita sayang," ucap Lula.


Danish memeluk pinggang istrinya dan membisikkan sesuatu di telinga Lula.


"Ayo kita ke kamar, biarkan anak-anak bermain bersama baby sitter mereka, aku sudah merindukanmu," Lula mencubit perut suaminya.


"Jangan modus," Lula berdiri dan berjalan menaiki tangga.


"Aku mencintaimu sayang," seru Danish mengikuti Lula yang sudah masuk ke dalam kamar mereka.


Sepertinya sang istri sudah memberikan kode walaupun tadi sempat mengatainya modus.


Bersambung.


Part besok mulai season dua ya.


jangan lupa setiap hari senin kasih vote ya 😍dan bunganya 🌹🌹🌹

__ADS_1


terima kasih πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2