Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Menyerah


__ADS_3

Happy Reading 😔


Regina berjalan dengan gontai menemui Sherena yang sedang membayar belanjaan di kasir. Wajahnya ditekuk tidak bersemangat setelah melihat pujaan hatinya ternyata sudah memiliki kekasih.


"Kenapa wajahmu seperti itu? terlihat suram dan menyeramkan, Rere?" Tanya Sherena.


"Aku patah hati Sher, Aland ternyata sudah memiliki kekasih," jawab Regina tidak bersemangat.


"Aku kan sudah bilang sama kamu Re, jangan terlalu menyukai Om ku itu, Aland memang suka bergonta-ganti pacar, aku melarangmu karena merasa kasihan sama kamu Re, soalnya dari awal sudah ku bilang kalau Aland itu tidak bisa setia, tidak cukup 1 kekasih dalam hidupnya itu. Kalau dia sudah bosan dengan kekasihnya sekarang dan dia mendapatkan wanita incaran lagi, ya pasti langsung diputus kekasihnya itu,,, kan aku nggak mau kalau kamu sampai sakit hati seperti mantan-mantan kekasihnya yang dulu. Yah intinya Aland itu tidak bisa diajak serius dalam berhubungan." Jelas Sherena panjang lebar.


Regina hanya diam saja, sebenarnya memang tidak seharusnya Regina menyukai Aland. Toh pria itu sepertinya hanya menganggap Regina sebagai seorang adik.


"Iya Sher, aku akan menyerah," Regina tersenyum.


"Kamu cantik Re, banyak pria yang menyukaimu, jadi lupakan Aland, aku tidak setuju kalau kamu sama dia, mending jomblo deh daripada harus mengejar orang yang sama sekali tidak mau melirik kita." Ucap Sherena.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film terbaru di bioskop. Ada film romance yang baru saja tayang di Amerika. Mungkin Regina bisa sedikit mengalihkan pikirannya dengan menonton film romantis.


"Sebenarnya aku tidak terlalu suka film romance, tapi karena sepupu ku ini lagi galau, aku temani kamu untuk bisa move on." Ucap Sherena.


"Terima kasih Sher," jawab Regina tersenyum.


Lima menit lagi film itu pun di mulai, tiba-tiba ada dua orang masuk ke dalam ruang bioskop itu yang tidak lain adalah Aland bersama seorang gadis yang tadi bersamanya.


Mereka duduk di depan kursi Regina dan Sherena. Mata Sherena melotot sempurna kala melihat kedua orang itu.


Gawat, kenapa mereka ada di sini? batin Sherena melirik ke arah Regina.


"Sher, sepertinya aku tidak jadi nonton, tiba-tiba perutku terasa tidak nyaman." Bisik Regina.

__ADS_1


Sebenarnya dia melihat dua mahluk yang sedang duduk mesra di hadapannya tersebut. Aland bahkan memeluk bahu gadis itu dan mencium pipinya.


"Kalau begitu kita pulang saja, aku juga sudah merasa lelah." Lirih Sherena.


Kedua gadis itu memutuskan untuk pulang ke rumah. Sedangkan Aland menoleh ke belakang, pria itu mendengar suara seorang wanita yang tidak asing.


"Ada apa sayang?"


"Tidak apa-apa, lihatlah filmnya sudah di mulai." Jawab Aland. Sebenarnya pria itu sudah bosan dan lelah, sejak siang tadi Aland hanya menuruti kekasih nya yang bernama Susy untuk menemaninya jalan-jalan. Aland dan Susy baru sebulan berpacaran. Susy gadis yang cantik, mandiri dan sifatnya dewasa.


Kalau bukan karena hari ini adalah hari ulang tahun Susi, pasti Aland lebih memilih untuk berdiam diri di rumah atau berkunjung ke rumah Susy. Tapi Aland sudah terlanjur berjanji kepada kekasihnya itu akan menuruti semua keinginan nya.


Aland memang menyukai wanita yang mempunyai sifat dewasa dan tidak kekanak-kanakan. Menurut Aland, Regina masih seperti anak kecil dan sangat manja. Aland merasa seperti adiknya sendiri kalau jalan sama Regina.


###


Regina baru saja mengganti bajunya dengan baju tidur. Gadis itu bersiap akan tidur bersama Sherena yang sudah terlelap duluan. Regina merasa sedikit haus, dia akan membuat susu full cream kesukaannya.


Aland baru saja kembali ke rumah dan mendengar sesuatu di dapur, pria itu memutuskan untuk melihat ada apa di sana.


Aland melihat Regina yang sedang meminum segelas susu vanilla. Regina sedikit terkejut ketika dia melihat Aland yang sedang menatapnya di ambang pintu.


"Hai, Aland." Ucap Regina datar. Gadis itu berusaha mentralkan detak jantungnya.


Aland mengangkat sebelah alisnya, dia merasa agak heran melihat sikap Regina yang terlihat datar dan biasa saja melihat kehadiran nya.


Biasanya gadis itu langsung bersikap manja dan menempel pada Aland. Tetapi sekarang reaksi Regina terlihat biasa saja.


"Kapan datang ke Florida? kenapa tidak menghubungi ku?" Tanya Aland.

__ADS_1


"Sudah dari tadi siang, aku ke kamar dulu, selamat malam." Regina berjalan melewati Aland tanpa menoleh sedikitpun pada pria itu. Membuat Aland semakin bingung dengan perubahan sikap Regina.


"Rere, tunggu!" Regina menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah pria itu.


"Ada apa?"


"Eemm, kenapa sikapmu jadi seperti ini?"


"Maksudnya?" Tanya Regina datar.


"Tidak ada, selamat malam, tidurlah dengan nyenyak." Ucap Aland membuat Regina mengerutkan keningnya.


Tidak biasanya Aland bersikap seperti itu, baru kali ini Regina melihat Aland sedikit peduli padanya.


"Hemm!" Regina langsung berlalu dari hadapan Aland.


Pria itu benar-benar tidak menyangka kalau Regina bersikap seakan tidak peduli padanya. Biasanya Regina akan langsung memeluk lengannya dan berceloteh ria.


Aland memandang punggung Regina yang sudah menjauh dengan tatapan yang sulit di artikan.


Aland, aku sudah menyerah dengan perasaanku padamu, aku tidak akan pernah menganggumu lagi. Batin Regina berjalan menaiki tangga.


Bersambung.


Maaf, othor seharian sibuk..


Jangan lupa mampir di novel terbaru othor yang berjudul Haruskah Aku Berbagi Cinta


Covernya ganti ya 🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2