
Happy Reading 😊
Danish dan Lula baru saja sampai di kota Florida, mereka langsung menuju ke rumah ibu Lula karena sudah sebulan lebih Lula meninggalkan sang ibu.
Danish menepati janjinya untuk mengajak Lula pulang ke Florida. Saat ini mereka baru di perjalanan menuju ke rumah ibu Naura.
Dengan menggunakan mobil sport Danish yang memang sudah tersedia di kota itu.
"Sayang, berhenti dulu di toko kue itu ya, aku mau membelikan kue kesukaan ibu," ucap Lula menunjuk sebuah toko kue di sebrang jalan.
"Iya sayang, mau beli kue apa sih?" tanya Danish menoleh ke arah Lula.
"Ibu sangat suka kue brownies coklat, sebenarnya dia tidak terlalu boleh makan yang manis-manis, tapi gak apa-apa kalau cuma sekali-kali sih," jawab Lula.
Danish memarkirkan mobilnya di depan toko kue itu. "Kamu di sini saja ya, biar aku yang beli kuenya," ucap Lula.
"Tapi hati-hati ya sayang," ucap Danish membelai rambut Lula.
"Iya, cuma di depan itu doank," jawab Lula kemudian keluar dari dalam mobil.
Pada saat akan masuk ke dalam toko kue itu, Lula melihat seekor kucing yang berjalan ke arah jalan raya.
Lula melihat ada sebuah mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan, sang kucing yang masih terus berjalan membuat Lula reflek berlari untuk menyelamatkan kucing tersebut.
"Awaaasss!!!"
Mobil yang melaju itupun langsung mengerem mendadak saat melihat ada seorang wanita di tengah jalan tiba-tiba.
Danish yang mendengar teriakan Lula seketika menoleh dan matanya melotot sempurna ketika melihat Lula yang berjongkok di tengah jalan itu.
BRUUUKK!!!
Danish langsung keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah sang istri yang hampir tertabrak mobil itu.
"Lula!!!" teriak Danish menghampiri sang istri.
Pengemudi mobil itu langsung keluar dari mobilnya dan terlihat begitu panik.
"Ya Tuhan, apa kamu tidak apa-apa nona?" seru pengemudi mobil itu yang tidak lain adalah Liora.
Danish mendekap tubuh istrinya yang hanya tersenggol bagian depan mobil, Lula hanya terluka di bagian lututnya karena terjungkal.
"Aku tidak apa-apa," jawab Lula meringis mendekap kucing yang di selamatkan tadi.
"Lututmu terluka, ayo kita ke rumah sakit, kebetulan aku juga akan ke rumah sakit," ucap Liora.
__ADS_1
"Tidak usah Nona, aku tidak apa-apa kok," jawab Lula menolak.
"Sayang, benar kata nona ini, sebaiknya kita ke rumah sakit nanti lukamu terinfeksi bagaimana," ucap Danish khawatir.
Lula akhirnya menurut dan kemudian mereka ke rumah sakit di mana Nickolas di rawat.
Saat ini Lula baru saja di periksa dan hanya Luka ringan saja. Wajah Danish terlihat begitu cemas melihat istrinya yang terluka seperti itu.
Danish membelai pipi Lula dan mengecup keningnya sekilas. Liora tersenyum menyaksikan pemandangan di hadapannya itu.
"Nanti biar aku yang membayar administrasi-nya, sekarang aku mau melihat calon suamiku yang di rawat di kamar sebelah," ucap Liora berpamitan.
"Tidak perlu, nanti biar aku saja yang membayarnya, terima kasih nona..."
"Liora, nama ku Liora, dan kalian?"
"Aku Danish dan ini istriku Lula," jawab Danish.
"Wah ternyata kalian pasangan suami istri ya? pantas saja kalian sungguh romantis," ucap Liora tersenyum senang melihat keromantisan mereka berdua.
Mudah-mudahan aku dan Nickolas bisa romantis seperti mereka, meskipun aku tahu kalau Nickolas belum bisa mencintaiku tapi aku tetap akan tetap berusaha mengambil hatinya. Batin Liora.
"Tentu saja karena aku sangat mencintai istriku," jawab Danish tersenyum menatap Lula.
Nickolas dan Jeremy sedang saling berbincang, Papa Nickolas itu akhirnya mengetahui keadaan putranya yang ternyata mengalami amnesia itu.
"Nanti kita akan melakukan terapi berjalan, kalau masalah mengembalikan ingatanmu nanti dengan seiring waktu sedikit demi sedikit pasti bisa ingat kembali Nick," ucap Papa Jeremy.
Nickolas hanya menatap mata Jeremy intens, tiba-tiba ada sekelebat bayangan di dalam memory nya wajah pria yang ada di hadapannya itu.
Nickolas yang waktu itu masih sangat kecil mengingat saat pria yang mirip dengan Papa Jeremy sedang memukul seorang wanita yang dia panggil Mama.
"*Mama, Mama, jangan pukul Mamaku!! aku benci pada Papa, Papa jahat!!"
"Mamamu ini telah menghianati Papa, dia tidak pantas di sebut sebagai Mamq, ayo kamu ikut Papa saja Nickolas!!" Jawab Pria itu.
"Tidak, aku tidak mau sama Papa, aku mau ikut pergi Mama, ayo Ma kita pergi dari sini, kalau Mama masih di sini, pasti Papa akan memukul Mama lagi*!!"
"Nickolas, ada apa denganmu nak!" seru Jeremy saat melihat Nickolas memegang kepalanya dan berteriak kencang.
"Papa!! apa kamu Papa yang waktu dulu mengusir ku dan Mama?" tiba-tiba Nickolas membentak Jeremy.
"Apa Nickolas mengingat masa kecilnya, saat aku memukuli Renata waktu itu?" batin Jeremy terkejut.
"Aaaggrrkk, sakit!!!" Nickolas memegang kepalanya yang terasa sangat sakit itu.
__ADS_1
Liora yang baru masuk melihat keadaan Nickolas yang terlihat kesakitan itu langsung berlari keluar untuk memanggil dokter.
Padahal di ruang rawat itu tinggal menekan tombol untuk memanggil dokter tapi mungkin karena saking paniknya Liora melupakan itu.
"Liora, kenapa berlari," seru Lula saat melihat Liora berlarian itu.
Danish dan Lula baru saja akan keluar dari rumah sakit.
"Aku akan memanggil dokter, keadaan Nick memburuk," jawab Liora.
"Nick?"
"Maksudnya calon suamiku, aku permisi dulu ya," ucap Liora kemudian pergi dari hadapan Danish dan Lula.
"Sepertinya keadaan calon suaminya Liora tidak baik-baik saja," ucap Darren.
"Apa kita perlu menjenguknya?" tanya Liora.
"Kapan-kapan saja sayang, sekarang kita ke tempat ibu dulu ya," jawab Danish memapah Lula keluar dari rumah sakit.
Sedangkan di dalam ruang rawat Nickolas, Jeremy begitu panik saat mengetahui Nickolas yang mengingat pada waktu dia memukuli Mamanya yang waktu itu masih menjadi istri sahnya Jeremy.
"Nick, maafkan Papa nak, pada waktu itu Papa di landa cemburu besar karena melihat Mamamu berselingkuh dari Papa, Papa tidak bisa menahan amarah Nak," ucap Jeremy berusaha memberikan pengertian.
Nickolas masih terus memegang kepalanya yang berdenyut hebat, sangat sakit. Masa lalu yang berusaha di hilangkan dalak pikiran nya tiba-tiba muncul kembali.
Liora datang bersama dokter dan langsung memberikan sebuah obat bius kepada Nickolas karena di takutkan pria itu mengamuk dan berakibat fatal bagi otaknya.
Nickolas langsung terlelap saat dokter memberikan obat bius itu.
"Sebaiknya kita jangan terlalu memaksanya untuk mengingat sesuatu di masa sekarang, karena sepertinya tuan Nickolas hanya mengingat masa kecilnya saja, memory 10 tahun yang lalu, hanya itu saja yang dia ingat, selebihnya mulai 10 tahun dari sekarang sepertinya dia melupakannya," jelas sang Dokter.
"Lalu, apakah dia bisa mengingat lagi dok?" tanya Liora cemas.
"Tentu saja bisa, tapi yang pasti akan memakan waktu yang sedikit lama agar ingatan masa sekarang bisa pulih kembali," jawab dokter tersebut.
"Tuan Jeremy, sepertinya tidak perlu menunggu ingatan Nickolas kembali untuk menikahkan kita, lebih cepat lebih baik!" ucap Liora menatap tua Jeremy.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1