
Happy Reading 😊
Ciuman panjang pasangan pengantin baru itu menjadi saksi bahwa mereka telah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.
Suasana bahagia dan sederhana tampak di acara pernikahan tersebut. Tidak banyak tamu undangan bahkan hanya sedikit yang datang ke acara pernikahan Arshel dan Evelyn itu.
"Selamat ya untuk kalian berdua yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri dan juga calon Daddy dan Mommy baru." ucap Daniella.
"Akhirnya kalian menikah juga, aku kira masih lama loh, mungkin beberapa tahun ke depan, tapi tidak kusangka kalau ternyata Arshel sudah tidak betah ingin cepat mengikat Evelyn disampingnya." ucap Mia.
"Tentu saja sudah tidak betah, bahkan mereka sudah mencetak Baby duluan dari kita semua yang sudah resmi menikah!" sahut Kenzo.
"Dikiranya masih perjaka, Eh ternyata sudah unboxing duluan hahaha! aduh!" Zack memegang kepalanya yang mendapatkan tonyoran dari Arshel.
Evelyn menutup matanya dan membuka kembali ketika merasakan sedikit pusing di kepala dan perutnya bergejolak kembali.
Tapi gadis itu berusaha untuk menahan agar semua orang tidak tahu bahwa dia sedang menahan rasa sakit di perut dan kepalanya.
Akhirnya acara pernikahan itu selesai dengan perasaan bahagia dan lega, dan semua orang sudah kembali ke kediaman masing-masing.
Arshel menatap seorang gadis yang kini sudah resmi menjadi istrinya, terukir sebuah senyuman lebar terpancar di wajah tampan pria itu.
Arshel tidak menyangka akan menikahi hari ini, padahal rencananya, setelah pertunangan kemarin dia akan mengajak Evelyn untuk memilih gaun pengantin dan cincin yang indah untuk pernikahan mereka.
Tapi bagi Arshel itu tidak masalah, meskipun dua keinginan itu tidak terwujud tetapi yang terpenting sekarang dia sudah menjadi suami sah dari Evelyn.
Saat ini kedua pengantin baru itu sedang berada di kamar mereka, lebih tepatnya di kamar Evelyn. Sedang duduk di pinggir ranjang dan saling menatap penuh cinta.
Arshel tidak berhenti hanya cukup memandang sang istri, bibirnya pun memacu mencium kening turun kedua mata ke hidung dan terakhir di bibir Evelyn.
__ADS_1
"Kenapa kamu cantik banget sih sayang," Arshel memegang pipi Evelyn dan mengelusnya lembut.
"Ya, karena aku adalah seorang wanita," jawab Evelyn terkekeh.
"Kok malah ketawa sih sayang, aku bicara beneran loh." Arshel mencium bibir Evelyn kembali.
Ditatapnya wajah cantik itu, setiap Arshel menatap sang istri, rasanya dia jatuh cinta berkali-kali dan rasa itu semakin tumbuh di hatinya.
Gaun putih yang dipakai sang istri memang bukan pilihannya, tetapi pilihan Evelyn sendiri, yang meskipun sederhana tetapi wanita itu terlihat begitu cantik dan bersinar.
"Sayang, bagaimana keadaan kamu sekarang? tadi katanya sempat mual-mual pada waktu akan acara prosesi pernikahan?" Arshel membantu Evelyn membuka bajunya dengan menarik resleting dari belakang.
"Iya tadi aku memang sempat mual tapi sekarang sudah tidak begitu terasa sakit lagi karena ada kamu di sisiku," Evelyn membuka bajunya dibantu oleh Arshel.
terpampang nyata punggung putih mulus di hadapan mata arsel itu, dia menatap dengan menelan salivanya berkali-kali.
A**staga Arshel! kumohon kendalikan dirimu ini..!! istrimu masih sedang dalam keadaan lemah jadi kamu harus bisa menahan diri! Batin Arshel.
"Ada apa Sayang? kenapa kamu diam saja, hem?" tanya Evelyn menyentuh tangan sang suami.
Sentuhan itu terasa seperti tersengat aliran listrik yang menjalar dari ujung kepala sampai ujung kaki dan berpusat pada intinya.
Arshel menggelengkan kepalanya, menghilangkan semua rasa dan hasrat itu yang tiba-tiba muncul begitu saja. Sebenarnya dia sudah menahan sejak tadi, tapi dia tahu bahwa mereka masih harus meneruskan acara pernikahan itu sampai sore harinya.
"Sepertinya aku sudah puasa cukup lama ini!" Batin Arshel memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan dari sang istri.
Hanya dengan sentuhan Evelyn tubuh arsel langsung bisa menegang seperti itu, terlebih pada bagian intinya.
"Aku ingin Malam ini bisa menghabiskan malam bersama menikmati tubuh indahmu ini dan mencium setiap jengkal sisinya tapi aku tahu kalau sekarang kamu masih belum sehat sayang
__ADS_1
Evelyn tersenyum dan menggeleng pelan, ia pun melepaskan seluruh kain yang tersisa di badannya dan berdiri.
Arshel nampak terkejut tapi dia tahu apa yang diinginkan oleh istrinya itu.
"Aku siap melayanimu suamiku, memang tadi aku merasa tidak enak badan, tapi sekarang aku sudah merasa baikan," Arshel masih terlihat tidak percaya.
"Tapi bagaimana keadaanmu saat ini, istriku?'
"Sudah jauh lebih baik setelah meminum obat tadi." Evelyn langkah dan langsung duduk dipangkuan Arshel. Mengalungkan tangan ke lehernya dan mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir sang suami.
Tentu saja hal itu membuat Arshel sangat begitu bahagia. Selama ini dialah yang selalu agresif meskipun terkadang Evelyn juga menunjukkan keliarannya saat di atas ranjang.
Kedua sejoli itu berciuman dengan sangat panas dan penuh hasrat, bahkan tangan Arshel sudah memegang benda kenyal yang ada di depan dada sang istri.
Suasana menjadi begitu panas dan romantis, bahkan saat ini Arshel sudah membuka seluruh pakaiannya, mereka berdua sudah sama-sama polos.
Tiba-tiba terdengar bunyi suara ketukan pintu.
Tok, tok, tok!
Arshel berdecak ketika suara pintu itu masih terus berlanjut.
"Arshel..!!! ingat istrimu lagi hamil di trimester pertama, jadi kalian dilarang berhubungan badan dulu karena itu akan sangat rawan sekali untuk kondisi janin kalian!" Arshel menepuk jidatnya.
Oh dasar Mommy mertua!!!
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu mendukung karyaku ini ya akak Reader 🥰🥰🥰 like, like, like.