
Happy Reading π
Arshel dan Evelyn sudah sampai di rumah, Danish, Lula menyambut kedatangan mereka berdua.
"Arshel kok bisa bareng sama Evelyn?" tanya Mommy Lula.
"Tadi kami bertemu di restoran Aunty," jawab Evelyn tersenyum.
Lula memeluk putri dari sahabatnya itu dengan penuh kasih sayang, Danish juga memberikan pelukan pada putri Darren itu.
"Mommy dan Daddy apa gak kangen aku ya? kok aku gak di sambut?" ucap Arshel tersenyum lebar.
"Sayang, sini putra Mommy dan Daddy," Lula memeluk Arshel yang tingginya sudah melebihi nya itu.
"Mana Kenzo?" tanya Daddy Danish.
"Tadi Kenzo nganterin Mia pulang Dad, kami berempat habis nonton," jawab Arshel.
"Kaki Daniella tadi terkilir, saat ini dia baru rebahan di kamarnya di temani Zack, kalian lihatlah keadaan nya," Evelyn dan Arshel saling memandang.
"Aku ke atas dulu Mom, Dad," Arshel mengajak Evelyn untuk melihat kondisi Ell.
Tok, tok, tok!
Zack membuka pintu kamar Daniella dan melihat dua sejoli itu dengan tatapan datar.
"Bagaimana keadaan Daniella?" tanya Evelyn yang tiba-tiba masuk ke dalam.
Eve melihat Ell yang sedang berbaring menahan sakit di tubuhnya.
"Bagaimana keadaanmu Ell? kenapa bisa sampai seperti ini?" Ell membuka matanya ketika mendengar suara Evelyn.
"Tadi aku jatuh di tangga Eve, kapan kamu sampai di Washington DC?"
"Aku sampai sore tadi," jawab Evelyn tersenyum.
Daniella melihat Zack dan Arshel yang saling menatap tajam.
"Arshel!"
Daniella memanggil sang kakak yang sudah sangat di rindukannya itu.
Arshel yang mendengar Daniella memanggilnya langsung menoleh dan melangkah menghampiri sang adik kembar.
"Sayangku, kenapa bisa seperti ini sih?" Arshel mencium kening Daniella sambil mengelus rambutnya.
Zack yang melihat itu langsung melotot sempurna dan tidak terima. Entah kenapa melihat Arshel yang begitu menyayangi Ell membuat Zack tidak senang.
###
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain.
Malam itu di sebuah apartemen, Kenzo dan Mia sedang berada di atas tempat tidur saling memandang.
"Boleh ya sayang?" tanya Kenzo memohon.
"Ehmm ... !" Mia bergumam.
Gadis itu masih belum memberikan jawabannya.
"Kok cuma Ehmmmm sih!" Kenzo merasa tidak sabar.
Pria itu sudah merasa frustasi melihat keadaan Mia yang seperti itu.
Mia sendiri masih bingung harus menjawab apa.
"Tapi janji jangan melewati batas?" ucap Mia membuat Kenzo langsung mengangguk.
Pria itu juga paham batasan mana yang harus dia lakukan dan tidak di lakukan.
"Aku janji sayang!"
Mia tersenyum dan mengangguk sambil memegang pipi Kenzo.
Kenzo menelan salivanya ketika Mia memberikan izin untuk menyentuhnya, yang pasti hatinya merasa sangat senang dan bertalu kencang.
Benda merah berenda itu sudah Kenzo tarik dan terlepas dari tempatnya, diapun membuangnya asal dan segera menatap benda itu dengan mata yang sudah berkabut.
Sungguh ini adalah pengalaman pertama nya melihat langsung d*d* Mia yang cukup besar itu. Selama ini Kenzo hanya bisa menyentuhnya di balik baju Mia tanpa boleh melihatnya.
Perlahan tapi pasti telapak tangan Kenzo sudah mendarat sempurna di benda tersebut.
Mia hanya bisa menutup matanya dan malu saat Kenzo memandangnya seperti itu.
Kenzo mendekatkan wajahnya dan membenamkan di benda yang akan menjadi Favorit nya.
"Aahh!" Mia semakin tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak mengeluarkan suara seraknya.
Rasanya sungguh tidak tahan, sentuhan Kenzo mampu membuat nya terbang melayang. Sedangkan Kenzo masih asik dengan kegiatannya.
Kenzo mencium bibir Mia, menautkan bibirnya dan menelusuri setiap deretan gigi Mia di dalam sana, Mia pun membalas dengan saling menautkan bibir mereka memperdalam ciuman itu.
Entah apa yang di pikirkan dua sejoli itu. Tiba-tiba keduanya sudah membuang semua pakaian yang melekat di tubuh mereka.
G*ir*h n*f su yang tinggi memang benar-benar membuat Kenzo dan Mia sudah melanggar janji yang mereka buat tadi.
Masih saling berciuman panas dengan tubuh yang sudah sama-sama polos. Kenzo menatap Mia dengan tatapan yang sudah tidak tahan.
Ingin sekali dia merasakan tubuh Mia, menjadikan gadis itu miliknya seutuhnya, perlahan tubuh Kenzo merosot ke area bawah.
__ADS_1
Melihat indahnya pemandangan surgawi milik gadisnya itu. Kenzo menelan salivanya berkali-kali, sedangkan Mia sudah merasa malu di tatap terus seperti itu oleh Kenzo.
"Kenzo jangan di lihatin terus!" Mia menutup matanya. Benar-benar malu setengah mati rasanya.
"Aku mau mencobanya sayang," ucap Kenzo menatap kekasihnya yang sudah merona itu.
Tiba-tiba ponsel Kenzo berdering keras.
"Sial, mengganggu saja!" umpat Kenzo.
"Ken, angkatlah dulu, aku mau ke kamar mandi!" Mia langsung membungkus tubuhnya dengan selimut dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Halo Dad, ada apa?" ucap Kenzo.
Ternyata Danish telah menelepon putra satunya itu karena belum pulang ke rumah.
"Aku menginap di apartemen Dad, malam ini tidak pulang dulu, baiklah aku tutup teleponnya ya, aku lagi sibuk Dad!"
Tut!
Kenzo langsung mematikan penggilan dari Danish itu.
"Daddy mengganggu kegiatanku saja!!" gerutu Kenzo.
Diapun melihat Mia yang masih belum keluar dari dalam kamar mandi.
Kenzo menghampiri Mia ke kamar mandi dan mengetuk pintunya.
"Mia, apa kamu sudah selesai?"
Ceklek.
Mia membuka sedikit pintu itu dan hanya mengeluarkan kepalanya saja.
"Sayang, sepertinya aku sedang datang bulan, bisakah kamu membelikanku pembalut!"
Kenzo membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Mia.
"Please!" Mia mengeluarkan jurus puppy eyes nya.
Ya Tuhan! Kenzo harus menahan rasa sakit di kepalanya itu.
Bersambung.
Kemarin di tolak karena terlalu fulgar mudah-mudahan yang ini bisa lolos
Mohon di loloskan ya miminππ»ππ»ππ»
Ini lama banget revisinya π€§π€§π€§
__ADS_1