
Happy Reading 😊
Daniella menggeliat dari tidurnya saat merasakan sebuah tangan menyentuh bagian atas tubuhnya itu.
Diapun merasakan ada sebuah kaki yang menindih pahanya. Rasanya berat dan sakit karena lututnya juga masih belum sembuh. Akhirnya karena merasa sangat penasaran Daniella membuka matanya dan menoleh ke samping.
Hampir saja dia berteriak kalau Zack tidak langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan.
"My Love, jangan berteriak!" Daniella langsung menyadari bahwa itu adalah Zack.
"Zack, kenapa kamu tidur di sini! Auw kakiku jangan di tindih!" Zack yang menyadari itu langsung mengangkat kakinya dari paha Ell.
Tadinya dia tidur sambil memeluk Daniella seperti guling. Zack sampai tidak sadar kalau kekasihnya itu kakinya sedang sakit.
Bahkan tubuh Daniella saat ini merasa pegal-pegal akibat jatuh dari tangga sore tadi.
"Maaf My Love, aku tidak sadar memelukmu seperti guling," Ucap Zack merasa bersalah.
"Kenapa kamu bisa tidur di sini Zack?" Tanya Daniella memicingkan matanya.
"Aku tadi sudah izin sama Uncle Danish kok, tapi aku di suruh tidur di sofa," Jawab Zack cengingisan.
Daniella tergelak mendengar ucapan Zack, tidak mungkin kan kalau Daddy-nya memberi izin tapi mereka tidur seranjang berdua.
"Lalu kenapa sekarang kamu tidur di sini zack? Sana tidur di sofa aja," Daniella mendorong tubuh Zack menjauh.
"My Love jangan gitu donk, aku kan ingin tidur sambil memelukmu!"
Zack masih memeluk perut Ell dan tubuhnya menempel ketat pada tubuh gadis cantik itu.
"Nanti kalau Daddy tahu bagaimana?" Tanya Daniella.
"Tidak akan ada yang tau kalau kamu tidak berteriak sayang," Ucap Zack mencium bibir Daniella.
Zack menautkan bibirnya ke dalam bibir Ell, Daniella membalas ciuman itu, mereka saling memperdalam ciumannya.
Posisi Zack sudah berada di atas Daniella,, masih saling mencium dan menautkan lidah.
Ingin rasanya Zack memakan Daniella saat ini, apalagi dengan baju satin itu membuat tubuh Daniella tercetak sempurna.
"Eummmhm," Daniella melenguh ketika Zack menurunkan ciuman-nya.
__ADS_1
###
Keesokan paginya Ell membuka matanya dan meraba samping, kosong, Zack sudah tidak ada.
"Ternyata Zack sudah pulang," Gumam Daniella tersenyum mengingat kegiatan panasnya tadi malam bersama Zack.
Diapun berusaha duduk dan berdiri dari tempat tidur.
"Aduh, sakit sekali!" Gumam Daniella merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Apalagi di bagian inti gadis itu, Zack benar-benar membuatnya tidak bisa berjalan pagi ini.
"Ini semua gara-gara kamu Zack, aku tidak bisa berjalan ke kamar mandi! Aww!" Daniella masih berusaha melangkah.
Perlahan dan pelan-pelan dia bisa sampai di depan pintu kamar mandi.
Ceklek!
Daniella masuk ke dalam dan membuka baju satin nya perlahan. Matanya melotot sempurna kala memandang tubuhnya di cermin besar yang ada di dalam kamar mandi itu.
"Aaaakk! Zack apa yang kamu lakukan pada tubuhku!" Seru Daniella.
Akhirnya dengan hati-hati Daniella membersihkan tubuhnya dari bekas keringat semalam.
Di sisi lain.
Zack tersenyum sumringah karena semalam dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.
Tidak pernah di bayangan bahwa tubuh Daniella senikmat itu.
Saat ini pria tampan ini sedang berada di kampus, selama pelajaran Zack sama sekali tidak bisa mencerna penjelasan dari dosen.
Yang di pikirkan adalah Daniella dan Daniella. Sampai pada saat sang dosen menegurnya karena melamun sambil tersenyum.
"Zack! Zack apa kamu tidak mendengarkan ku!" Bentak dosen killer itu.
"Eh iya, iya Pak dosen, ada apa?" Semua orang tertawa mendengar jawaban dari Zack.
Padahal dari tadi sang dosen memberikan sebuah pertanyaan pada Zack tapi memang pikiran pria itu sedang berkelana.
"Zack Dimitri Gick keluar sekarang!" Bentak sang dosen.
__ADS_1
Zack menggaruk kepalanya yang tidak gatal, akhirnya diapun keluar dari dalam kelas karena telah di usir oleh dosen killer itu.
Zack duduk di kantin kampus sambil memesan minuman.
"Zack, kau kah itu?" Sapa seorang gadis cantik dari arah belakang.
Zack menoleh dan menatapnya dengan kening berkerut.
"Aku Amoera, apa kamu tidak mengingatku?"
"Tidak, aku tidak ingat!" Jawab Zack singkat.
"Kita pernah berkencan dulu pada waktu SMA, apa kamu benar-benar melupakan ku?" Gadis yang bernama Amoera itu duduk di depan Zack sambil manyun.
"Dulu aku adalah primadona sekolah, kita berpacaran hampir setengah tahun loh, tapi setelah itu aku pindah ke New York mengikuti kedua orang tuaku!"
Zack masih tidak peduli ocehan dari Amoera, terlalu banyak wanita yang dekat dengannya sehingga dia tidak bisa mengingatnya satu persatu.
"Aku tidak ingat!" Selalu itu jawaban dari Zack.
"Apa kamu juga tidak ingat ketika di hotel tidur denganku, tapi paginya kamu sudah pergi meninggalkan ku sendiri di hotel?"
Zack tiba-tiba mengingat sesuatu, ya Zack ingat, ternyata dia adalah Amoera mantan kekasihnya pada waktu masih SMA.
"Waktu itu kita sedang mabuk dan memesan kamar hotel, di situ kamu mengajakku bercinta," Ucap Amoera.
Zack menggelengkan kepalanya. Dia ingat malam itu mereka baru saja pulang dari pesta dengan keadaan yang mabuk, kemudian mereka memutuskan menyewa kamar hotel karena Amoera selalu menggodanya, setelah mereka masuk ke hotel dan menuju ke sebuah kamar yang telah di pesannya tadi, tiba-tiba Mama Zack menelepon dan menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah.
Akhirnya Zack menelpon salah satu temannya untuk menggantikan posisinya pada waktu itu.
"Tapi kamu salah Amoera, bukan aku yang tidur denganmu malam itu, karena ada urusan mendesak jadi aku harus segera pulang ," ucap Zack.
Amoera merasa tidak suka dengan jawaban Zack. "Itu tidak mungkin Zack!"
Bersambung.
.
Maaf bila masih banyak typo 🙏🙏
.
__ADS_1