Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Para Wanita Tangguh


__ADS_3

Happy Reading 😊


Franklin, kamu memang tidak pernah bisa berubah! Batin Fanny.


"Betul, ini adalah kekasihku Harry, kalau begitu aku mau menyapa Tuan Danish dulu, ayo sayang," Fanny mengajak kekasihnya itu berlalu dari hadapan Franklin.


Gabriella menoleh ke arah pria di sampingnya ini, terlihat Franklin yang masih termangu menatap kepergian Fanny dan kekasihnya.


Sepertinya sekarang Fanny sudah tidak begitu peduli pada Franklin.


"Apa ada sesuatu di antara kalian? maksudku dengan wanita itu?" tanya Gabriella menunjuk Fanny dengan dagunya.


Franklin tersadar dan menatap wanita cantik di sampingnya itu. "Dulu kami partner kerja, tapi dia sudah di pindahkan ke kantor pusat di Seattle, ayo kita cari minuman," Franklin memeluk pinggang Gabriella dan mengajaknya untuk mengambil minuman yang di sediakan di pesta itu.


Tapi mata Franklin masih sering curi pandang ke arah Fanny yang terlihat cantik malam ini, dengan memakai gaun hitam polos yang sangat pas di badan rampingnya itu dan juga belahan dada rendah memperlihatkan sebagian dadanya yang besar membuat Franklin seakan tidak mau melepaskan pandangan.


Malam semakin larut, puncak acara segera di mulai, Danish naik ke atas podium dan memberikan sambutan hangat pada para karyawan yang sudah bekerja keras selama ini untuk Alvares GROUP dan juga sambutan untuk para rekan bisnis yang ikut mengembangkan perusahaan tersebut.


"Malam ini aku juga akan memperkenalkan istriku tercinta, yah meskipun kalian semuanya sudah mengenal istriku yang sangat cantik itu, silahkan kemari sayang," Danish menjemput Lula yang masih berada di bawah.


Danish mengulurkan tangannya ke arah sang istri, Lula tersenyum dan mengambil tangan Danish dan menggenggamnya erat.


Semua orang bisa melihat bahwa Danish begitu mencintai istrinya itu. Para karyawan wanita akhirnya mengakui kalau Lula memang wanita yang sempurna, selain cantik dan smart Lula juga terkenal ramah dan baik hati.


"Istri CEO kita memang hebat ya, pengaruhnya memang sangat luar biasa, tuan Danish benar-benar pintar memilih seorang istri," ucap salah satu karyawan wanita pada sahabatnya.


"Benar, apalagi setelah kehamilan Nona Lula, tuan Danish begitu overprotektif, duh masih ada gak sih pria yang seperti CEO Danish?"


"Kalau ada aku juga mau satu, mereka sungguh pasangan yang serasi," para karyawan wanita menatap kagum pada ke dua pasangan tersebut.


Sedangkan di sisi lain Candy melihat seorang wanita sedang berusaha mendekati Darren, sepertinya wanita itu tertarik kepada suaminya itu.


"Hai Tuan, bolehkah kita berkenalan?" sapa seorang wanita cantik pada Darren.


Darren menoleh kearah wanita yang menyapanya. "Maaf Nona, aku tidak berminat," jawab Darren.


"Nona, masih banyak pria lajang di tempat ini, jangan mendekati suamiku," Candy mereratkan pegangannya pada lengan Darren.


Wanita itu merasa malu dan akhirnya pergi dari hadapan Darren dan Candy.

__ADS_1


"Dasar wanita tidak tahu diri, memangnya dia gak lihat kalau di sampingmu ada wanita yang sedang hamil? seharusnya dia mikir donk," ucap Candy manyun.


Darren terkekeh melihat Candy yang merasa cemburu itu.


"Duh istriku ini manis banget kaya permen kalau cemberut kaya gini, jangan di moyong-moyongin donk bibirnya nanti bisa gak tahan untuk menciummu," Darren mencubit hidung Candy gemas.


"Habisnya kesal banget lihat suamiku di ajak kenalan sama wanita cantik yang lebih dewasa itu," jawab Candy.


"Aku gak pernah tertarik dengan wanita dewasa tuh, mereka menakutkan, hahahaha," ucap Darren tergelak.


Candy mencubit perut Darren, memang suaminya itu sangat tampan, tapi para wanita itu tidak tahu saja kalau Darren hanya tertarik pada Candy, hanya Candy yang bisa menaklukkan hati dan jiwa suaminya itu.


Lula dan Danish masih menyapa para tamu yang hadir, sedangkan Fanny dan Harry terlihat berbincang dengan beberapa sahabat mereka.


Franklin melihat ke arah wanita yang dulu sering menjadi partner di atas tempat tidur itu, entah kenapa ada perasaan yang mengganjal di hatinya, seakan tidak rela apabila Fanny bersama pria lain.


"Apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Gabriella memberikan sebuah minuman kepada pria itu.


Franklin mengambil wine dari tangan Gabriella. "Aku baik-baik saja," jawab Franklin menegak wine yang ada di tangannya.


"Tapi sepertinya kamu tidak sebaik tadi sebelum wanita itu datang," ucap Gabriella menatap wajah Franklin.


"Hemm, baiklah, tapi acaranya belum selesai?"


"Tidak apa-apa, ayo kita ke belakang," Franklin menarik tangan Gabriella dan mengajaknya keluar dari ballroom itu.


Sedangkan semua orang sudah menikmati pesta yang di adakan Alvares Corporation yang di adakan setiap tahunnya itu.


Lula membisikkan sesuatu di telinga Danish. "Aku mau ke kamar mandi dulu ya," Danish menoleh.


"Mau aku antar sayang?"


"Tidak usah, kamu di sini saja, aku bisa sendiri kok," jawab Lula.


"Hati-hati sayang, aku akan meminta Franklin untuk mengantarkmu," ucap Danish khawatir.


"Tidak perlu, sama saja donk kalau gitu, udah sayang tenang saja," Lula memberi pengertian kepada sang suami bahwa dia baik-baik saja.


Toh hanya ke toilet yang tidak jauh dari tempat pesta itu.

__ADS_1


Fanny melihat Lula yang berjalan sendirian keluar dari ballroom. Dia sedikit khawatir dengan istri dari mantan atasannya itu karena keadaannya yang sedang hamil.


"Harry, aku keluar sebentar," ucap Fanny.


"Baiklah, hati-hati sayang," jawab Harry tersenyum.


Fanny akhirnya menyusul Lula yang ternyata menuju arah ke kamar mandi.


"Tuan Danish benar-benar ceroboh, kenapa dia tidak mengantar istrinya ke kamar mandi, padahal Nona Lula juga sedang hamil." Gumam Fanny.


Pada saat akan menyusul Lula ke dalam toilet tiba-tiba Fanny mendengar suara de$4h*n wanita dari sebuah ruangan yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Dasar tidak tahu tempat!" gerutu Fanny.


Wanita itu akan berjalan ke arah ruangan yang terdengar suara yang menyakitkan telinganya. Tapi tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Fanny!!" Lula yang baru keluar dari dalam toilet memanggil Fanny saat melihat wanita itu.


"Nona Lula, tadi aku mengikuti mu takut terjadi apa-apa, tapi sepertinya aku mendapatkan sesuatu yang lebih menarik," ucap Fanny.


"Sesuatu yang lebih menarik?" Lula mengerutkan keningnya.


"Ayo Nona, kita lihat siapa yang berbuat mesum di kantor ini," Fanny menarik tangan Lula dan mengajaknya berjalan ke arah ruangan yang di mana dia mendengar suara laknat itu.


"Pintunya terbuka sedikit," ucap Lula.


"Apa kita harus menegur mereka ataukah hanya mengintip saja?" tanya Fanny.


"Entahlah, aku kan hanya mengikuti mu," Lula menaikkan kedua bahunya.


Akhirnya Fanny memutuskan untuk menegur orang yang sedang berbuat mesum di ruangan itu, diapun perlahan membuka pintu itu.


Matanya melotot sempurna ketika melihat pemandangan di depan matanya. Lula juga tidak kalah terkejut ketika melihat hal itu, dia sampai menutup mulutnya dengan sebelah tangan.


Bersambung.


Hayo apa yang di lihat Lula dan Fanny??


Kasih bunga dan kopi ya, othor nanti up lagi🥰

__ADS_1


__ADS_2