
Happy Reading 😊
Setelah selesai mengunjungi makam kedua orang tuanya, Lula, Danish dan anak-anak akhirnya pergi meninggalkan area pemakaman tersebut.
"Terima kasih telah memaafkanku dan Mamaku, sebenarnya Mama ingin sekali bertemu denganmu. Aku harap kamu, suamimu, dan anak-anakmu mau mengunjungi Mama," Lula tersenyum.
Sedangkan Danish hanya menatap datar ke arah wanita yang dulu pernah merayunya itu. Anak-anak sudah masuk ke dalam mobil dan menunggu Daddy dan Mommy-nya yang masih berbincang dengan wanita yang dikatakan sebagai tante mereka itu.
Sebenarnya siapa sih wanita itu, kenapa sepertinya dia terlihat begitu menyedihkan?" tanya Daniella kepada Kenzo.
"Ya diakan tante kita, bukankah tadi Mommy sudah mengatakan itu?" jawab Kenzo.
Tapi kenapa selama ini Mommy tidak pernah menceritakan tentang wanita itu kepada kita semuanya kan? jadinya aku merasa agak aneh?" Lanjut Daniella.
"Tidak perlu terlalu dipikirkan sayang, ya mungkin memang sebelumnya mereka pernah ada masalah," Zack mengacak rambut Daniella gemas.
"Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan tapi sepertinya tante April sudah menyesal dan terlihat sekali di matanya semua penyesalan itu." Kini Mia yang berucap.
Akhirnya Mommy dan Daddy kembali ke mobil dimana para anak-anak sudah menunggu mereka.
Setelah pulang dari pemakaman, rencananya Arshel ingin bertemu dengan calon istrinya Evelyn sebelum kembali ke Washington DC.
Arshel sangat berharap bahwa nanti setelah ini Evelyn tidak akan menolak apabila bertemu dengannya lagi.
Sungguh keadaan ngidamnya Evelyn membuatnya terlihat makin terpuruk. Kata Mommy itu bukan keinginan dari ibunya, melainkan keinginan dari bayi yang sedang didalam kandungannya itu.
Padahal Arshel mengira bahwa ini adalah kesempatannya bisa bersama Evelyn memadu kasih, mumpung dia berada di Florida, tapi ternyata keadaannya malah menjadi seperti ini membuat Arsel frustasi dan bingung.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain.
Evelyn terkejut ketika ada seorang dokter datang ke rumahnya untuk memeriksa keadaan dirinya.
Ya Tuhan.. Ini pasti ulah Mommy dan Daddy. Gumam Evelyn dalam hati.
"Sayang melihat keadaanmu yang semakin hari terlihat semakin lemas dan pucat, jadi Mama menyarankan kamu diperiksa oleh dokter pribadi," ucap Candy duduk di samping putrinya itu.
"Mom, tidak perlu melakukan ini, Eve baik-baik saja, tidak perlu memanggil dokter segala."
"Tapi nak, Mommy dan Daddy sangat khawatir melihat keadaanmu yang seperti ini, kamu jadi malas makan dan selalu mual. Mommy takut kalau terjadi apa-apa denganmu." Jawab Candy mengelus rambut Evelyn.
Evelyn menjadi panik dan gelisah, dia tidak mau kalau Mommy dan Daddy-nya sampai tahu kalau saat ini dia tengah hamil, pasti Daddy akan sangat marah kepada Evelyn dan Arshel.
Evelyn tahu bahwa sang Daddy sebenarnya tidak terlalu setuju melihat Putri satu-satunya itu menikah muda, apalagi kalau sampai terjadi hal seperti ini, bisa dipastikan Evelyn langsung diusir dari rumah.
"Dokter cepat periksa keadaan putri saya, saya sangat takut kalau Putri saya mengalami penyakit yang aneh-aneh, dia tidak pernah menyentuh makanannya di pagi hari, kemudian juga selalu mual dan merasa sedikit pusing, sebenarnya putri saya itu sakit apa Dok? Tolong diperiksa ya?"
"Silahkan dokter," Candy berjalan menuju sofa di kamar Evelyn, hal itu membuat Evelyn sangat gugup dan takut, sebentar lagi mami dan Daddy nya akan segera tahu kalau ternyata dia telah hamil muda.
Ya Tuhan tolonglah, semoga dokter tersebut salah mendiagnosa. Batin Evelyn.
"Mari Nona Evelyn, saya periksa dahulu." Dokter itu mengeluarkan alat alat untuk memeriksa denyut nadi Evelyn.
"Tunggu dulu dokter, saya mau izin ke kamar mandi sebentar, sepertinya saya ingin buang air terlebih dahulu, Mom, bolehkan?" Evelyn menatap Mommy-nya.
"Baiklah sayang, kalau begitu Momy pergi keluar dulu, menyuruh pelayan untuk menyajikan minuman buat dokter Adam." Evelyn mengangguk.
__ADS_1
Setelah Mommy keluar dari kamar itu, tiba-tiba Evelyn menyentuh lengan dokter Adam.
"Dokter, kumohon bekerjasamalah dengan ku," ucap Evelyn memohon.
Sepertinya dokter tersebut paham akan kondisi pasiennya itu.
"Jadi apakah kecurigaan saya benar Nona? saat ini Anda tengah hamil?" Tanya Dokter tersebut.
Evelyn mengangguk lemah, membuat dokter itu menghela nafas.
"Melihat dari keterangan Nyonya Candy, memang ciri-ciri yang dikeluhkan oleh Nona Evelyn sepertinya memang mengarah ke situ, jadi apakah Nona Evelyn menyembunyikan hal ini pada keluarga anda?" tanya dokter yang usianya masih muda itu.
Lagi-lagi Evelyn menggangguk. "Tapi nona, kalau saya merahasiakan ini, nanti kalau sampai tuan Darren dan Nyonya Candy tauhi yang sebenarnya, pasti akan memarahi saya kalau ternyata saya telah salah mendiagnosa Anda."
Ceklek!
"Apanya yang salah diagnosa?" Candy dan dokter Adam terkejut melihat kedatangan Darren ke kamar itu.
Astaga! kenapa Daddy malah masuk ke dalam kamar!!
"Sepertinya aku baru saja mendengar dokter Adam mengatakan salah mendiagnosa?memangnya dokter salah mendiagnosa apa?" tanya Daddy Darren menatap dokter tersebut.
Evelyn sudah mengeluarkan keringat dingin, tangannya dia remas-remas dan sudah terasa basah saking gugupnya.
Sepertinya dokter Adam tidak akan bisa membantu Evelyn kali ini, karena dia juga tidak ingin membohongi keluarga pasien tentang apa yang di keluhkan pasien tersebut.
Bagaimana kelanjutan cerita Evelyn yang akan membohongi kedua orang tuanya?
__ADS_1
Bersambung.
Hai kakak-kakak semuanya yang sudah setia membaca cerita Khilaf Terdalam sampai bab ini, jangan lupa selalu beri dukungannya ya 🥺🥺 maaf kalau hanya bisa sedikit-sedikit soalnya autor sedang sibuk, jadi kadang bisa menyempatkan waktu untuk menulis saja itu author sudah sangat maksimal terima kasih 🥰🥰