
Happy Reading 😁
Florida
Evelyn merias diri di depan cermin, dia menyapukan kuas di pipi chubby-nya dengan warna merah, mengoleskan lipstik pink di bibir seksinya, dengan sangat mahir gadis itu me-make up seluruh wajahnya dengan riasan yang flawless natural tapi cetar.
"Ck, putri Mommy sudah berdandan sendiri, padahal tadi Mommy sudah meminta tukang rias untuk mendandani mu sayang."
Candy memegang pundak Evelyn dan menatap pantulan dirinya dan sang putri di cermin itu. Di elusanya rambut coklat Evelyn yang sudah di curly bagian bawahnya.
"Nak, sebentar lagu kamu akan segera menikah, ternyata putri Mommy ini sudah sangat besar ya, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat."
"Mommy kenapa menangis?" Evelyn membalikkan badannya dan memegang tangan sang Mommy.
Di genggamnya tangan lembut yang selalu memberikannya kasih sayang itu.
"Mommy tidak menangis sayang, ini air mata bahagia, Mommy yang sedang mengandung adikmu ini bakal punya menantu dan pastinya akan segera menjadi nenek ya, tapi Mom sangat bahagia sayang."
Evelyn berdiri dan memeluk Mommy-nya.
"Mommy masih sangat muda dan belum pantas untuk menjadi nenek." Evelyn terkekeh.
Perut Candy sudah semakin terlihat buncit, Evelyn menyentuh perut Mommy-nya dan mengelusnya perlahan.
"Mommy sangat bangga padamu Nak, Mom dan Dad begitu bahagia melihat kamu tumbuh menjadi gadis yang baik dan sebentar lagi akan menjadi seorang istri." Candy mencium kening sang putri.
"Jangan membuat Eve sedih Mom, nanti kalau Eve ikut menangis bagaimana? Kan sudah memakai make up?" Candy tertawa melihat putrinya itu cemberut.
"Mommy tidak membuat kamu sedih, Mom hanya terharu melihatmu akan segera menikah, apalagi dengan pria yang memang sudah kami jodohkan denganmu sayang." Evelyn mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Di jodohkan?" Candy mengangguk.
"Sebenarnya sejak kalian masih kecil, Mom dan Dad memang sudah menjodohkan kamu dengan Arshel, kami berharap bisa menjadi ikatan keluarga yang kuat dengan uncle Danish dan Aunty Lula dengan adanya perjodohan itu, kamu tahu sayang, dulu Daddy dan Aunty Lula sudah bersahabat sejak kecil, makanya persahabatan ini harus di lanjutkan dengan menjodohkan anak-anak kita." Evelyn tersenyum mendengarkan cerita sang Mommy.
"Eve benar-benar tidak tahu kalau ternyata aku dan Arshel sudah di jodohkan sejak kecil, tapi memang Eve sangat mencintai Arshel dari kecil dan ternyata Arshel juga mencintaiku Mom."
Candy memeluk sang putri, sepertinya Tuhan memang telah menggariskan mereka untuk bersama.
Sedangkan Arshel sudah bersiap siap dan menunggu dengan memakai setelah kemeja putih berbalut jas hitam dan celana senada dengan jasnya.
"Bagaimana Arshel? Apa kamu merasa gugup?" Zack datang membawa apel di tangannya.
"Hem, sedikit gugup tapi lebih antusias dan bahagia," Jawab Arshel tersenyum.
"Dulu aku melamar Ell juga merasa gugup, tapi aku harus menghilangkannya, kakiku berasa gemetar hebat dan badanku panas, tapi setelah mendapatkan jawaban dari Ell aku sungguh merasa lega, hahahaha!"
"Aku hampir tidak bisa membedakan mana Arshel dan Kenzo? Pakaian kalian sama-sama seperti mau lamaran!" Ucap Zack memandang dua kembar itu.
Mereka memang sangat mirip hampir tidak bisa di bedakan, yang membedakan hanyalah potongan rambut.
Rambut Kenzo lebih panjang dari pada rambut Arshel yang di potong ala Army.
Tapi dari postur tubuh Arshel terlihat lebih gagah berotot hasil dari latihannya selama setahun lebih.
"Ayo kita segera berangkat ke kediaman Uncle Darren," Seru Daddy Danish dari arah kamar.
Mereka tadi malam menginap di rumah orang tua Lula yang sudah meninggal. Ibunya Lula meninggal lima belas tahun yang lalu karena penyakit yang di deritanya.
Hanya ada dua orang pembantu sepasang suami istri yang di suruh menjaga rumah itu setiap harinya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, acara pertunangan itu akan di adakan satu jam lagi. Semuanya sudah bersiap untuk segera meluncur ke rumah Evelyn yang jaraknya lumayan cukup jauh.
Dengan menggunakan dua mobil sport, Danish dan keluarga besar berangkat langsung.
Sedangkan di rumah Darren, persiapan acara lamaran dan tunangan untuk Putrinya benar-benar sangat mewah.
Segala hidangan sudah di tata rapi di meja prasmanan. Candy menghiasi seluruh rumah dengan berbagai bunga yang indah terkesan romantis.
Biasanya persiapan pertunangan di USA cenderung memusingkan kepala mempelainya. Mereka berdua lah yang harus memilih dan menyiapkan semuanya. Mulai dari gedung hingga busana, mereka lah yang menyewanya. Ribet memang. Namun dari situ mereka bisa belajar untuk menghadapi kehidupan pernikahan. Selain itu, tanpa adanya campur tangan orang tua artinya mereka lebih bebas menentukan segalanya berdua.
Tapi berbeda dengan Evelyn dan Arshel karena Candy sangat antusias dengan acara lamaran putrinya itu, rasanya ingin dia yang mempersiapkan segalanya.
"Ayo sayang kita segera keluar, Arshel dan keluarganya akan segera datang," Ucap Darren memanggil istri dan putrinya.
Evelyn keluar dan berjalan dengan sangat anggun, dengan memakai dress selutut berwarna pink soft membuatnya terlihat semakin cantik.
Arshel dan keluarga sudah menunggu di ruangan bawah, matanya menatap sang kekasih tanpa berkedip saat Evelyn berjalan menuruni tangga.
Daniella dan Mia juga menatap Evelyn berbinar, sore itu akan segera berlangsung acara pertunangan yang memang sudah di persiapan oleh kedua keluarga besar itu.
Bersambung.
Kok aku nerfes ya akak reader
😣😣😣😣
Jangan lupa dukungannya terus ya, like, komen dan gift agar othor makin semangat up.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷☕☕☕☕☕☕☕
__ADS_1