Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) pergi ke Pemakaman


__ADS_3

Happy Reading 😊


Arshel mengguyur badannya dengan air yang mengalir deras dari shower, sepertinya dia harus menggosok badannya dengan sabun yang sangat wangi agar bau badannya kembali normal.


Setelah pada waktu acara lamarannya kemarin, Evelyn mengatakan bahwa dia tidak sanggup berada dekat-dekat dengan calon suaminya tersebut, karena Evelyn pasti merasa mual dan ingin muntah kalau Arshel mendekatinya.


Entah apa yang terjadi dengan Evelyn, Arshel benar-benar bingung, padahal dia merasa bahwa tubuhnya tidak sebau itu. Bahkan dia sudah tidak menggunakan parfum sama sekali, tapi tetap saja Evelyn tidak mau dekat-dekat dengannya.


Kata Mommy, Evelyn sedang mengalami morning sickness, tapi masa iya cuma gara-gara berada di dekat Arshel mengakibatkan Evelyn langsung mual.


"Arsel..!! cepat keluar..! kamu sudah satu jam di dalam kamar mandi sayang!!" seru sang Mommy.


"Iya Mom, sebentar lagi!"


Lula hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang seperti itu.


Saat ini Danish dan anak-anak masih berada di rumah Lula di Florida, mereka tidak langsung pulang karena akan mengunjungi makam grandma Naura.


Setelah semuanya sudah siap, akhirnya Danish dan keluarga pergi menuju ke pemakaman yang jaraknya lumayan jauh dari rumah itu.


Zack, Daniella, Kenzo, dan Mia berada dalam 1 mobil sedangkan Arsel bersama Daddy dan Mommy-nya di mobil yang lain.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit, mereka sampai di sebuah pemakaman yang suasananya sedikit mencekam, entah sudah berapa tahun Lula tidak mengunjungi makam ibunya itu. Maklum karena Lula sibuk mengurusi suami dan anak-anaknya sedangkan ibunya yang bernama Naura sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu.


Pada saat mereka berjalan menuju ke makam ibunya tersebu, tiba-tiba ada seorang wanita seusia Lula berjongkok di sebuah makam yang terletak tidak jauh dari makam Ibu Lula


"Bukankah itu April sayang." ucap Lula kepada sang suami.


"Makam siapa yang didatangi oleh wanita itu?" Lula mengerutkan dahinya

__ADS_1


"Ayo Mom, kenapa kita berhenti?" tanya Arshel.


Akhirnya mereka melangkah ke arah makam grandma Naura. Memang setelah Lula pindah ke Washington DC dia tidak tahu bagaimana kabar April setelah itu, wanita itu selalu membenci Lula dan tidak senang dengannya.


"Lula kamu berada di sini juga." Tanya April sedikit terkejut melihat kehadiran rombongan itu.


Lula menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan, terlihat wajah April yang sudah tidak muda lagi bahkan wanita itu sekarang terlihat semakin tua. Kecantikan yang terpancar selama ini hilang sudah.


"April makam siapa yang kamu datangi itu?" Lula balik bertanya.


April menunjukkan nama di batu nisan itu. Lihatlah Lula, itu adalah makam Ayah kita, dia meninggal beberapa tahun yang lalu. Kehidupan kami sungguh sangat menyedihkan setelah tante Naura meninggal, dari sini kami tahu bahwa sebenarnya Ayah sangat mencintai tante Naura. Di akhir hidupnya, dia hanya bisa memandang foto pernikahannya dengan ibumu Lula tanpa mempedulikan aku dan Mama. Maafkanlah kami Lula!" Danish dan Lula terkejut karena tiba-tiba April berlutut di depan mereka.


"April, jangan seperti ini, bangunlah!" ucap Lula


"Tidak Lula, maafkanlah kami, kumohon! aku tidak akan bisa hidup dengan tenang sebelum meminta maaf kepadamu dan juga tante Naura." April masih tidak mau berdiri.


Lula mengerti dengan keadaan April dimana dulu dia sangat membencinya dan juga ibunya, karena April menuduh ibu Lula sebagai perebut suami dari mamanya yang bernama tante Amber.


Anak-anak Lula tidak mengenal siapa wanita itu, mereka hanya menatap adegan di depannya itu diam tanpa ingin bertanya.


"Sudahlah sayang, biarkan wanita ini merasakan betapa sakitnya dirimu waktu itu, ketika ibunya dan dia menuduhmu dan ibu sebagai orang-orang yang jahat! mereka telah mendapatkan balasannya!" ucap Danish.


April mendongak dan menatap orang-orang yang berada di depannya dengan tatapan sendu.


Dia yakin pasti anak-anak yang berdiri di belakang Lula dan Danis itu adalah anak-anaknya nya dan itu berarti mereka adalah keponakan April.


Lula melangkah mendekati April dan memintanya untuk berdiri.


"Ayolah berdiri, tolong jangan seperti ini, aku sudah memaafkanmu begitupun dengan ibuku, kita sudah memaaafkan kalian jadi Tolong berdiri lah." Mohon Lula.

__ADS_1


April berdiri dengan bantuan Lula yang mengangkat tubuhnya, tiba-tiba dia memeluk istri Danis itu dengan terisak.


"Maaf, maafkan aku Lula, Danish, sebenarnya mamaku sangat ingin bertemu denganmu dan meminta maaf kepadamu Lula, selama ini kami telah menyakiti hatimu sampai mengusirmu dari rumah, bahkan menuduh tante Naura yang tidak tidak."


Lula mengelus bahu Naura, dia merasa kasihan dengan wanita paruh baya ini, biar bagaimanapun dia dan April adalah saudara tiri itu artinya mereka masih mempunyai hubungan darah


"April, aku dan ibu sudah memaafkanmu jadi tolong jangan bersikap seperti ini." Danish dan anak-anak hanya diam melihat kejadian itu.


Sebenarnya Danish tidak suka Lula melakukan itu terhadap saudaranya tersebut karena Danish tahu sendiri bagaimana sikap April selama ini kepada Lula.


"Sudahlah jangan menangis, ayo kita berziarah ke makam ibu dan minta maaf lah di atas batu nisannya, tapi aku yakin bahwa ibu juga sudah memaafkan kalian."


"Apakah ini anak-anakmu semuanya Lula? tanya April menatap ke arah ketiga kembar itu.


"Iya, mereka adalah anak-anak-ku." jawab Lula.


"Anak-anak, ini adalah tante April, dia adalah tante kalian," ucap Lula kepada Anak-anaknya.


Arsel dan adik-adiknya beserta pasangannya langsung menyalami April.


"Halo tante, aku Arshel dan ini adalah saudara kembarku Daniella, Mia dan Kenzo dan ini adalah Zack, suami dari Daniela dan juga Mia istrinya Kenzo." Arsel memperkenalkan diri beserta saudaranya.


April menatap haru kepada anak-anak Lula tersebut dia merasa sangat bahagia karena masih memiliki seorang adik tiri dan juga anak-anaknya yang tumbuh menjadi anak yang tampan dan juga cantik.


Kehidupan April selama ini sangatlah buruk, ia menikah dua kali dan dua kali juga dia diceraikan bahkan dia belum mempunyai anak dari suami pertama dan kedua nya.


Melihat anak-anak Lula yang tumbuh menjadi anak yang sangat spesial, membuat April menangis kembali. sepertinya dia merasa bahwa Tuhan telah menghukumnya karena kebenciannya pada Lula dan ibunya.


Bersambung 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2