
Happy Reading 😊
Mia mendatangi Kenzo yang sedang berdebat dengan seorang gadis yang selama ini menyukai Kenzo.
"Kenzo! kenapa kamu gak mau sama aku sih, lihatlah wajahku lebih cantik dari pada Mia, tubuhku juga lebih seksi dari pada dia!" Shella berusaha meraih tangan Kenzo lagi.
"Shella! kenapa kamu selalu mengganggu Kenzo! jauhkan tangan mu dari suamiku, kalau sampai aku melihat mu berusaha memegang suamiku lagi, lihat saja apa yang akan ku perbuat untukmu!" Shella tertawa mendengar ucapan Mia.
"Dasar gadis miskin, upi abu ingin menjadi Cinderella? apa kamu tidak memiliki cermin di rumah!! hah!!" Kenzo yang mendengar ocehan Shella langsung membungkam mulut gadis itu dengan tissu bekas yang dia pakai tadi.
"Iihh, Kenzo, kenapa di kasih tissu bekas, aku maunya yang baru," omel Shella.
Kenzo tidak mau menanggapi gadis tidak waras itu.
"Ayo sayang, kita segera pulang," Kenzo memeluk pinggang Mia dan menuntunnya masuk ke dalam mobil.
"Kenzo! aku akan merebutmu dari gadis miskin itu!!" seru Shella tidak terima.
Kenzo mengepalkan kedua tangannya. Dia mendatangi Shella dan menatap tajam gadis itu.
"Tutup mulutmu Shella, jangan pernah menghina istriku lagi karena kamu lebih hina dari siapapun, aku sudah menikah dan jangan pernah mendatangi ku lagi!!" tunjuk Kenzo ke arah wajah Shella.
Mia tersenyum dalam hati, dia begitu senang mendengar Kenzo yang membelanya seperti itu.
Go to hell pelakor!
Kenzo masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Terima kasih sayang," ucap Mia tersenyum.
Kenzo menoleh dan mengambil tangan Mia lalu mencium nya.
"Tidak perlu berterima kasih sayang, sudah sepantasnya aku bersikap seperti itu pada gadis yang terang-terangan ingin mendekatiku, aku tidak mau terjadi salah paham di antara kita, usia pernikahan kita masih sangat dini, rawan akan godaan dan tantangan, aku harap kita bisa saling mendukung dan saling percaya satu sama lain, aku sangat mencintaimu Mia," Kenzo mencium punggung tangan Mia kembali.
"Iya sayang, aku juga tidak mau suamiku yang tampan ini di goda oleh gadis lain, apalagi mereka semua cantik-cantik dan berasal dari kalangan orang kaya," Mia berubah menjadi sendu.
"Sayang jangan bicara seperti itu, tidak ada yang bisa sebanding denganmu Mia, kamu lebih cantik dari semua gadis yang ada di dunia ini, kalau masalah harta menurut ku kamu lebih kaya, kaya hati dan jiwa yang baik, harta bukanlah patokan dari hubungan cinta kita, jadi jangan pernah menyinggung masalah ini lagi, hem," Mia menoleh dan tersenyum.
Memang dari awal Kenzo tidak pernah mempermasalahkan tentang harta dalam hubungan mereka, Kenzo yang terlahir dari orang tua yang kaya tidak membuat nya jadi sombong atau pilih-pilih teman.
__ADS_1
Kenzo juga tidak pernah mempermasalahkan Mia yang terlahir dari orang biasa, yang dia tahu bahwa Kenzo sangat menginginkan gadis itu dan mengikatnya.
Sekali hatinya sudah mencintai seorang gadis pasti dia akan terus mencintai dan melindungi gadis itu.
"Iya sayang, aku ngerti kok, kamu tenang saja, aku tidak akan pernah merasa insecure lagi, karena aku tahu bahwa Daddy Danish dan Mommy Lula juga sangat menyayangiku jadi untuk apa aku memikirkan omongan orang, toh nyatanya aku merasa bahagia hadir di dalam kehidupannya keluarga Alvares," jawab Mia tersenyum.
"Betul sayang, aku sangat suka jawabanmu, istriku ini memang sangat cerdas dan pintar, jangan pernah mendengar kan orang, biarkan mereka tenggelam dengan pikiran nya sendiri," Kenzo mencium sekilas bibir istrinya.
Mia dan Kenzo memutuskan untuk menunda memiliki momongan, karena mereka ingin fokus untuk kuliah dan bekerja di perusahaan Daddy Danish.
###
Evelyn sudah di perbolehkan pulang, malam ini Arshel akan menginap di apartemen sang kekasih.
Evelyn tinggal di apartemen itu sendiri karena Daddy Darren dan Mommy Candy tinggal di rumah.
Biasanya Evelyn akan pulang ke rumah kalau sedang suntuk di apartemen sendirian.
"Sayang, cepat di makan, jangan sampai aku menyuapimu dengan mulutku!" Arshel memaksa Evelyn untuk makan malam.
Sebenarnya gadis itu sedari tadi tidak mau makan karena lidahnya terasa pahit, tapi setelah mendengar ucapan Arshel yang akan nekat menyuapi menggunakan mulutnya tentu saja gadis itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar.
Entah kenapa rasanya dia begitu bahagia bisa bersama sang kekasih malam ini.
"Sayang, bagaimana kalau aku tidak melanjutkan akademi kemiliteran, aku ingin selalu berada di dekatmu, tidak ingin jauh darimu, menahan segala rindu di hati ini sangat menyesakan!" ucap Arshel.
Evelyn masih menguyah makanannya, dia juga bingung harus bagaimana, tentunya dia akan senang apabila selalu bersama Arshel tanpa terpisah jarak dan waktu.
Tapi bagaimana dengan cita-cita Arshel, dia tidak ingin egois hanya karena masalah hati.
"Kalau kamu keluar dari akademi kemiliteran lalu bagaimana dengan cita-cita yang selama ini kamu impikan sayang?"
Arshel menatap wajah cantik Evelyn.
"Sebenarnya aku masuk akademi militer bukan karena cita-cita sayang."
"Lalu?" Evelyn mengerut kan keningnya.
"Tujuanku dulu masuk pendidikan militer hanya karena kamu, aku ingin bisa melupakan mu dengan cara itu, sudah tidak ada cara lain lagi waktu itu, hatiku sungguh tersiksa karena selalu mengingat mu, aku juga tidak tahu kenapa, hatiku selalu menyebut namamu Evelyn," jawab Arshel menangkup wajah gadis itu.
__ADS_1
"Jadi maksudnya?"
"Ya itu tadi sayang, sekarang aku sudah bisa mendapatkan cintamu, jadi menurut ku tidak penting lagi mengikuti akademi militer, yang ada aku akan semakin tersiksa," Arshel mencium bibir Evelyn sekilas.
"Kalau memang itu gara-gara aku dan sekarang kamu merasa tidak nyaman di Akmil, lebih baik kamu keluar saja," Arshel mengusap rambut Evelyn.
"Beneran boleh kan? nanti aku akan bicarakan sama Daddy dan Mommy," Evelyn mengangguk dan tersenyum.
"Aku sudah kenyang," ucap Evelyn.
"Minum dulu sayang," Arshel menyerahkan segelas air putih dan menyerahkan pada Evelyn.
Gadis cantik itu langsung mengambil nya dan meminumnya hingga tandas.
"Jangan lupa vitamin nya biar kondisi badan kamu segera fit sayang," Evelyn meminum vitamin itu.
Kali ini dia tidak mau sakit lagi, dia ingin selalu sehat dan bisa selalu tersenyum bahagia bersama sang kekasih.
"Sayang, kamu tidak makan, dari tadi hanya nyuapin aku terus?" tanya Evelyn yang memang melihat Arshel tidak menyentuh makanannya sedari tadi.
Dia hanya terus menyuapi Evelyn hingga lupa untuk makan.
"Nanti saja aku makannya sayang," jawab Arshel menyentuh bibir Evelyn.
"Jangan gitu donk, nanti malah kamu yang sakit loh," Arshel menggeleng.
"Aku ingin makan kamu dulu sayang," ucap Arshel langsung mencium bibir Evelyn.
Bersambung.
Maaf kalau masih banyak typo beterbaran 😄😄😄
Hayo apa yang akan mereka lakukan ya??🤭🤭🤭😁😁😁😁
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1