Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Kecelakaan


__ADS_3

Happy Reading 😔


Nickolas membanting setir mobilnya untuk menghindari sebuah mobil sedan yang melaju kencang itu, tapi mobil Nick malah menabrak sebuah pohon dan mengakibatkan bagian depan mobil itu penyok.


Badan Nickolas terhimpit setir mengakibatkan kakinya terjepit. Nickolas pun tidak sadarkan diri.


"Ya Tuhan!!" Teriak seorang wanita yang keluar dari dalam mobil sedan itu.


"Tolong!!! Tolong selamatkan orang di dalam mobil itu!!"


Ada beberapa orang yang datang menyelamatkan Nickolas dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.


Di sebuah rumah sakit seorang wanita yang telah menyebabkan Nickolas mengalami kecelakaan terlihat gelisah menunggu di depan ruang operasi. Diapun mondar mandir panik dan menelepon seseorang.


"Ya Tuhan, tolong selamat kan pria itu," Gumam wanita itu.


Terlihat seorang dokter keluar dari dalam ruang operasi dengan membawa sebuah kertas.


"Maaf nona, apa anda kerabat pasien? Kami harus segera mendapatkan tanda tangan dari keluarga untuk segera mengoperasi pasien yang berada di dalam sana," Ucap sang dokter.


Wanita itu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.


"Saya keluarganya dokter," Jawab wanita itu mantap.


"Dengan nona siapa? Anda harus segera menandatangani surat operasi ini segera agar nyawa pasien bisa di selamatkan," ucap sang dokter.


"Saya Liora dokter, baik saya akan tandatangani sekarang," Jawab wanita bernama Liora itu.


Entah apa yang di pikiran wanita itu, dia sama sekali tidak mengenal Nickolas ataupun tahu di mana keluarga nya, Liora hanya ingin pria itu bisa segera di operasi, karena setahu Liora dialah yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi.


Dengan segera diapun menandatangani surat itu dan langsung di serahkan kepada sang dokter.


"Gara-gara Papa mau menjodohkan aku dengan om-om yang sudah tua, aku jadi stress seperti ini. Kenapa sih jaman sekarang masih ada masalah perjodohan segala!" Gerutu Liora.


Wanita itu masih setia menunggu di depan ruang operasi dengan gelisah. Setelah beberapa saat ada seorang wanita muda datang menghampiri-nya.


"Nona Liora, ada apa dengan anda? siapa yang kecelakaan?" ucap wanita muda itu.


"Bella, tolong aku, aku telah menyebabkan seseorang mengalami kecelakaan, pria itu sekarang masih berada di ruang operasi, kamu urus administrasi nya, dan jangan sampai Papa tahu masalah ini," jawab Liora.


"Ya Tuhan nona, kenapa bisa sampai terjadi hal seperti itu, lalu bagaimana kondisi orang itu?" tanya wanita yang bernama Bella itu.


"Saat ini dia masih di operasi, mudah-mudahan tidak terjadi hal yang buruk, aku sangat takut Bella, tadinya aku kabur dari acara perjodohan yang di rencanakan Papa tapi ternyata di jalan aku malah mengalami musibah seperti ini," jawab Liora.

__ADS_1


"Baiklah nona, anda tenang saja, semua pasti akan baik-baik saja."


Kedua wanita itu masih setia menunggu dengan cemas di depan ruang operasi.


Sedangkan di sisi lain.


Darren dan Candy baru saja melakukan terapi buat si junior, Darren mencium bibir Candy lama. "Bibirmu manis sekali, aku suka sayang," ucap Darren tersenyum.


"Apakah kamu sudah mulai mencintai ku sayang?" tanya Candy menatap manik Darren.


"Candy, sepertinya aku sudah mulai mempunyai perasaan ini sejak mencium bibir ini, aku merasakan sensasi dan perasaan yang berbeda, dan aku rasa perasaan ini adalah cinta, aku mencintaimu Candy ku," jawab Darren.


Candy menarik tengkuk Darren dan memangut bibir Darren lembut. Menyalurkan segala rasa cinta yang ada di hatinya saat ini.


"Ayo kita coba gaya lain sayang, aku ingin merasakan sensasi yang lain," ucap Darren tiba-tiba.


"Gaya apa lagi?" tanya Candy.


Darren langsung mencium bibir Candy, pria itu mengajak sang istri berdiri dan berjalan menuju ke arah dinding tanpa melepaskan pangutan-nya.


Perlahan Darren membalikan tubuh Candy menghadap dinding itu. Dengan nafas yang sudah memburu pria itu mencium punggung Candy, memberikan sensasi luar biasa pada ciuman itu.


Dan tangan Darren tidak tinggal diam, sambil meremas gemas gunung kembar sang istri Darren berusaha menggesekan junior dari belakang.


"Aaahhhh!"


Blessss!!!


Junior merasakan kehangatan sarangnya kembali, dengan perlahan Darren menggerakan tubuhnya dengan tempo sedang.


Kamar itu masih di penuhi oleh desahan yang menggema di setiap sudutnya. Dengan sedikit menaikan tempo gerakannya Darren mempercepat kala sarang milik Candy terasa menjepit dengan kuat.


Tiba-tiba ponsel Darren di atas nakas berdering.


"Shit!! siapa yang menggangguku!!" umpat Darren.


"Angkat dulu sayang," ucap Candy.


"Biarlah sayang, ini sudah nanggung banget," jawab Darren masih meneruskan kegiatan-nya.


Sedangkan di rumah sakit.


Liora mencoba menelepon nomer di ponsel Nickolas yang terdapat di panggilan keluar yang tidak lain adalah nomer Darren. Tapi sampai di panggilan ketiga tetap tidak di anggkat.

__ADS_1


"Bagaimana nona, apakah kekasihnya tidak mau mengangkat telepon itu?" tanya Bella.


"Tidak Bella, di sini tertulis nama My honey, yang pasti itu adalah kekasihnya kan? tapi kenapa tidak di angkat juga?"


"Mungkin sudah tidur nona, ini juga sudah jam 10 malam, kalau nona Liora mau tidur dan beristirahat silahkan nona pulang dulu, aku akan menjaga di sini," ucap Bella.


Bella adalah asisten pribadi Liora yang sangat setia, karena wanita itu sudah menganggap Liora dalah dewi penolong nya, Bella mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk Liora.


"Tidak Bella, di sini aku yang telah bersalah, kita sama-sama menunggu di rumah sakit untuk mengetahui keadaan pria itu. Maaf sudah merepotkan mu Bella," ucap Liora.


"Tidak apa-apa nona, saya akan merasa bersalah kalau sampai terjadi apa-apa dengan mu," jawab Bella tersenyum.


Tiba-tiba ruang operasi terbuka, dan seorang dokter keluar dari dalam ruangan itu.


Liora dan Bella menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan pasien dokter?" tanya Liora.


"Pasien sudah melewati masa kritis dan sekarang keadaan sudah stabil tapi ada sesuatu yang harus aku katakan, kedua kakinya patah, kemungkinan dia akan mengalami lumpuh sementara, tapi masih bisa di sembuhkan dengan terapi, itu saja nona, yang lain keadaan nya cukup baik, nanti setelah ini pasien akan di pindahkan ke ruang rawat," jawab sang dokter.


"Terima kasih dokter," jawab Liora dan Bella bersamaan.


"Ya Tuhan Bella, gara-gara aku pria itu menjadi lumpuh, bagaimana aku harus mengatakan padanya nanti," ucap Liora menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tenang saja nona, ini bukan kelumpuhan permanen, pria itu masih bisa berjalan kembali, nona tenang saja ya," jawab Bella menghibur.


Sedangkan di rumah orang tua Darren.


Candy dan Darren baru saja menyelesaikan ronde kedua mereka, saat ini Candy akan membersihkan diri di kamar mandi.


"Kamu tidak mau mandi sayang?" tanya Candy yang melihat Darren sedang membaca sebuah pesan di ponselnya.


"Sayang, ada berita buruk," ucap Darren menatap sang istri.


"Berita buruk apa?"


"Nickolas kecelakaan dan saat ini dia sedang di rumah sakit menjalani operasi," jawab Darren.


"Benarkah? lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Candy gelisah.


"Aku akan ke rumah sakit, kamu di rumah saja ya?"


"Tidak, aku ikuti!"

__ADS_1


Bersambung.


Apa yang akan di lakukan Candy dan Darren?


__ADS_2