Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Ketakutan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Akhirnya Kenzo segera memakai bajunya kembali setelah Mia meminta tolong padanya untuk membelikan pembalut.


"Ah, kenapa di saat seperti ini tamunya harus datang," Kenzo menggertu di sepanjang perjalanan pada saat mencari minimarket.


Hampir saja dia melepaskan perjakanya pada Mia, gadis yang sangat di cintainya itu, tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain, Kenzo akhirnya harus meredam hasrat di dalam tubuhnya itu.


Akhirnya setelah beberapa saat Kenzo sampai di sebuah minimarket yang buka 24 jam, pria tampan itu langsung masuk dan membeli apa yang di inginkan Mia.


"Kenapa banyak sekali macamnya, ada yang 23cm, 28cm, 32cm, yang wings sama non wings, aduh ini yang mana?" gumam pria itu.


Kenzo memutuskan untuk menelepon Mia dafi pada harus ambil pusing.


Tuutt ... !


"Halo sayang, apa kamu kesulitan untuk mendapatkan pembalut?"


"Iya sayang, di sini banyak sekali tipenya, ada yang panjang ada yang sedang, lalu ini yang bersayap dan tanpa sayap, aku bingung mau beli yang mana?"


"Hehehe, maaf aku lupa memberitahumu, biasanya aku memakai yang ukuran 23cm yang wings ya."


Kenzo mendesah pelan.


"Baiklah, tunggu aku ya sayang, aku akan segera kembali," Kenzo mematikan panggilannya.


Di sisi lain.


Mia sebenarnya tidak datang bulan, dia hanya berpura-pura saja, entah kenapa rasanya masih belum siap untuk melepaskan kesuciannya saat ini.


Bukan karena takut Kenzo hanya akan mempermainkannya, tapi dia sendiri memang masih belum siap.


Meskipun di tempat mereka untuk urusan Free$3x memang sudah hal biasa, tapi Mia tidak ingin melakukan itu meskipun dengan orang yang kita cintai.


Mia mendengar bunyi notif pesan masuk di ponselnya, wanita itu melihat foto konyol Kenzo membawa pembalut yang dipesannya tadi.


"Dasar Kenzo gila!" Mia terkekeh melihat ekspresi wajah Kenzo yang terlihat bodoh sambil membawa dua buah pembalut di tangan-nya.


"Kamu memang pria yang baik Ken, tidak salah aku memilih mu untuk menjadi pelabuhan hatiku," gumam Mia masih menatap Foto Kenzo.


Ting!


Sebuah pesan masuk di ponselnya dari nomer seorang pria yang hampir saja memperkosanya tadi.

__ADS_1


"Sean!" Mia langsung melempar ponselnya ke arah depan.


Dia masih merasa takut mengingat bagaimana tadi ia hampir di lecehkan oleh Sean, pria yang selama ini sudah di anggap sahabat sejati itu malah akan merusak dirinya.


Sungguh Mia tidak pernah menyangka bahwa Sean setega itu padanya, Mia ingat dulu pria itu memang pernah menyatakan perasaannya pada Mia, tapi waktu itu Mia memang menolak Sean karena tidak mencintai nya, gadis itu lebih nyaman menjadi sahabatnya Sean.


Tapi perasaannya pada Kenzo memang sangat berbeda, Mia menyukai Kenzo dari sejak awal melihatnya, Mia sudah jatuh hati pada Ken.


Apalagi mereka satu jurusan membuatnya semakin hari semakin memupuk rasa kagum pada pria tampan itu.


Karena pada waktu itu Mia sadar diri kalau dia hanya pantas menjadi pengagum rahasia Kenzo, ingin terang-terangan saja dia tidak berani apalagi bisa mendapatkan cintanya seperti saat ini, benar-benar tidak pernah ada di dalam benak Mia bisa menjadi kekasih Kenzo.


Sampai pada waktu itu dia berebut buku di perpustakaan dan akhirnya mulai dari buku itu Kenzo mengenalnya, akhirnya pria idolanya mulai memperhatikannya.


Dan sekarang mereka bisa seranjang berdua, saling memberikan kasih sanyang dan sentuhan hangat, bahkan hampir saja melakukan hubungan terlarang yang sangat di hindari oleh mereka awalnya.


Tapi keinginan hasrat yang mulai menggebu tidak bisa mereka hindari sebelum akhirnya Kenzo akan memasukinya, tapi sebuah telepon menghentikan kegiatan itu.


Mia menutupi dirinya dengan selimut, dia masih belum bisa melupakan kejadian barusan bersama Kenzo.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Mia mengambil kembali ponsel itu dan melihat Sean meneleponnya.


"Sean, kenapa dia menelpon! aku aku tidak mau, dia pasti akan menyakiti ku lagi!"


Sedangkan Kenzo masih berusaha mengontrol dirinya yang di tertawakan oleh kasir karena membelikan pembalut untuk Mia.


"Bikin kesal aja sih mereka itu, memangnya salah kalau aku membeli pembalut!!"


Kenzo memasuki lobi apartemen dan langsung keluar dari dalam mobil.


"Mia pasti menungguku! gara-gara tamu tidak di undang itu akukan jadi gak bisa nyentuh Mia lagi," gerutu Kenzo sambil memasuki lift.


Ting!


Lift terbuka, Kenzo melangkah keluar menuju ke pintu yang ada di ujung, dia membawa satu paper bag besar berisi makanan dan minuman beserta pembalut yang di belinya tadi.


Kenzo membuka pintu apartemennya dengan kunci sandi, kemudian mencari Mia ke dalam kamar yang ada di lantai atas.


Apartemen itu memang terdiri dari dua lantai, lantai bawah ada satu kamar tidur dan di lantai atas ada dua tempat tidur.


Kenzo membuka pintu kamarnya dan mencari sang kekasih, pandangannya tertuju di atas ranjang yang melihat Mia sedang menutupk dirinya dengan selimut.


"Sayang, apa kamu sudah tidur?" Kenzo membuka selimut itu.

__ADS_1


Mia membuak matanya dan melihat Kenzo yang datang.


"Sayang, kenapa lama sekali? aku takut!" Mia langsung memeluk Kenzo erat.


"Ada apa sayang? kenapa badanmu berkeringat?" Kenzo bisa merasakan keringat dingin di tubuh kekasihnya itu.


"Sean, dia tadi menelepon ku, aku takut Sayang, aku takut bertemu dengan Sean!" Mia menelusupkan wajahnya di dada bidang itu.


"Ssstt, tenanglah sayang, ada aku di sini! aku akan selalu bersamamu! mulai sekarang kamu tinggal di sini bersamaku, aku akan meminta izin pada Papa dan Mama, jadi jangan takut lagi, hem!" Kenzo mengepalkan tangannya.


Dia merasa sangat marah dengan pria yang bernama Sean, pria itu membuat kekasih nya mengalami trauma akibat pelecehan yang di lakukannya.


"Aku akan melaporkan Sean ke kantor polisi sayang, jadi tenang ya, jangan menangis!" Kenzo bisa merasakan tubuh Mia bergetar karena menangis.


"Aku takut, aku gak mau bertemu pria itu lagi!" ucap Mia.


Kenzo membaringkan Mia dan menyelimuti dirinya, dia melihat Mia hanya memakai jaket yang di pakai untuk menutupi tubuhnya tadi.


"Tidurlah sayang, aku akan menjagamu," Kenzi mencium kening Mia.


"Kita tidur bareng, peluk aku sayang, aku gak bisa tidur!" Mia menarik tangan Kenzo.


Akhirnya Kenzo merebahkan tubuhnya di samping sang kekasih dan memeluknya erat. Dia berjanji akan selalu menjaga Mia dan melindungi nya.


###


Zack masih setiap menemani Daniella di kamarnya, sekarang sudah jam 2 pagi, tapi Zack tetap bisa menutup matanya.


Saat ini dia berbaring di sofa kamar Daniella, karena tadi Zack sudah minta izin untuk menjaga Daniella pada Danish.


Daddy Danish mengizinkan asalkan dia tidak tidur seranjang dengan Ell, dan Zack setuju, tapi nyatanya sampai jam segini dia tidak bisa tidur karena melihat Daniella yang tidur amat nyenyak.


Saking nyenyaknya Daniella tidur baju tidurnya yang berbahak satin itu tersingkap sampai ke perut, memperlihatkan CD Ell yang berwarna pink itu.


Zack ingin sekali menyelimuti Ell tapi sepertinya dia takut kalau kekasihanya itu terbangun.


"Jangan salahkan aku My Love kalau kalau kamu membuat Junior berdiri!"


Bersambung.


Hemm apa yang akan di lakukan oleh Zack ya?


Bagi bunga dan kopi ya akak2 reader 🥰🥰

__ADS_1


maaf kemarin naskah sempat di tolak loh sama pihak NT katanya terlalu fulgar.


__ADS_2