Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Menolong Regina


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜”


Sherena terbangun dari tidurnya dan melihat jam di atas nakas masih menunjukkan pukul tiga dini hari, ia keluar dari dalam kamar dan melangkahkan kakinya ke arah dapur untuk membuat susu hangat karena merasa haus dan kedinginan. Cuaca di villa memang sangat dingin karena memasuki musim dingin di USA.


Sayup-sayup dia mendengar dari arah belakang villa ada seseorang sedang berbicara. "Siapa yang sedang ngobrol di belakang itu? masa hantu? gak mungkinkan kalau di villa ini ada hantu?" Gumam Sherena.


Dengan rasa yang sedikit takut tapi penasaran, Akhirnya dia pun mencoba untuk melihat siapa orang yang berada di belakang villa itu.


"Aku tidak memberitahukan keberadaan mu,, aku juga tidak tahu kenapa dia bisa sampai ke sana!"


Sepertinya suara orang sedang teleponan? batin Sherena.


"Dasar bodoh!! sekarang semuanya sudah terbongkar, aku tidak bisa menolong mu!"


Sherena semakin mendekat, Iya pun mempertajam pendengaran nya. Karena rasa penasaran itu dia semakin melangkah kan kakinya dan betapa terkejutnya saat dia melihat Susy sedang marah-marah ditelepon.


"Susy? dia teleponan sama siapa di jam malam begini?" Gumam Sherena.


"Baiklah, aku akan membantumu, tapi bisakah kamu berjanji tidak akan membuka identitasku di hadapan Aland!!" Ucap Susy di telepon.


Sherena membulatkan matanya ketika Susy mengatakan sebuah identitas! apa maksudnya Susy berbicara seperti itu ditelepon? apakah dia sedang menyembunyikan identitas dirinya.


Sherena semakin bertanya-tanya dan dia pun sangat penasaran siapa Susy yang sebenarnya. Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh kekasih Aland itu. Susy terlihat mengakhiri teleponnya, dan dia pun melangkah masuk ke dalam villa dengan langkah yang terburu-buru.


Sherena sembunyi ketika melihat wanita itu masuk ke dalam. Sepertinya emak ada sesuatu yang disembunyikan oleh wanita tadi.


"Aku harus mencaritahu sendiri." Gumam Sherena.


sedangkan di sisi lain.


Aland memeluk Regina yang saat ini tengah menangis dan menjerit keras. Pria itu benar-benar merasa marah dengan kelakuan Edward yang telah menyakiti fisik dan hati Regina.

__ADS_1


"Ssstt, diamlah, sudah ada aku di sini, jangan takut, ya?" Aland memeluk Regina erat.


Dia bisa merasakan tubuh Regina yang bergetar hebat. Aland tidak tahu harus bagaimana menghadapi Regina yang masih menangis sesegukan.


"Aland, hiks...!" Regina melepaskan pelukannya.


Gadis itu merasa tubuhnya benar-benar sangat panas. "Panas, panas, aku tidak tahan!"


Aland melototkan matanya saat melihat Regina yang terlihat sangat aneh. Tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan dan ingin membuka bajunya.


"Ada yang tidak beres denganmu, Re!" Aland menatap mata Regina yang sudah tampak berkabut. Seakan ingin meminta disentuh lebih.


"Aku, sakit Aland,, aaarrggkk panas dan sakit!" Regina masih berusaha menahan kuat dirinya agar tidak bertindak memalukan di depan Aland.


"Re, mana yang sakit? apa aku bisa membantu mu?" Tanya Aland panik.


Regina menunjuk bagian sensitifnya. "Sini, sini sakit sekali, kepalaku juga sakit, Aaahhh aku sudah tidak tahan, Aland tolong aku..!!!" Teriak Regina sambil menjambak rambutnya.


Regina semakin menjadi ketika tangannya meraba dada Aland dan mendekatkan tubuhnya pada tubuh pria itu.


"Sial, pria brengsek itu telah memberimu obat per*ngsang yang sangat kuat, tahan Re, aku akan membantumu agar kamu tidak merasa kesakitan lagi."


Aland langsung menarik tengkuk Regina dan mencium bibirnya. Regina merasakan hal yang pertama kali dirasakan yaitu sebuah hasrat tinggi yang tidak tertahan.


Regina ingin sentuhan lebih, bukan hanya sekedar ciuman, gadis itu ingin Aland menyentuh dadanya, ataupun meraba bagian sensitifnya yang terasa sakit dan berkedut terus.


Aland tahu apa yang harus dia lakukan, perlahan tangan Aland bergerak naik ke arah dada Regina dan menyentuh benda kenyal itu. sebuah ******* lolos begitu saja dari mulut Regina.


Jiwa kelakian Aland ikut meronta kala di hadapkan dengan tubuh Regina yang ternyata sangat nikmat untuk di sentuh.


Masih saling berciuman dan membelitkan lidah tangan Aland pun bergerak bebas di atas dua bukit kembar Regina yang memang ukurannya sedikit besar.

__ADS_1


Perlahan tangan kanan Aland bergerak turun ke arah perut dan mengelusnya memberikan sensasi pada Regina.


Regina semakin menekan tubuhnya ketika tangan Aland bergerak liar di bawah sana. Menyentuh benda sensitif yang masih tertutup celana kain itu.


Aland tahu kalau perbuatan yang dia lakukan pada Regina ini dalam keadaan sadar pasti Regina akan sangat marah dan langsung memukul kepalanya, tetapi sekarang dia harus melakukan itu karena tidak ingin melihat Regina yang kesakitan seperti ini.


Persetan setelah nanti Regina sudah tersadar dari pengaruh obat itu yang penting sekarang dia hanya ingin membantu Regina agar bisa lolos dari maut. Dengar-dengar kalau orang sudah diberi obat seperti itu dan tidak disalurkan hasratnya bisa berakibat fatal.


Tapi entahlah dia juga tidak begitu tahu, karena selama ini meskipun dia sudah gonta-ganti pacar tetapi pria itu tidak pernah melakukan hal lebih seperti melakukan hubungan intim layaknya seperti suami dan istri. Padahal para kekasihnya yang dulu umurnya bisa lebih dewasa darinya.


Aland selama ini hanya melakukan hubungan sehat seperti hubungannya dengan Susy saat ini. Meskipun mereka akan sering pergi berdua tapi hanya sebatas ciuman dan pelukan yang Aland lakukan dengan kekasihnya.


"Aku akan membantu mu agar rasa sakit ini menghilang." Bisik Aland di telinga Regina.


Perlahan pria itu menidurkan tubuh Regina dan mulai melucuti semua pakaian gadis itu dan hanya menyisakan CD serta kain yang menutupi area sensitifnya.


Mata Aland berbinar kala melihat tubuh indah Regina. Hasratnya sudah berada di ubun-ubun. Aland langsung mencium bibir Regina kembali, sambil memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Regina menggeliat merasakan nikmat.


Aland berhasil meloloskan penutup dada Regina dan langsung meraup benda kecil berwarna pink di atas gundukan itu, des*han demi des*han lolos begitu saja dari mulut Regina.


Tangan Regina menyentuh rambut Aland meremasnya sedikit kasar dan menekan kepala itu agar lebih memperdalam kegiatannya di atas bukit kembar itu.


Regina tahu kalau dia telah di beri obat, Regina Tentu saja tidak akan mau melakukan hal yang memalukan seperti ini, bisa-bisa ia dipecat dari daftar keluarga oleh pipi Zack dan mimi-nya Daniella, ataupun oleh kakeknya Danish.


Tapi mau bagaimana lagi, sekarang kondisinya sangat berbeda dan sangat darurat. Regina hanya pasrah saat Aland memberikan sentuhan dan ciuman ke seluruh tubuh gadis itu.


"Maafkan aku Re, aku berjanji takkan menyakitimu, hanya akan membuatmu sedikit merasakan kenikmatan dan setelah kamu berhasil melakukan pelepasan,, Aku berjanji tidak akan memasuki mu. Karena aku masih menghargai dan menghormati mu." Bisik Aland.


Bersambung.


Cusss mana like, bunga dan kopinya ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2