Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Penasaran


__ADS_3

Info : Itu bab kenapa double? tadi malam sinyal jelek banget, aku unggah berkali-kali gak bisa, sampe muter-muter nyari sinyal, aku batalin unggah, terus di unggah lagi, sampe berkali-kali baru bisa. Eh pas udah publish ada dua bab yang sama, padahal udah tak hapus loh 🀧 maaf kalau akak reader gak nyaman😭 untuk crazy up nanti kalau sudah di suruh sama editor Li 🀭 oke cusss lanjut mari baca.


Happy Reading 😊


Aland masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal, entah kenapa melihat Regina yang mengabaikannya membuat Aland merasa tidak nyaman.


Kenapa sekarang sikapnya berubah? padahal baru seminggu tidak bertemu, biasanya dia selalu bertanya dan penasaran dengan kegiatan ku? Aneh.. Batin Aland.


Pria itu membuka bajunya dan merebahkan diri di atas sofa. Masih sibuk memikirkan Regina yang tiba-tiba berubah dalam sekejap. "Kenapa juga aku harus memikirkan dia, bukankan biasanya aku tidak peduli!" Aland mengambil ponselnya dan akan menulis pesan untuk Susy. Tapi jarinya malah memencet nomer Regina.


"Sial..!! ada apa denganku!" Aland mengusap wajahnya kasar. Kenapa dia benar-benar merasa aneh dengan dirinya sendiri.


"Sebaiknya aku harus segera mandi." Aland masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri agar pikiran dan hatinya merasa sedikit rileks.


Sedangkan Regina di kamar sebelah sudah masuk ke dalam alam mimpi. Sepertinya keputusunnya untuk memilih menyerah dengan Aland membuat hati dan pikirannya sedikit tenang.


Keesokan paginya.


Regina sudah rapi dengan baju berwarna biru langit, sedangkan Sherena juga sudah siap untuk mengajak sepupunya itu pergi hari ini.


Semua orang sedang menikmati sarapannya di meja makan. Seperti biasanya akan ada adegan mesra untuk Papa Arshel dan Mama Evelyn. "Mending Mama buatin aku adik lagi," Ucap Sherena tiba-tiba.


Membuat Oma Candy tersedak. Opa Darren langsung ambilkan air minum untuk istrinya itu. "Kenapa Mommy yang tersedak? seharusnya kan aku?" Ucap Mama Evelyn.


"Kalau kamu harus hamil lagi nanti seperti Mommy donk, jarak kamu dan Aland sangat jauh, Dua puluh satu tahun. Mending tidak usah saja." Jawab Oma Candy.


"Aku juga tidak setuju, cukup satu putri saja Mom!" Sela Papa Arshel.


"Iya sayang, satu putri saja harus ektra sabar, setiap saat harus selalu di tegur untuk segera bekerja. Aland, ajari keponakan mu itu agar bisa menjadi wanita karir, jangan hanya pacaran terus, yang ada nanti kamu akan nikah muda."


Aland hanya memutar bola matanya jengah. Melihat sikap Mommy dan kakaknya yang terkandang masih selalu mengatur hidupnya.

__ADS_1


"Sepertinya Aland memang ingin segera menikah Oma, dia kan sudah punya kekasih baru sekarang." Ucap Sherena membuat Aland yang tersedak kali ini.


"Aland, hati-hati donk," ucap Oma Candy.


Pria berusia dua puluh empat tahun itu sempat melirik Regina yang sedari tadi hanya diam saja. Aland melihat wajah Regina yang masih datar tanpa ekspresi.


Entah kenapa melihat Regina yang seperti itu membuat Aland semakin penasaran. Sebenarnya gadis itu kenapa? apakah Regina sudah tidak mengaguminya lagi. Bahkan gadis itu sudah tidak pernah mengirim pesan padanya. Biasanya Regina selalu mengabari ataupun ingin tahu kabar Aland. Hampir setiap hari Regina mengirim pesan.


Awalnya Aland berfikir bahwa mungkin Regina tidak mengirim pesan karena sedang berada di Florida. Aland masih menatap wajah cantik Regina yang tidak melihat nya itu. Regina masih fokus menghabiskan sandwich-nya dengan diam tanpa terpengaruh obrolan dimeja makan.


"Rere, apa kamu akan pergi setelah ini?" Tanya Aland penasaran.


Regina menatap Aland yang sedang menatap tajam ke arahnya.


"Kami akan pergi ke suatu tempat," Sherena yang menjawab.


"Hati-hati ya sayang," Ucap Mama Evelyn.


Aland semakin penasaran dengan sikap Regina, apalagi dia tidak menjawab pertanyaannya.


"Kenapa tidak mengajakku? aku akan ikut kalian!" Ucap Aland menambil lap dan membersihkan mulutnya.


"Tidak boleh," Seru Sherena.


"Kenapa tidak boleh, biasanya aku juga ikut!" Ucap Alan melirik ke arah Regina yang hari ini menjadi lebih pendiam.


"Ini urusan gadis, jadi kamu tidak perlu ikut,, bukankah kamu juga ada janji dengan kekasih barumu itu, Aland?"


Aland baru ingat kalau dia memang ada janji dengan Susy. "Dari mana kamu tahu kalau aku ada janji?" Tanya Aland pada Sherena.


"Tentu saja aku dengar,, tadi pagi kan kamu teleponan sama kekasihmu di balkon kamar, bukankah balkon kita berdampingan?" Jawab Sherena.

__ADS_1


Aland hanya diam saja, memang tadi pagi setelah bangun tidur, Susy meneleponnya dan menyuruh Alan untuk datang ke rumahnya.


"Baiklah Mama, Papa, Oma dan Opa,,, aku sudah selesai sarapannya, dan sekarang aku aku dan Regina mau pamit untuk pergi." Ucap Sherena.


Kedua gadis itu langsung pergi meninggalkan meja makan, Regina bahkan tidak menoleh ke arah Aland sama sekali.


"Aku ikut kalian!" Seru Aland berdiri dan berjalan mengikuti langkah Sherena dan Regina.


###


"Kenapa harus ikut Om, apa kamu tidak jadi pergi ke rumah kekasihmu!" Seru Sherena.


Saat ini ketiga orang itu sudah berada di dalam mobil. Aland mengambil kemudi dan Regina duduk di sampingnya.


"Sudah ku batalkan!" Jawab Aland enteng.


Regina melirik Aland dengan kening yang mengkerut.


"Kenapa?" Tanya Regina.


"Karena aku ingin pergi bersamamu!"


Sherena cekikikan di kursi belakang, sedangkan Regina hanya melongo mendengar jawaban Aland.


Bersambung.


Jangan lupa untuk mampir baca novel terbaru othor. Judulnya Haruskah Aku Berbagi Cinta


karena ikut event lomba jadi butuh dukungan sebanyak-banyaknya πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2