
Happy Reading 😊
Sherena masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang kacau. Setelah tadi mendapatkan serangan ciuman dadakan dari Zarco, membuat gadis itu semakin bertambah kesal ketika pria itu mengklaim dirinya sebagai kekasihnya dan miliknya.
Apalagi Zarco bertindak seenaknya sendiri dengan Sherena, yang anehnya gadis itu tidak bisa menolak apapun kemauan pria tersebut.
"Enak saja mengklaim aku sebagai kekasihnya!! Memangnya dia kira aku mau, apalagi dia sudah dua kali mencium ku, benar-benar menyebalkan." Gerutu Sherena sambil melepaskan kancing bajunya dan melemparkan kemeja putihnya ke atas ranjang.
"AAGGHHRRKK!! Sial, sial, sial!! Aku malu sekali, Sherena kamu seperti gadis murahan yang dengan mudahnya luluh dengan segala rayuan dan pesona seorang Zarco!!" Sherena mengacak rambutnya frustasi.
Bisa-bisanya dia mau di cium oleh Zarco lagi setelah tadi gadis itu menolak mentah-Mentah. Kenapa Sherena tidak bisa mengendalikan dirinya dengan cara menolak, mendorong ataupun menampar pipi Zarco.
Gadis itu malah melingkar kan tangannya ke leher pria itu.
Memalukan..!!!!
Entah kenapa pada saat Zarco menghentikan mobilnya di depan rumah tadi, Sherena tidak bisa menolak ketika Zarco meminta ciuman lagi, padahal awalnya Sherena tidak mau, tapi nyatanya otak dan hatinya tidak berfikir sejalan.
Flashback.
Zarco menoleh ke arah Sherena yang sedang terlihat cemberut. Bibirnya yang seksi semakin bertambah seksi karena Sherena mengerucutkan bibirnya.
"Sudah sampai, my Angel," ucap Zarco tersenyum.
Sherena memandang sekitar, dan benar saja, ternyata mereka memang telah sampai di rumah.
__ADS_1
"Namaku Sherena." Sherena menoleh ke arah wajah tampan di samping itu.
"Bagiku kamu adalah malaikat ku dan kamu harus ingat kalau mulai hari ini kamu akan Kekasihku secara resmi." Sherena membulatkan matanya.
Zarco nyentuh wajah Sherena dan mendekatkan bibirnya, entah kenapa jantung Sherena terasa berdegup kencang. Refleks Gadis itu langsung menutup matanya, merasakan kelembutan dan kekenyalan bibir yang basah bertaut dengan bibirnya.
Seolah tidak sadar dengan apa yang dia lakukan, Sherena mengalungkan tangannya ke leher Zarco, bahkan menikmati setiap ciuman dan lembutnya bibir pria itu Saat memagut dan membelitkan lidah mereka dan saling bertukar saliva.
Zarco menyudahi ciumannya dan tersenyum lebar, tangan kanannya memegang pipi Sherena. "Selamat malam, My Angle,, besok kita bertemu pada saat jam makan siang."
Sherena langsung tersadar dan menarik tangan Zarco dari pipinya, kemudian dia langsung membuka pintu dan keluar dari mobil Zarco.
Berjalan dengan menghentakkan kakinya masuk ke dalam rumah, Zarco tersenyum menatap gadis yang sudah menjadi kekasihnya itu. Rasanya sangat bahagia, akhirnya impian Zarco untuk bisa bersama Sherena akhirnya terwujud, meskipun dengan paksakan.
Flashback end.
###
"Sebenarnya kamu memang sangat tampan." Sherena membayangkan saat mereka berciuman tadi.
"Ya Tuhan,, apaan sih otakku ini! Kenapa kamu bekerja sama dengan pria itu!" Gadis itu memukul kepalanya berkali-kali.
Mengusir segala pikiran tentang Zarco, sungguh pria itu benar-benar membuat Sherena menjadi gila.
Tepatnya tergila-gila.
__ADS_1
Sherena tidak mau terlalu larut dengan pikirannya terhadap pria itu. Akhirnya gadis itu masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri dari pikiran gila tentang Zarco.
Akhirnya gadis itu berendam setelah mengisi air di bathtub dan memberikan sedikit aroma terapi lavender.
"Aaaakk kenapa pikiranku benar-benar tidak bisa teralihkan!" Sepertinya Sherena sudah benar-benar gila. Dia tidak bisa melawan pikirannya sendiri.
"Aku sudah gila!" Gadis itu menenggelamkan seluruh kepalanya di air, berharap bahwa dengan berendam sebentar lagi akan hilang semua pikiran gilanya itu. Tapi tentu saja tidak semudah itu Ferguso.
###
Suasana pagi ini sungguh terasa berbeda. Antony merasakan atmosfir positif saat masuk ke dalam ruangan bosnya itu.
Zarco tampak tersenyum sambil melihat ponselnya, belum pernah Antony melihat pemandangan seperti ini. Sungguh ajaib.
"Selamat pagi, tuan. Apakah hari ini ada yang memberikan anda hadiah?" Zarco mengalihkan pandangannya dari ponsel ketika mendengar gurauan asisten pribadinya itu.
"Tuhan yang memberiku hadiah, akhirnya aku mendapatkan gadis itu, gadis yang telah menyelamatkan nyawaku, aku sudah jatuh cinta padanya saat pertama kali melihat raut wajah khawatir nya, setelah sekian lama akhirnya dia menjadi milikku, Antony." Jawab Zarco sumringah.
Antony juga ikut bahagia bisa melihat atasannya ini bahagia. Selama ini Zarco tidak mau dekat dengan wanita manapun karena hatinya sudah terpaut dengan gadis yang telah menyelamatkan dirinya.
Ya, gadis itu adalah Sherena.
"Selamat tuan, semoga hubungan kalian kedepannya menjadi tambah harmonis." Jawab Antony.
"Sayangnya dia sedikit keras kepala, tapi aku akan meluluhkan hatinya dengan caraku sendiri."
__ADS_1
Bersambung.
Makin seruu kan??😁😁😁