
Hangatnya perapian malam.
Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu.
Kesejukan sungai kebahagiaan.
Bagai menatap senyum-mu.
Membuat damainya jiwaku.
Segala ruang pada akhirnya akan menemui sunyi dan kekosongannya sendiri. Begitu pun tempat yang kau namai hati.
Hati ini akhirnya sunyi seiring kepergianmu.
Tapi aku kan selalu berjanji untuk selalu setia menunggumu hingga waktu itu akan datang.
Kita akan hidup bersama sampai menua.
~ Evelyn ~
Happy Reading 😔
Evelyn menangis tersedu dan melambaikan tangannya kala burung besi itu terbang mengudara meninggalkan nya dengan sejuta harapan.
Ya Arshel telah berangkat ke kota M untuk memenuhi panggilan tugas, ada rasa sedikit tidak rela di hati Evelyn kala Arshel mengucapkan perpisahan itu.
Entah kenapa hatinya merasa tidak enak, gelisah tak menentu, mungkin karena dia baru saja merasakan kebahagiaan yang hanya sebentar itu, tapi ada hal lain juga yang mengganjal di hatinya.
"Eve, sudahlah jangan menangis, nanti pasti ketemu lagi kok, Arshel hanya pergi beberapa jam dari sini, masih di Negara yang sama juga, jadi kalau kamu rindu kita masih bisa mengunjungi nya," Daniella memeluk Evelyn.
"Iya benar yang di katakan Ell, jadi jangan bersedih lagi," Kenzo ikut menyemangati.
Evelyn mengusap air matanya dan tersenyum. Apa dia terlalu cengeng ketika manangis tersedu di tinggalkan oleh Arshel.
"Terima kasih semuanya, aku memang sangat sedih di tinggal Arshel tapi entah kenapa kepergian nya ini membuat nelangsa," ucap Evelyn.
"Positif thinking aja Eve, jangan berfikir yang aneh-aneh," Mia mengelus pundak Evelyn.
"Aku yakin kalau Arshel pasti setia, dia tidak akan berpaling, tenang saja Eve, kalau sampai dia melakukan itu nanti aku bantu kamu untuk menelanjangi nya," ucap Arshel yang mendapatkannya pukulan dari sang kekasih.
"Jangan dengarkan kata-kata Zack ya Eve, dia itu memang mesum!" Daniella berucao sambil melotot pada Zack.
Evelyn tertawa melihat tingkah pasangan satu itu, dia merasa sedikit terhibur dengan adanya mereka.
__ADS_1
Arshel memang terkesan kaku dan dingin tapi dia selalu hangat dan sangat lembut kepada orang yang di cintai nya.
###
Markas Army di kota M.
Arshel baru saja tiba di markas dan langsung mendapatkan panggilan dari komandan atasannya.
"Sebenarnya masa liburan mu masih lama Ashel, tapi karena ada perintah dari Jendral yang mengutusmu untuk ke Camp karena ada sebuah tugas, jadi kami memutuskan untuk segera memanggil mu," ucap Komandan Wison.
"Siap Komandan, saya akan segera ke Camp untuk menemui Jendral besar," Arshel bersikap tegas.
Komandan Wison tersenyum, memang Arshel termasuk salah satu tentara yang tidak pernah bermasalah dan sangat disiplin, membuat semua orang sangat menyukainya.
Arshel berjalan menuju ke mobil khusus untuk pergi ke Camp utama tempat kediaman Jendral besar, entah apa tugas yang akan di berikan kepada Arshel, pria itu tidak mau berfikir.
Dia masih merasa berat atas kepergian nya kali ini, selama hampir tiga minggu bersama Evelyn membuat Arshel tidak bisa berhenti memikirkan kekasih nya itu.
Apalagi dengan kegiatan mereka siang itu membuat Arshel benar-benar tidak bisa mengalihkan pikirannya saat ini.
Wajah cantik Evelyn selalu terlintas di benaknya, dulu Arshel juga selalu memikirkan gadis yang sama, tapi kali ini sangat berbeda karena sekarang gadis itu telah menjadi kekasihnya.
"Arshel, aku memanggil mu kesini karena ada sesuatu yang akan ku bicarakan," ucap sang Jenderal.
"Siap Jenderal, anda ingin membicarakan masalah apa?
Jendral besar itu memanggil seseorang untuk masuk ke dalam ruangan nya. Arshel bisa melihat seorang gadis cantik masuk ke dalam dengan pakaian yang sangat seksi dan ketat.
"Farra, kemarilah," Jenderal itu menyuruh sang putri untuk mendekat ke arahnya.
"Papa, apakah kamu sudah menemukan seorang bodyguard untuk ku?" tanya gadis itu.
Arshel mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan sang gadis.
"Arshel ini adalah putriku, dia adalah seorang mata-mata jaringan FBI, tapi sekarang dia sedang di kejar oleh musuh dan harus mendapatkan perlindungan," ucap sang Jenderal.
Arshel langsung menatap gadis yang usianya mungkin di atasnya itu, sepertinya tugasnya kali ini adalah menjaga putri dari seorang jenderal.
"Halo Arshel, senang bisa bertemu denganmu, aku Farra, dalam waktu dekat ini aku meminta bantuan mu untuk menjadi pelindungku beberapa waktu yang belum bisa di tentukan," Arshel menerima uluran tangan gadis cantik yang bernama Farra.
"Baik Nona Farra, saya pasti akan menjalankan tugas dengan baik," ucap Arshel kaku.
"Hahaha, jangan terlalu kaku dan gugup Arshel, panggil saja aku Farra, kita akan menjadi rekan bisnis sekarang," Farra tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya.
__ADS_1
Arshel masih merasa kikuk karena harus menjalankan tugas ini, dia belum terbiasa dekat dengan perempuan lain selain keluarga dan Evelyn.
Tampan dan menarik, aku harap dia bisa menjadi pengawal yang bisa di andalkan. Batin Farra.
Jendral besar yang bernama tuan Rafael tersenyum menatap putrinya yang seperti tertarik kepada Arshel.
Biasanya Farra akan sangat sulit menerima bodyguard yang di kirim olehnya, tapi kali ini tatapan Farra berbeda dan dia bisa langsung menerima Arshel untuk menjadi bodyguard nya.
Tapi Arshel bersikap biasa saja, meskipun dia harus menjadi bodyguard seorang Farra yang memang cantik tapi bagi Arshel hanya Evelyn yang paling cantik dan tidak akan pernah bisa tergantikan.
Evelyn, aku sudah merindukanmu sayang!
###
Evelyn kembali ke Florida setelah kepergian Arshel, seperti kehidupan nya akan berlangsung seperti biasanya lagi.
"Mama! Papa!" seru Evelyn masuk ke dalam rumah.
Tidak ada sahutan dari dalam, Evelyn langsung masuk begitu saja dan naik ke lantai atas.
"Aahhh, aahh iya sayang lebih dalam lagi," Evelyn mendengar suara yang menganggu pendengaran nya.
"Ya Tuhan ini pasti Mama dan Papa sedang inthehoy ...!"
Evelyn masuk ke dalam kamar tak menghiraukan suara laknat itu. Gadis itu langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan menutup matanya.
"Arshel, kenapa hatiku tidak tenang!"
Gadis itu mengambil ponselnya dan melihat fotonya bersama Arshel yang mereka ambil di taman pelangi kemarin.
Evelyn tersenyum menatap foto mesra mereka berdua.
"Sayang, aku akan selalu menantimu di sini, jangan nakal di sana ya," Evelyn berbicara dengan foto Arshel.
Kemudian dia mendekap ponsel itu di dadanya, Evelyn yakin bahwa Arshel akan melamarnya suatu saat nanti.
Mereka saling mengucapkan janji sehidup semati dan tidak akan pernah terpisahkan walaupun berbagai halangan yang melintang.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya. dan Maaf bila masih banyak typo beterbaran di mana mana, salam sayang dari othor abal abal.
__ADS_1
Terima kasih ❤️😘😘😘