Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Rasa yang Terpendam


__ADS_3

Happy Reading 😊


Arshel melepaskan ciumannya yang sama sekali tidak mendapatkan balasan dari Evelyn. Maklum Evelyn belum pernah berciuman dengan pria manapun selain dengan Arshel kecil waktu itu.


"Apa kamu membenciku Shel?" tanya Evelyn menatap mata Arshel.


"Aku tidak pernah membenci mu Eve, aku lah uang merasa bahwa kamu tidak menyukai ku, dulu kamu mengatakan tidak suka ku cium dan menangis di depan Kenzo dan Daniella, ku kira kamu menceritakan pada mereka karena tidak menyukai itu," Evelyn menggeleng dan tersenyum.


"Apa gara-gara itu kamu bersikap dingin seperti ini padaku?" Arshel mengangguk.


"Kamu salah Shel, aku tidak bercerita pada mereka, tapi mereka sendiri yang melihatnya, lalu mereka menggoda ku dan karena aku merasa sangat malu jadinya aku menangis dan mengatakan kalau tidak menyukai ciumanmu," Arshel begitu kaget mendengar jawaban Evelyn.


Jadi selama ini dia telah salah paham. Ya Tuhan kenapa Arshel tidak mencari tahu dulu soal itu, jadi sikapnya selama ini pasti sudah sangat menyakiti hati gadis ini.


"Maaf Eve, ternyata aku hanya salah paham padamu, kenapa tidak dari dulu saja aku bertanya dan malah menjauhimu, tolong maafkan semua kelakuan ku selama ini," Arshel menatap wajah cantik itu sendu.


"Justru aku yang harus minta maaf padamu karena membuatmu berfikir seperti itu, tapi aku tidak pernah tidak menyukai ciuman mu itu Shel, aku sangat menyukainya," ucap Evelyn.


"Terima kasih Eve," Arshel memeluk Evelyn kembali.


Kali ini dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mencurahkan segala kerinduannya.


"Aku sangat bahagia Shel, berarti mulai sekarang kita adalah teman," ucap Evelyn memberikan jari kelingkingnya.


Hanya berteman Eve, apa kamu tidak mencintaiku? batin Arshel.


Sepertinya kita bisa mulai pendekatan diri dengan berteman Shel, aku belum tahu bagaimana perasaan mu padaku yang sebenarnya, jujur aku sangat ingin mendapatkan cinta darimu, apakah aku terlalu serakah! Batin Evelyn.


Arshel tidak mau menyambut jari kelingking Evelyn. "Aku tidak mau menjadi temanmu Eve? aku kira kamu sudah paham apa yang aku inginkan dengan caraku menciummu," ucap Arshel menolak.


Evelyn sangat terkejut mendengar ucapan Arshel. Tiba-tiba pria itu memeluknya lagi dan kali ini lebih erat.

__ADS_1


"Dengarkan jantung ini Eve, ia selalu berdebar kencang saat melihat mu, bahkan rasanya seakan sampai melompat dari tempatnya, seharusnya kamu paham dengan apa yang aku rasakan, Eve aku mencintaimu dan tidak ingin hanya menjadi sahabatmu saja," lagi-lagi Evelyn di buat terkejut dengan pengakuan Arshel.


"Hiks, berarti apa yang kita rasakan sama, aku juga sangat mencintaimu Shel, dari sejak kecil selalu mencintaimu, aku tidak ingin kamu jauh Shel," Evelyn menitikan air matanya.


Dia tidak menyangka bahwa Arshel juga menyambut cintanya. Sedangkan Arshel juga tidak percaya dengan ucapan Eevelyn, sungguh tidak di sangka bahwa Evelyn juga mencintai nya.


"Jangan menangis, nanti hilang loh cantikanya," Ashel menggoda Evely adar tidak menangis lagi.


"Aku menangis karena bahagia Shel, aku tidak pernah menyangka bahwa kamu juga mencintaiku," ucap Evelyn.


"Berjanjilah padaku jangan pernah menangis lagi, hem, kamu adalah milikku dan aku adalah milikmu."


Sedangkan masih di tempat yang sama.


Kenzo sedari tadi menatap Mia yang sedang sibuk mengantarkan pesanan ke meja pelanggan.


Ada sedikit pemandangan yang tidak Kenzo suka saat melihat Mia di marahi oleh salah satu pengunjung restoran karena kurang satu topping di atas kopinya.


Mia sudah selesai melakukan tugasnya yang terakhir, belum ada pelanggan lagi yang datang untuk memesan makanan di restoran mahal milik Nyonya Sarah itu.


Kenzo berinisiatif mendekati Mia yang baru saja melayani tamu yang datang terakhir ke restoran itu. Sudah dua hari ini mereka tidak bertemu karena tidak ada jadwal kuliah.


Biasanya Kenzo selelu menjemput Mia untuk berangkat bersama ke kampus, sepertinya tidak bertemu dengan sang kekasih dua hari saja membuat saudara kembar Arshel dan Daniella itu sudah tidak bisa menahan rindu di hatinya.


"Malam ini aku ingin mengajakmu pergi sayang," Mia terkejut tiba-tiba Kenzo membisikkan kata-kata itu.


Kenzo ingin menyenangkan hati Mia, mungkin kekasihanya itu juga butuh refreshing setelah seharian melakukan aktifitas, kuliah dan juga kerja paruh waktu.


"Eh, mau pergi kemana?" tanya Mia.


"Jalan-jalan ke Mall atau pergi ke tempat yang romantis, kita berkencan sayang, aku sudah sangat merindukanmu," Kenzo menaik lengan Mia dan mengajaknya ke belakang.

__ADS_1


"Ken, mau kemana?"


Kenzo tidak menjawab, dia hanya ingin bisa berduaan bersama Mia saat ini, apalagi dengan kejadian tadi yang membuat dirinya sedikit emosi.


"Apa yang ingin kau katakan Ken? kenapa membawaku ke tempat ini?" ucap Mia kesal.


"Sayang, jangan marah, aku hanya ingin leluasa menatap mu, sejak kemarin kita tidak bertemu jadi aku kangen banget nih," Mia terkekeh dengan ucapan Kenzo.


Kenapa sekarang pria itu begitu manja dengannya, padahal selama ini Kenzo selalu bersikap dewasa dan sangat di segani oleh semua orang di kampus karena pembawaan yang tenang dan juga smart, tapi semenjak mereka jadian Kenzo selalu bersikap seperti itu, manja dan juga selalu nempel sama Mia.


"Kamu itu ya, seperti anak kecil saja, bisa gak sih bersikap lebih dewasa kalau sedang bersama ku?" Kenzo menarik lembut tubuh Mia dan memeluknya.


"Mia aku selalu ingin bersama mu, kalau kita sudah wisuda nanti aku mau kamu kerja di Alvares GROUP," ucap Kenzo.


"Maksudmu Ken?"


"Sekarang kamu bekerja paruh waktu seperti ini hanya untuk biaya hidup, Mia aku tidak ingin melihat mu seperti ini terus, aku mau suatu saat nanti kita menikah, dan aku akan membahagiakan mu dan juga orang tuamu," Kenzo melerai pelukannya.


Melihat Mia yang selalu sibuk dengan belajar dan bekerja untuk biaya hidupnya membuat Kenzo merasa sangat prihatin. Apalagi harus mendapatkan perlakuan sedikit kasar seperti tadi membuat hati Kenzo merasa perih.


Dia berasal dari anak konglomerat, sedangkan Mia hanya orang biasa yang terkadang hidupnya masih kekurangan, Kenzo selalu memberikan Mia hadiah atau sekedar uang beberapa lembar dollar tapi Mia selalu menolaknya.


Mia tidak suka kalau Kenzo selalu memberikannya dengan percuma tanpa ada usaha lebih dulu.


"Aku sangat bahagia kamu mengajakku menikah Ken, tapi itukan masih sangat lama, masih butuh waktu tiga tahun lagi untuk menyelesaikan kuliah, yang pasti aku akan selalu ada bersamamu sampai kapanpun, karena hanya kamu pria baik yang tulus mencintai ku," ucap Mia membuat Kenzo tersenyum bahagia.


Mereka tidak tahu bahwa sedari tadi ada yang melihat mereka sedang berbicara di belakang restoran.


"Mia, jadi ini alasanmu menolakku, ternyata kamu memang sama saja dengan gadis yang lain, suka pria kaya lalu menggodanya, awalnya aku tidak curiga karena kamu selalu memperhatikan pria itu, tapi sekarang aku mengerti bahwa kamu telah menggodanya"


Bersambung.

__ADS_1


Siapa hayoo ada yang tahu gak?🤭


__ADS_2