
Happy Reading 😊
Evelyn tersenyum mengingat kejadian tadi siang bersama Arshel, dia tidak menyangka akan begitu mudah tahkluk oleh pesona Arshel yang begitu gagah dan tampan, badan Arshel mulai terlihat berotot, berkat latihan setiap hari menjadikan tubuhnya lebih tegap dan gagah dari saudara kembarnya Kenzo.
Arshel
Tapi pikiran Evelyn juga sedikit merasa takut, hati kecil nya mengatakan bahwa dia belum siap misalkan dia harus hamil, bagaimana nasib masa depannya. Sedangkan Arshel masih harus menyelesaikan pendidikan akademi militer nya dulu.
"Aku harap semua ini tidak akan berbuntut panjang, aku hanya ingin menjadi gadis yang memiliki cinta, di cinta dan di sayangi, meskipun terkadang aku merasa iri dengan mereka yang selalu bisa bersama, tapi aku tidak boleh egois."
Evelyn menusap air matanya yang jatuh, terkadang dia juga ingin bisa selalu bersama setiap waktu dengan Arshel. Tapi semua itu harus dia tahan sampai waktunya tiba dan Arshel datang untuk melamarnya.
Waktu mereka bersama hanya tinggal dua hari lagi, dia akan kembali ke Florida setelah Arshel pulang kembali ke markas militer.
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, tapi Evelyn masih tetap terjaga dan tidak bisa tidur, dia masih kepikiran nasibnya setelah ini, di tinggalkan sang kekasih menjadi abdi Negara, pasti akan membuat nya menahan rindu yang berat.
Evelyn
Sedangkan Arshel sendiri terlihat berdiri di balkon kamarnya, dia tersenyum penuh arti, masih memikirkan kegiatannya yang begitu berani siang tadi telah mengajak Evelyn bercinta.
Rasanya ingin melakukan lagi dan lagi, ternyata seenak dan senikmat itu rasanya bercinta, ah pantas saja dia sering melihat Daddy dan Mommy nya yang selalu bermesraan di manapun berada.
Bersama dengan wanita yang di cintai memang sangat membahagiakan, andaikan dia tidak memilih menjadi anggota Army sudah pasti dia akan menikahi Evelyn saat ini juga, seperti Kenzo dan juga Daniella yang sedang mempersiapkan pernikahannya.
"Eve, aku merindukan mu, baru dua jam yang lalu kita bersama tapi aku sudah kangen," gumam Arshel.
Pria itu berjalan masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tiba-tiba ponselnya berdering, Arshel melihat nama 'My lovely' yang ada di ponselnya.
"Halo sayang, kenapa belum tidur?"
"Aku tidak bisa tidur sayang."
"Kenapa? apa ada masalah? atau kamu butuh sesuatu?"
__ADS_1
"Tidak sayang, aku tidak bisa tidur karena memikirkan mu," Arshel tersenyum dengan jantung yang berdetak kencang mendengar ucapan sang kekasih.
"Kalau begitu aku akan datang, biar kamu bisa tidur."
Arshel langsung keluar dari dalam kamar dan berjalan ke kamar Evelyn yang hanya berjarak satu kamar milik Daniella.
Tok, tok, tok!
Ceklek!
"Kenapa kamu ke sini," Arshel tidak menghiraukan ucapan Evelyn, dia langsung masuk dan menutup pintunya.
"Aku ingin tidur di sini sayang, aku juga tidak bisa tidur," jawab Arshel langsung tengkurap di ranjang Evelyn.
Ya Tuhan, kenapa Arshel malah tidur di sini, apa yang akan kami lakukan kalau berduaan lagi di kamar ini? oh jangan sampai kita melakukan itu lagi, ini saja rasanya masih sakit!
Evelyn menggeleng kan kepalanya berusaha mengusir pikiran mesumnya. Dia kemudian duduk di sofa dan bersedekap dada.
"Loh sayang, katanya kamu gak bisa tidur karena mikirin aku, nah sekarang akukan ada di sini, ayo kita bobok bareng," Evelyn melototkan matanya.
"Aku gak mau Arshel, nanti gak bobok tapi ... !"
Aduh kenapa aku malah kepikiran kaya gitu terus sih! gerutu Evelyn.
Arshel mendekati Evelyn dan langsung duduk di sampingnya.
"Apa kamu mau yang kaya siang tadi sayang?" tanya Arshel sambil memeluk Evelyn dari samping dan menelusup kepalanya ke bahu sang kekasih.
"Eh, enggak bukan gitu, awas Arshel aku geli!!" Evelyn meronta kala Arshel menggigit telinganya.
"Tenang sayang, aku tahu kamu masih merasa sakit jadi aku tidak akan melakukan itu lagi, maaf ya," Evelyn merasa lega ketika Arshel mengatakan itu.
"Iya sayang, kalau begitu ayo kita segera tidur, aku sudah sangat lelah," ucap Evelyn beranjak naik ke atas ranjang disusul oleh Arshel yang langsung ikut berbaring di samping Eve dan memeluknya erat.
###
Kenzo masih betah dengan kegiatan nya yang menggempur sang istri itu, suara decitan ranjang yang bergoyang dan bunyi dari penyatuan tubuh kedua pasangan pengantin baru itu memenuhi ruangan.
Kenzo benar-benar merasa bahagia bisa memiliki Mia seutuhnya, menjadikan dia istri dan ibu dari anak-anaknya nanti.
Begitu pun dengan Mia, dia masih merasa terharu dan tidak percaya bahwa dirinya telah seutuhnya menjadi milik Kenzo.
__ADS_1
"Aahh, sayang aku sudah tidak tahan!"
Kenzo semakin mempercepat gerakannya kala merasa sudah di atas puncak. Akhirnya dia menaburkan benih yang kedua kalinya di dalam ladang Mia.
Kedua sejoli itu mengatur nafas yang menderu setelah pelepasan yang keduanya, tapi milik Kenzo seakan belum puas Ingin merasakan sempitnya ladang sang istri.
"Aku sudah lelah sayang," gumam Mia kala Kenzo bermain dengan bukit nya lagi.
Menyusu seperti bayi yang sedang kehausan. "Tidurlah sayang, aku tidak akan lama, biar aku terus yang memimpin kamu tinggal nikmati saja," bisik Kenzo kemudian mengarahkan adiknya lagi ke tempat yang hangat dan sempit itu.
Mia merasakan hentakan Kenzo sangat kuat membuat nya menggelinjang nikmat, bagaimana dia bisa tidur kalau sentuhan suaminya itu bisa membangunkan hasratnya kembali.
"Kamu memang hebat sayang, bisa membuatku ketagihan terus!"
Malam itu bagaikan malam yang panas meskipun udara di luar cukup dingin.
Kedua pasangan Mia Kenzo bergelut di atas kasur, Arshel dan Evelyn saling berpelukan mesra, lalu bagaimana dengan pasangan yang satunya yaitu Zack dan Daniella?
Daniella sedang menonton film kesukaan nya bersama Zack di ruang keluarga. Padahal seharian ini mereka pasti lelah dengan acara pernikahan dadakan saudara itu.
Tapi tidak dengan Ell, dia baru saja mendapatkan tontonan film yang dia suka, sedangkan Zack sudah menahan kantuknya sedari tadi.
PLAK!
"Aww My Love kenapa memukul pipiku?" seru Zack memegang pipinya.
"Aku tidak memukul sayang cuma menyenggol, lagian kamu ketiduran melongo gitu, katanya tadi mau nemenin aku nonton film?" Zack nyengir kuda.
"Tapi aku sudah ngantuk sayang, apa kamu gak ngantuk sih?" Daniella menggeleng.
"Aku tidak bisa tidur, dari tadi aku mendengar suara aneh lagi, tapi kali ini dari kamar Kenzo," Zack menepuk jidatnya mendengar ucapan sang kekasih yang seperti orang polos itu padahal dia juga pernah mengeluarkan suara itu ketika Zack mengajak nya bermain.
"Sayang kamu itu memang polos atau pura-pura polos sih!!" Zack mencubit hidung Daniella gemas.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1