Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Part 15


__ADS_3

Happy Reading 😊


Zack memandang wajah cantik yang masih betah memejamkan matanya itu. Dia baru saja mengkompres kening Daniella dan sekarang demamnya juga sudah turun.


Entah kenapa hati Zack merasa berbunga-bunga sedari tadi, meski masih terlelap, Ell menyebutkan nama Zack dua kali dan itu berhasil membuat pria tampan itu benar-benar bahagia.


Aku tahu sebenarnya kamu tidak membenciku Ell, bahkan dalam tidurpun kau memanggil namaku, sepertinya gerbang hatimu sudah mulai terbuka untuk-ku.


Zack mencium kening Daniella lama, seakan menyalurkan perasaan yang dalam dari lubuk hatinya dengan gadis cantik ini.


"Eummm!" sepertinya Ell sedikit merasa terganggu dengan apa yang di lakukan Zack padanya.


"Ell, maukah kamu menjadi pengantin ku? aku tidak bisa hidup tanpamu sayang, aku akan bersabar dengan dirimu yang sangat dingin ini," ucap Zack mencium bibir merah Daniella.


Membuat si empunya menggeliat lagi. Zack mendesah pelan karena melihat posisi Ell yang tidur terlentang itu.


Rasanya ingin sekali pria itu menerkam gadis di sampingnya ini, posisi tidur Ell yang seakan menggoda dirinya untuk menjamah membuat Zack merasa frustasi.


Jangan bangun bego!!


Zack hanya bisa mengumpati miliknya yang memang tidak bisa di ajak berkompromi itu Entah kenapa hanya berdekatan dengan Daniella senjata ampuhnya langsung bisa tegak menantang begitu saja.


Zack bangun dan duduk di sisi ranjang, apakah dia harus bermain solo karir hanya karena Daniella.


Ya Tuhan tidak pernah terbayangkan sebelumnya seorang Zack bisa sampai merasa kesakitan seperti ini.


"Ell, aku tidak akan melakukan apapun padamu, tapi izinkan aku memeluk mu dan memberi kehangatan di saat kamu sakit seperti ini," Zack membaringkan tubuhnya di samping Daniella dan membawa gadis cantik itu ke dalam dekapannya.


Sungguh hatinya merasa gelisah sekaligus senang dengan keadaannya ini. Zack sampai melupakan bahwa dia bolos jam kuliahnya hari ini.


###


Mia menatap Kenzo yang sedang berjalan bersama seorang gadis yang sangat cantik. Mereka terlihat berbincang dan saling tertawa bahagia.


Kenapa hatiku sakit dan merasa tidak terima melihat Kenzo bersama gadis lain, bukankah sudah biasa melihat hal seperti itu, ya ampun Mia kenapa kamu gak tau diri banget sih, Kenzo kan bukan siapa-siapa mu, bahkan untuk menjadi sahabat Kenzo saja sudah sangat luar biasa, please Mia jaga hati kamu agar tidak melampaui batas. Kamu dan Kenzo sangat berbeda dan yang pasti gadis pilihannya tentu berasal dari derajat yang sama. Dia hanya menganggap mu teman tidak lebih. Batin Mia.


Gadis berkacamata itu langsung menghindar kala Kenzo menatap ke arahnya, dia tidak ingin terlihat sedang memperhatikan Kenzo, karena pasti Kenzo tidak akan menyukainya.


Mia memilih untuk pergi ke perpustakaan dan mencari buku-buku yang bisa membuat pengetahuan nya bertambah.


Dia harus segera menepis segala perasaan pada pria paling terkenal di kampusnya itu, meskipun selama beberapa hari ini Kenzo selalu mengajaknya belajar tapi Mia berhasil menganggap hal seperti itu terlalu berlebihan, padahal bisa saja Kenzo memang hanya ingin belajar bersama bukan karena suka atau nyaman bersama Mia.


"Masih ada waktu satu jam lagi untuk pergi ke restoran, aku harus menggunakan waktu ini sebaik-baiknya," gumam gadis berkacamata itu.

__ADS_1


Mia duduk sambil membaca buku tentang cara mengelola sebuah perusahaan dan menjadi pebisnis hebat, cita-cita nya memang tidak muluk, Mia ingin bisa bekerja di kantoran sekedar menjadi manager atau sekretaris.


Dia tidak sadar bahwa sedari telah di amati oleh seseorang, wajah Mia terlihat sangat serius ketika sedang mempelajari sesuatu.


Tiba-tiba ada seseorang duduk di hadapan Mia dan masih menatap gadis itu dengan tatapan lembut.


"Terlihat serius banget, sampai ada orang datang saja nampak di abaikan," Mia terkejut mendengar suara yang tidak asing itu.


"Kenzo, kenapa kamu ada di sini?" pekik Mia kaget dan jantung hampir copot karena ulah Kenzo itu.


Kenzo terkekeh melihat reaksi Mia yang seperti itu. "Kamunya fokus banget sampai gak tahu ada seseorang yang menghampiri, karena tidak ada respon aku memilih duduk saja," ucap Kenzo.


Ken, kenapa kamu malah ke sini sih? padahal aku ke perpustakaan ini kerena ingin menghindari mu. Batin Mia menjerit


"Aku memang sibuk Ken dan harus segara pergi ke restoran," jawab Mia tidak enak.


"Apa kamu mau ku antar ke restoran Mia, sekalian makan siang," Mia menggeleng cepat, dia tidak ingin bersama Kenzo lagi.


"Tidak perlu Ken, aku sudah bawa motor jadi tidak perlu," jawab Mia tersenyum.


Kenzo menatap Mia dengan tatapan yang sulit diartikan.


Mia, ada apa denganmu? kenapa sepertinya kamu menghindariku, apa aku ada salah denganmu. Batin Kenzo.


"Ada apa Ken?" tanya Mia sedikit kaget.


"Kamu kenapa Mia, sepertinya dari tadi sengaja menghindari ku? apa aku membuat kesalahan padamu?" Mia menarik tangannya dari genggaman tangan Kenzo.


"Aku tidak menghindari mu Ken, hanya saja memang aku terburu-buru, permisi," Mia tersenyum dan kemudian pergi dari hadapan Kenzo.


*Ken, mulai hari ini aku tidak boleh terlalu dekat dengan mu, hati ini selalu lemah apabila harus berhadapan dengan mu Ken, maafkan aku. Batin Mia menahan sesak di dadanya.


Mia, ada apa dengan dirimu*?


Kenzo menatap sendu kepergian Mia, ada sebuah rasa yang tidak bisa ia jabarkan di lubuk hatinya.


###


Daniella mengerjapkan kelopak matanya berkali-kali, gadis cantik itu merasa ada sebuah benda besar berada di sampingnya.


Aroma ini?


Daniella langsung membuka matanya sempurna dan betapa terkejutnya dia melihat sebuah dada bidang kokoh di depan wajahnya dan aroma parfum itu.

__ADS_1


Jangan-jangan dugaanku benar, tapi tidak mungkin kan kalau pria bermuka dua itu ada di kamarku dan mendekap erat seperti ini, tapi ini bukan aroma Kenzo arau Arshel, jangan-jangan..!


Daniella mendongak memastikan siapa yang sedang mendekapnya itu.


"Aaakkkk!!!"


Zack terbangun mendengar teriakkan Daniella yang begitu kencang itu.


"Ell, jangan berteriak," pria tampan itu semakin memeluk erat gadis yang meronta dan memukul kuat dadanya.


"Kenapa kamu ada di sini!!" Daniella masih meronta dan merasa sangat kesal dengan tingkah laku seenaknya dari pria ini.


"Ell, kalau kamu bergerak terus jangan salahkan aku kalau yang di bawah sana ikut bangun dan meminta untuk di puaskan," seketika Ell langsung menghentikan pukulannya.


"Lepaskan aku Zack, siapa yang mengizinkan mu masuk ke dalam kamar ku?"


Zack menatap wajah cantik di depannya ini, posisi mereka sudah seperti pasangan suami istri saja.


"Kenzo yang menyuruh ku masuk ke kamarmu, tadi badanmu panas dan semua keluarga mu sedang tidak ada di rumah, aku yang merawat mu lo sayang, jadi jangan marahi aku ya?" Zack menaik turunkan alisnya.


Daniella terpekik ketika tiba-tiba Zack mengukungnya dan mengunci kedua tangan Ell.


"Zack!! apa yang akan kamu lakukan!!" Zack tersenyum dan mengecup singkat bibir merah Daniella, kemudian pria tampan itu langsung beranjak dari atas tubuh Ell dan melepaskan kuncian tangan nya.


Daniella bernafas lega ketika mengetahui Xack tidak melakukan apa-apa padanya.


"Sayang, tenang saja, aku tidak akan berbuat macam-macam kalau bukan kamu sendiri yang meminta, yang pasti aku sangat mencintaimu Ell, aku akan mengejar cintamu sampai kapanpun, akan ku buktikan bahwa aku adalah pria yang pantas menjadi pendamping hidupmu selamanya."


Daniella merasa jantungnya berdegup kencang ketika melihat ke dalam bola mata Zack yang berwarna coklat itu, dia bisa melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari sana.


Apakah sudah saatnya Ell memberi kesempatan untuk pria di depannya ini membuktikan rasa cinta yang selalu dia ucapkan.


"Baiklah Zack, ku berikan kamu satu kesempatan!"


Bersambung.


Maaf bukan maksud menggantung tapi imi sudah keriting tangannya,🙏🙏😁😁😁


Terima kasih yang udah kasih bunga🌹🌹


boleh di beri lagi ya yang banyak.


Note : Zack sama Zicko beda orang ya akak reader, cerita Zicko, nick, liora, antony dan bella nanti ada di novel lain kayaknya.

__ADS_1


Tapi masih di piki2 lagi ya🙏🙏😁😁


__ADS_2