Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Hamil Muda


__ADS_3

Happy Reading 😊


Pagi ini Evelyn telah siap untuk pergi ke kampus, rasanya sangat bersemangat sekali, senyum merekah selalu menghiasi bibir mungilnya.


Tadi malam Arshel mengatakan akan segera keluar dari Akademi Militer dan menetap di Florida, itu artinya mereka akan bisa bertemu setiap hari.


"Sudah tidak sabar menantimu sayang," Gumam gadis itu sambil menatap cermin.


sudah terbayang bagaimana nanti dia akan selalu bersama Arshel bahkan bisa tidur bersama.


Astaga Eve, apa yang kamu pikirkan sih, kenapa cuma ranjang saja yang ada di otakmu!


Evelyn memukul pelan kepalanya. Entah kenapa setelah mengalami malam-malam panjang bersama Arshel, otaknya menjadi sedikit mesum.


Maklum, Eve belum pernah berpacaran sama sekali, sehingga semua perhatian dan kasih sayang yang Arshel berikan langsung bisa membuat hatinya melayang.


"Sepertinya sudah siap, aku jadi semakin pintar berdandan sekarang, ingin selalu tampil cantik di hadapan Arshel," gumam gadis cantik itu.


Evelyn bergegas untuk mengikuti kelas masak hari ini, dia ingin menjadi koki yang sukses dan bisa memiliki usaha sendiri, dan juga ingin menjadi istri yang pintar memasak untuk suaminya kelak.


Gadis itu turun ke lantai bawah dan melihat sang Daddy sedang membaca koran sendiri di ruang tengah.


"Pagi Dad, di mana Mommy," Sapa Evelyn pada Daddy Darren.


Darren mendongak dan tersenyum melihat gadisnya yang semakin beranjak dewasa.


"Sini sayang, duduk dulu, Daddy ingin membicarakan sesuatu dengan mu." Darren menepuk kursi di sampingnya.


Evelyn menurut dan langsung duduk di samping sang Daddy yang masih terlihat tampan dan gagah di usianya yang sudah setengah abad itu.


"Ada apa Dad?" Evelyn tersenyum memeluk lengan Daddy Darren.


Darren nampak menghirup nafas panjang sebelum berucap kemudian menghembuskan perlahan.


"Di usiamu yang menginjak ke dua puluh tahun ini ada kabar gembira sayang, tapi Daddy harap kamu jangan bersedih atau berkecil hati ya?"


Evelyn mengangkat kedua alisnya tanda tidak mengerti.

__ADS_1


"Memangnya kabar gembira apa yang membuat ku bersedih Dad, sungguh aneh!" Evelyn menggelengkan kepalanya.


"Mommy sedang hamil, usia kandungannya sudaj menginjak tiga bulan, jadi di usiamu yang sudah menginjak dewasa ini kamu akan memiliki seorang adik sayang." Ucap Daddy Darren membuat Evelyn melongo.


"Apa! Mommy hamil!" Evelyn nampak tercengang.


Darren mengangguk mantap, sedangkan sang putri membulatkan matanya tidak percaya.


Mana mungkin Mommy hamil lagi? Astaga, bukankah itu berita besar yang mengejutkan? Apakah aku harus bahagia atau bersedih? Batin Evelyn.


"Apakah kamu kecewa sayang?" Darren membelai rambut coklat putrinya.


"Tidak Dad, Eve senang bisa menjadi seorang kakak, yah meskipun sudah sebesar ini, nanti bisa di bilang anak Eve oleh teman-teman," Ucap Evelyn tergelak.


"Sayangku putri Mommy yang cantik!" Candy datang dengan membawa roti panggang dan tiga gelas teh hangat ke ruang tengah.


"Kenapa tidak di ruang makan saja Mom?"


"Mommy mual sayang kalau duduk di meja makan, Daddy sudah bercerita denganmu kan?" tanya Candy tersenyum dengan bibir yang sedikit pucat.


"Mommy hamil ya? tapi umur Mommy kan masih muda, jadi ya tidak apa-apa kalau menambah anak lagi," ucap Evelyn.


Candy memang masih berumur tiga puluh sembilan tahun, tubuhnya juga masih kencang dan awet muda, kecantikan yang terpancar tidak pernah pudar sampai sekarang, maklum Candy memang masih remaja waktu melahirkan Candy.


"Terima kasih sayang, Mom kira kamu akan bersedih, sebenarnya Mommy dan Daddy tidak berencana membuat adik untukmu, tapi ternyata Tuhan berkata lain untuk memberi kepercayaan Mom dan Dad untuk bisa memiliki anak lagi," ucap Candy.


Darren merangkul kedua wanita yang paling berharga di hidupnya, dia sangat bersyukur memiliki istri yang kuat seperti Candy dan juga putri cantik seperti Evelyn.


"Terima kasih keluargaku," ucap Darren mencium pucuk kepala Candy dan putrinya.


###


Lula menghampiri sang suami yang sedang memakai kemejanya, dengan langkah yang sedikit ragu Lula pun mendekat.


"Ini dasinya sayang, aku pasangkan dulu," ucap Lula mengalung kan dasi itu.


Danish menatap wajah cantik sang istri sambil tersenyum, dia sedikit khawatir dengan kondisi Lula yang mengatakan kepalanya sakit, tapi tidak mau di panggilkan Dokter.

__ADS_1


"Sayang, apa masih sakit kepalanya?" tanya Danish menarik pinggang Lula dan menempelkan tubuhnya.


"Entahlah sayang, aku masih merasa sedikit pusing," jawab Lula.


"Nah, sudah selesai," ucapnya lagi ketika selesai memasang dasi di kerah Danish.


"Kalau masih pusing tidak perlu berangkat ke kantor, nanti aku akan menyuruh Dokter Alma ke sini, ya?" Danish membelai pipi sang istri.


"Baiklah, terserah kamu saja sayang," jawab Lula tersenyum.


Danish mencium bibir candunya itu dengan sedikitnya l*matan yang membuat Lula memejamkan matanya.


"Eumm sudah sayang, nanti kamu terlambat," Lula mencubit perut Danish ketika tangannya menyentuh dada kiri Lula.


"Tadi malam libur gara-gara kamu sakit sayang, aku merasa tidak bersemangat kalau tidak mendapatkan asupan vitamin darimu," Lula tergelak.


Danish memang selalu begitu kalau semalam saja tidak mendapatkan jatah.


"Baiklah ayo kita segera sarapan," Lula mengangguk dan memeluk Danish dari samping.


Bagaimana cara mengatakan padamu sayang kalau Arshel telah menghamili Evelyn! Tapi tunggu dulu, Arshel hanya mengatakan bahwa dia memperawani Eve, jadi belum tentu Evelyn hamil kan?


"Sayang, ada kabar gembira dari Darren," ucap Danish pada saat mereka menuruni tangga.


"Kabar gembira apa sayang?"


"Saat ini Candy tengah hamil, hahaha dasar Darren, dia sudah pantas memiliki cucu tapu tidak mau kalah dari yang muda!" ucap Danish tergelak.


Lula hanya bisa mengelus dada mendengar berita itu.


Bersambung.


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.


Terima kasih ❤️😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2