Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Sakit Hati Lagi


__ADS_3

Happy Reading 😊


Tiga bulan kemudian.


Lula sedang memilih gaun untuk acara yang akan diadakan di perusahaan. Bumil satu ini terlihat bingung harus memakai gaun yang mana karena semua gaun pestanya sudah tidak ada yang muat.


Maklum saat ini kehamilannya sudah memasuki usia 4 bulan, perutnya sudah terlihat sangat besar dari usianya karena triplet Baby.


Bahkan berat badan Lula juga naik drastis, Pipinya semakin terlihat cubby seperti bakpao dan tentu saja badanya juga terlihat lebih gendut.


Semenjak hamil Danish melarang sang istri untuk bekerja, dia ingin Lula istirahat total karena takut akan terjadi apa-apa dengan kandungannya.


"Sepertinya aku harus membeli gaun baru untuk acara pesta besok malam, semua gaunku sudah di pastikan tidak akan muat dengan tubuhku yang gendut seperti ini," gumam Lula.


Dia memutuskan untuk menelepon Danish dan menyuruhnya untuk mengantarkan membeli gaun pesta.


"Kenapa tidak di angkat?" guman Lula.


Sampai panggilan ke dua tetap saja tidak ada jawaban. Lula duduk di sofa, pikirannya sungguh kalut saat ini. Dia merasa bahwa Danish akhir-akhir ini terlihat sangat sibuk.


Sering pulang malam karena harus lembur, meskipun menurutnya tidak ada yang berubah dari sikap Danish terhadapnya tapi terkadang Lula sendiri yang merasa tidak percaya diri.


"Ya Tuhan, kenapa pikiranku jadi seperti ini, Lula jangan mikir yang aneh-aneh, Danish tidak akan pernah berpaling darimu," ucap Lula menyemangati hatinya.


Apalagi dia dengar kalau sekretaris baru Danish adalah seorang wanita cantik, memang setelah berhentinya Lula dari perusahaan Danish langsung merekrut sekretaris baru untuknya.


Danish sendiri yang mengatakan bahwa sekretaris pengganti Lula adalah seorang wanita.


"Tidak, tidak Lula jangan berpikir seperti itu, tidak mungkin Danish berselingkuh darimu apalagi dengan sekretaris barunya, aku tahu Danish seperti apa orangnya, huh sebaiknya aku harus jalan-jalan refreshing untuk menghilangkan penat karena bosan di rumah," ucap Lula.


Dia mengambil jaket dan memakainya, Lula memutuskan untuk pergi ke Mall dan sekalian membeli sebuah gaun untuk acara pesta besok.


"Bibi Ellen, aku akan keluar sebentar, nanti aku akan makan di luar dulu jadi Bibi tidak perlu menyiapkan makan siang di rumah," ucap Lula kepada kepala pelayan di rumah itu.


"Memangnya Nona Lula mau pergi kemana?" tanya Bibi Ellen.


"Aku hanya jalan-jalan ke Mall untuk membeli gaun baru, semua gaunku sudah tidak ada yang muat Bibi, lihatlah badanku sudah melar seperti ini," jawab Lula terkekeh.


"Nona, meskipun saat ini badan Nona Lula menjadi melar tapi Nona semakin terlihat cantik, aura kecantikan Nona begitu terpancar, jangan merasa tidak percaya diri ya?" ucap Bibi Lula memegang tangan majikannya yang sangat baik itu.


Lula tersenyum dan memeluk Bibi Ellen, wanita paruh baya itu mengelus punggung Lula seakan memberinya semangat, dia paham bagaimana perasaan wanita hamil itu karena Lula terkadang mengeluh masalah berat badannya.

__ADS_1


"Terima kasih Bibi, tenang saja, aku masih percaya diri kok," jawab Lula.


"Harus dong Nona, kalau menurut Bibi Nona Lula jadi terlihat semakin seksi loh," ucap Bibi Ellen jujur.


Meskipun Lula saat ini terlihat lebih berisi tapi menurutnya itu malah semakin membuat Lula tampak seksi karena sebagian dari tubuhnya terlihat semakin besar.


"Ya sudah, aku akan pergi dulu sama Jimmy, nanti sebelum Danish pulang aku pastikan sudah ada di rumah," ucap Lula.


"Hati-hati Nona, aku akan menyuruh beberapa pengawal untuk menjagamu," ucap Bibi Ellen.


"Tidak perlu Bibi, sudah ada Jimmy, nanti aku suruh dia mengikutiku, Bibi tenang saja ya," jawab Lula.


Kemudian Lula memutuskan untuk mengajak sopir pribadinya mengantarkan dia pergi ke sebuah Mall terbesar di kota itu.


Lula memakai kacamata hitam dan keluar dari dalam mobil, dia memasuki sebuah Mall dengan di dampingi oleh Jimmy, pria berusia 32 tahun yang bertugas sebagai sopir pribadinya.


"Jimmy, aku akan masuk ke dalam toko itu untuk membeli sebuah gaun, kamu bisa menungguku di luar toko," ucap Lula.


"Baiklah Nona," jawab Jimmy menunduk.


Lula masuk ke dalam toko baju itu sendiri dan mencari gaun yang pas di tubuhnya dan cocok untuk dirinya.


Tiba-tiba dia seperti melihat seseorang yang sangat dia kenal sedang berada di kasir sedang melakukan pembayaran.


"Bukankah itu Franklin? apa dia baru saja membeli sebuah baju wanita?" guman Lula saat melihat Franklin menerima dua paper bag dari kasir


Toko itu memang hanya menjual khusus untuk gaun wanita saja.


Pada saat Lula akan menemui Franklin tapi asisten Danish itu sudah tidak ada, sepertinya dia sudah keluar dari tempat itu.


"Ah sudahlah, mungkin saja dia membelikan untuk kekasih barunya atau wanita yang dekat dengannya," guman Lula.


Akhirnya Lula telah mendapatkan dress yang dia inginkan, kemudian dia keluar dari toko itu dan memutuskan untuk makan siang sekalian di Mall.


"Jimmy, kita makan siang di sini saja ya?" ucap Lula menunjuk sebuah restoran yang ada di Mall tersebut.


"Baik Nona, terserah anda saja," jawab Jimmy.


Lula masuk terlebih dahulu ke dalam restoran itu. Tapi tiba-tiba matanya melihat pemandangan yang sangat menyayat hatinya.


Lula melihat Danish, Franklin dan dua wanita cantik sedang makan siang satu meja di tempat tersebut.

__ADS_1


Lula bahkan melihat mereka tertawa bersama menikmati makan siangnya. Salah satu wanita itu terlihat membuka sebuah paper bag yang tadi di beli oleh Franklin.


Lula memegang dadanya, entah kenapa tiba-tiba rasanya sangat sakit melihat suaminya yang makan siang bersama seorang wanita meskipun di situ ada dua wanita dan juga Asisten Franklin.


Tapi Lula sungguh merasa insecure saat melihat penampilan para wanita itu yang terlihat sangat cantik dan seksi.


"Apa Danish berselingkuh di belakang ku karena sekarang aku sudah tidak seksi dan cantik lagi," gumam Lula.


Air matanya menetes begitu saja, rasa trauma yang dulu pernah dia rasakan seakan muncul kembali. Lula merasakan sesak di dadanya bahkan saat ini dia terlihat sangat kesulitan bernafas.


"Nona, apa anda baik-baik saja," ucap Jimmy yang melihat Lula seperti menahan sakit dan tangis.


"Apa sebaiknya kita pulang saja," Jimmy berusaha membujuk Nonanya itu.


Lula sudah merasa sangat sesak, kepalanya tiba-tiba pusing melihat suaminya bersama wanita lain.


"Danish, jadi karena ini kamu tidak mengangkat telepon dariku, kamu sedang bersama wanita lain yang lebih cantik, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" batin Lula berlinang air mata.


Tiba-tiba pandangannya menjadi gelap, Lula merasa tubuhnya lemas.


BRUUKK!


Tiba-tiba Lula jatuh tidak sadarkan diri. Semua pengunjung begitu terkejut melihat ada seorang wanita hamil yang sedang pingsan.


Untung saja ada Jimmy yang sigap menangkapnya.


"Nona Lula, Nona Lula apa anda baik-baik saja, Nona Lula!!" Jimmy memangku kepala Lula.


Danish dan Franklin melihat keributan yang ada di depan pintu masuk itu, mereka berempat sama-sama menoleh, tapi tidak kelihatan karena terhalang orang-orang yang ingin menolong Lula.


"Nona Lula, ku mohon bertahanlah!!" seru Jimmy mengangkat tubuh Lula.


Danish melihat Jimmy yang sedang menggendong Lula itu, matanya melotot sempura dan tentu saja dia shock melihat siapa yang pingsan itu.


"Sial!! LULA!!" teriak Danish.


Bersambung.


Pake bumbu penyedap dulu ya ceritanya 🤭🤭🤭


maaf bila masih banyak typo 🙏🏻🙏🏻 jangan lupa dukung terus karya othor ya akak Reader terlove 🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2