
Happy Reading 😊
Candy menatap Dokter yang sedang memeriksanya saat ini, dokter wanita itu menempelkan sebuah alat di perutnya setelah sebelumnya sang dokter mengoles gel di atas perut rampingnya itu.
Darren dengan setia mendampingi sang istri dengan terus menggenggam tangannya.
Tadi pada saat sudah sampai rumah sakit Candy langsung di arahkan ke dokter obgyn oleh dokter umum.
"Selamat ya Nona dan Tuan kalian akan mendapatkan baby, diperkirakan usia kandungan Nona Candy memasuki usia empat minggu, lihatlah bulatan kecil di tengah ini, masih sebesar biji salak, jadi belum bisa di lihat jenis kelaminnya," jelas dokter tersebut.
Darren menatap Candy dengan mulut yang menganga saking speechless-nya mendengar ucapan sang dokter. Pria itu langsung memeluk erat sang istri.
Sedangkan Candy merasa matanya memanas karena ada air yang di paksa keluar dari dalam, hatinya begitu bahagia, dia sampai tidak bisa menjabarkan dengan apa yang dia rasakan saat ini.
Candy tidak membalas pelukan Darren karena merasa tangannya lemas, saking bahagianya sampai dia tidak bisa merasakan tubuhnya sendiri.
"Sayang, apakah aku bermimpi," bisik Darren di telinga Candy.
"Tidak sayang, akhirnya kamu berhasil, Darren aku begitu bangga padamu," jawab Candy menitikkan air matanya.
Gadis itu tidak menyangka bahwa akan bisa hamil secepat itu.
"Aku akan mengumumkan kehamilan mu ini sayang, sudah saatnya aku mengadakan resepsi pernikahan kita," ucap Darren mencium pucuk kepala Candy.
Darren harus merayakan keberhasilan ini dengan mengadakan resepsi pernikahannya.
Dokter wanita itu tersenyum melihat keromantisan pasangan tersebut.
Sedangkan Lula dan Danish masih menunggu di luar dengan cemas.
"Apakah Candy positif hamil?" tanya Lula.
Danish memegang tangan Lula dan menciumnya.
"Kita doakan saja yang terbaik untuk Candy sayang, mudah-mudahan kamu juga bisa secepatnya hamil, kita akan melakukan pemeriksaan besok dan berkonsultasi dengan dokter kandungan, aku akan melakukan apa saja sayang agar kandungan mu bisa subur kembali," ucap Danish.
__ADS_1
Pria itu bisa merasakan apa yang dirasakan oleh istrinya itu.
Darren dan Lula keluar dari ruangan dokter obgyn dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.
Jelas terpancar kebahagiaan di wajah mereka.
Lula yang melihat itu langsung berjalan ke arah Candy ingin mengetahui hasil dari pemeriksaan itu.
"Bagaimana hasilnya Candy?" tanya Lula.
"Hasil pemeriksaan-nya mengatakan bahwa aku positif hamil," jawab Candy tersenyum.
Lula langsung memeluk Candy dan mengucapkan selamat.
"Darren, ternyata kamu memang sudah berubah," ucap Lula setelah melepas pelukannya dengan Candy.
"Selamat atas keberhasilan nya Darren, Candy," ucap Danish menghampiri sang istri.
"Terima kasih, semua berkat Candy juga, aku merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan istriku ini," jawab Darren menatap istrinya itu.
"Tentu saja Lula, mudah-mudahan kalian segera mendapatkan momongan juga ya," ucap Candy tersenyum.
Lula menatap Danish dengan tatapan sendu. Kesempatan dia bisa hamil memang sangat kecil, tapi Lula tetap berharap akan ada keajaiban yang menghampirinya.
###
Di perusahaan State Group.
Liora sudah menjabat sebagai Presiden Direktur di perusahaan milik mertuanya itu. Wanita itu baru saja mengadakan rapat dan memperkenalkan dirinya pada para petinggi perusahaan.
Saat ini Liora sudah duduk di kursi kebenaran nya, dia memang bertekad membantu Nickolas untuk menjalankan perusahaan yang akan di wariskan kepada sang suami itu.
"Maaf Nona Liora, aku ingin mengatakan sesuatu rahasia besar untukmu," ucap Jane.
Jane adalah sekretaris Liora saat ini, wanita itu benar-benar tidak menyukai Liora karena telah mendepak Brian dan memenjarakannya.
Liora menatap Jane dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
"Rahasia apa Jane?" tanya Liora.
"Aku hanya ingin memberitahumu rahasia besar Nickolas, apa kamu tidak tahu bahwa pria yang sudah menjadi suamimu itu adalah seorang gay?" ucap Jane membongkar rahasia besar yang selama ini dia ketahui dari Brian.
Liora sangat terkejut dan melototkan matanya.
"Apa Jane? Nickolas seorang gay? hahahaha apa kamu sedang mabuk?" tanya Liora tidak percaya.
Memang penyakit Nickolas tidak ada yang mengetahui-nya selain Brian dan Jane. Brian tahu hal itu juga karena penyelidikan-nya selama ini.
Brian yang awalnya hanya ingin tahu kelemahan Nickolas ternyata malah di kejutkan dengan adegan panas Nick bersama seorang pria, tapi Pria itu bukanlah Darren. Mungkin Nick sedang bersenang-senang dengan pria lain.
"Terserah kamu percaya atau tidak tapi aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu Nona Liora, jangan sampai kamu menyesal akan keputusan mu itu," jawab Jane.
Sekretaris itu kemudian berlalu dari hadapan Liora dengan senyum penuh kemenangan.
Liora mengusap wajahnya dan menunduk, tiba-tiba pikirannya begitu berkecamuk saat ini, setelah mendengarkan ucapan Jane yang sepertinya sangat serius itu tiba-tiba hati Liora merasakan rasa sakit di sudutnya.
"Kalau memang benar Nickolas seorang guy, aku harus bisa membuat dia sembuh, mumpung keadaan suamiku saat ini masih Amnesia," gumam Liora.
Tapi di hati wanita itu berusaha tidak mempercayai ucapan dari Jane, mungkin Liora harus bisa membuktikan bahwa ucapan Jane tidak benar, meskipun Liora harus bisa membuat Nick melupakan masa lalunya.
###
Liora melepaskan pakaiannya di hadapan Nickolas, masih berada di atas ranjang bersama sang suami yang sudah bertelanjang dada itu.
Nick menatap tubuh Liora yang seksi dan mulus dengan tatapan aneh, entah kenapa pria itu tidak bisa merasakan sensasi apapun.
Kali ini Liora harus membuktikan sendiri ucapan Jane bahwa Nickolas bukanlah seorang gay.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1