Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Kemarahan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Memanggil namamu ke ujung dunia


Tiada yang lebih pilu


Tiada yang menjawabku selain hatiku


Dan ombak berderu


Di pantai ini kau slalu sendiri


Tak ada jejakku di sisimu m


Namun saat ku tiba


Suaraku memanggilmu 


Tiada yang lebih indah


Tiada yang lebih rindu


Selain hatiku


Andai engkau tahu


Di pantai itu kau tampak sendiri


Tak ada jejakku di sisimu


~


"Tempat ini jauh sekali dari sini! sebenarnya apa yang di lakukan Edward sampai harus membawa Regina ke tempat yang jauh! Aku harus segera menyusul mereka." Batin pria itu.


Sepertinya Aland masih tidak menyadari bahwa dia sesungguhnya peduli pada Regina.


Aland segera mencari Regina dan Edward melewati Miami Beach Boardwalk sambil sambil terus berjalan menggunakan pelacak yang dikirimkan oleh salah satu sahabatnya.


Jalanan yang cukup jauh itu membentang di pesisir pantai Miami. tidak ada rasa lelah atau pun takut meskipun malam semakin larut. Aland sudah bertekad akan menemukan Regina malam ini.


Entah kenapa perasaan Aland benar-benar tidak nyaman, hatinya bergemuruh kencang saat tanda di GPS itu sudah semakin mendekat.


Jam sudah menunjukkan pukul 01 dini hari. Cuaca di dalam hutan menjadi semakin dingin hingga menusuk tulang. Regina merasa kedinginan, pondok kecil itu.

__ADS_1



Meskipun di sana ada satu ranjang kecil untuk Regina berbaring dan sofa yang cukup untuk Edward tidur, tapi tetap saja hawa dingin itu masih menusuk sampe ke dalam tulang.


"Apa kamu tidak bisa tidur, Re?" Tanya Edward yang duduk di sofa.


"Aku hanya merasa kedinginan." Jawab Regina. Bibir Gadis itu sudah terlihat sangat pucat.


Mungkin karena mereka tidur tempat terbuka atau alam bebas seperti ini membuat Regina kedinginan.


"Apa yang bisa ku bantu, Re?" Regina menggeleng kan kepalanya.


Memang tempat tidur itu hanya ada ranjang dan bantap guling, tapi tidak ada selimut.


Edward bangkit dan berjalan kearah Regina yang sedang berbaring itu.


"Aku akan duduk di sampingmu, agar kamu tidak merasa kedinginan." Ucap Edward duduk di isi ranjang yang dipakai oleh Regina.


"Terima kasih Ed, tidak perlu,, kamu tidur saja," jawab Regina merasa tidak nyaman.


Edward bergeming, dia masih duduk di sisi ranjang Regina kemudian memegang tangan gadis itu.


"Tidur lah, aku akan tidur kalau kamu Sudah terlelap,, nanti kalau ada apa-apa bagaimana?" Lagi-lagi Edward berhasil membuat Regina ketakutan kembali.


"Jangan menakuti ku lagi Ed," Regina mendekat kan tubuhnya pada tubuh Edward.


Regina pun menurut, kemudian ia menutup matanya dan membalikkan posisi tubuhnya membelakangi Edward.


Edward tersenyum senang, sebentar lagi pria itu akan melakukan sesuatu yang akan membuat Regina menjadi miliknya seutuhnya.


Edward mengambil sapu tangan dari dalam saku celananya. Sapu tangan itu terlihat masih baru dan belum pernah dipakai. Bahkan Edward telah menaruh obat per*ngsang di satu tangan.


Setelah menghirup sapu tangan ini, bisa di pastikan kalau Regina akan kepanasan dan pasti memintaku untuk membantunya," Batin Edward senang sambil meraih tangan Regina dan menggenggamnya.


Regina yang belum tidur bisa merasakan tangan Edward menggenggam nya.


"Re, Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu, bukalah hatimu untukku Re,, Aku akan selalu membuatmu bahagia." Lirih Edward.


Regina berusaha mati-matian untuk menahan diri, di sisi lain dia begitu takut dan di sisi lain dia merasa sedikit tenang ada Edward di sampingnya


"Apa aku tega melakukan hal ini?" Batin Edward menatap sapu tangan itu. Melihat Regina yang begitu cantik, benar-benar membuatnya tergila-gila.


"Bulshitt, aku juga pria normal, berduaan dengan wanita yang aku sukai benar-benar membuatku kehilangan akal." Ucap Edward dalam hati.

__ADS_1


Naluri pria memang tidak bisa di abaikan. Akhirnya perlahan Edward tetap membuat Regina ter*ngsang dengan obat itu dengan cara menaruhnya di sini wajah Regina.


Pria itu memang licik, ternyata rasa sukanya kepada Regina membuat dia menjadi begitu jahat, Regina adalah wanita yang pertama kali membuatnya langsung jatuh cinta, bahkan Edward sampai menggunakan trik licik seperti ini untuk bisa mendapatkan Regina. Benar-benar pria yang sangat konyol.


"Aku mencintaimu, Re."


Padahal yang dilakukan oleh Edward bukanlah cinta, melainkan obsesinya terhadap Regina.


Perlahan Edward mulai meraba punggung gadis itu membuat Regina menggeliat karena obat itu sudah mulai bereaksi.


"Eeuuhhmmm....!"


Di sisi lain.


Aland melihat ada sebuah cahaya di balik pohon besar itu. Sepertinya Regina dan Edward ada di sana. Karena hanya ada satu cahaya yang terlihat di alam terbuka itu. Aland kemudian melanjutkan langkahnya untuk mendekat karena gps juga menunjukkan mereka tidak jauh dari tempat itu.


Perlahan Aland mengamati sebuah pondok kecil. Kakinya pun melangkah berat karena takut akan terjadi apa-apa di dalam sana.


Tiba-tiba mata Aland membulat sempurna. ketika melihat pemandangan yang ada di dalam ini pondok.


BRAAKK!!!


Aland menobrak pintu itu ketika melihat dari balik celah jendela, Edward sudah berada di atas Regina. Bahkan dia sudah melepaskan pakaiannya.


"Brengsek!!" Edward sangat terkejut ketika melihat kedatangan Aland.


Tanpa aba-aba lagi Aland langsung menyerang Edward dengan membabi buta. Pukulan serta tendangan ia daratkan di seluruh tubuh Edward.


"Kamu benar-benar pria baj*ngan!! apa yang kamu lakukan pada Regina, hah!!!" Aland memberi bogeman mentah ke wajah Edward.


"Aland.." Lirih Regina di atas ranjang dengan kondisi yang sudah terlihat kacau.


"Rere,," Aland langsung mendorong tubuh Edward dan berlari ke arah Regina.


Bersambung.


Lanjut besok ya...


jangan lupa mampir di novel othor yang berjudul Haruskah Aku Berbagi Cinta covernya ganti



Scene di novel itu.

__ADS_1


Kebahagiaan Sandi pupus kala Renata mengabarkan bahwa dirinya telah hamil. Saat itu keluarga Renata terus-terusan mendesak Sandi bertanggung jawab atas perbuatannya. Akhirnya Sandi menikahi Renata secara siri. Pernikahan yang dulunya sangat di impikan dengan Renata malah merasa menyiksa batin Sandi. Aulia merasa suaminya menjadi pendiam, akhirnya diapun menanyakan apa yang terjadi pada suaminya itu. Sandi tidak bisa terus-terusan membohongi Aulia karena dia sudah mulai mencintai istri pertama nya itu dan tidak ingin Aulia meninggalkan nya kerika istrinya tau kabar tentang Renata dan pernikahan mereka. Akhirnya Sandi berkata jujur ketika Aulia memberondong pertanyaan yang menjurus ke arah perselingkuhan nya dengan Renata. Aulia berjanji akan merahasiakan pernikahan Sandi dan Renata pada nenek Sari karena kondisi kesehatan sang nenek. Meskipun rasa sakit di hatinya tidak bisa di jabarkan. Memiliki madu mungkin memang sudah menjadi takdirnya. Dia tidak akan pernah meminta bercerai karena Aulia tahu Tuhan sangat membenci perceraian.


Sandi semakin merasa bersalah ketika melihat Aulia yang tulus dan selalu menampilkan senyum manisnya meskipun dia tahu bahwa dirinya mencintai wanita lain. Kesabaran dan ketulusan Aulia kepada sang Nenek dan dirinya membuat hati Sandi bergetar. Di sisi lain Renata masih terus menagih janjinya kepada Sandi untuk menceraikan Aulia dan menikahinya, tetapi sikap Sandi sedikit berubah. Karena rasa cinta Sandi perlahan hilang dan di gantikan cinta yang bersemi di hatinya untuk Aulia. Renata merasa curiga bahwa Sandi sudah mulai mencintai istrinya itu. Akhirnya dia merencanakan sesuatu untuk membuat Sandi menjadi miliknya.


__ADS_2