Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Persiapan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Florida.


Evelyn membuka matanya, pertama kali yang dia lihat adalah wajah tampan Arshel yang sedang tidur terlelap.


Tangannya terangkat menyentuh wajah tampan itu, menelusuri setiap jejak yang terpahat sempurna di sana.


Mulai dari alis turun ke hidung, pipi dan terakhir bibir Arshel. Evelyn benar-benar menikmati momen ini. "Kenapa bibirmu ini sangat seksi, padahal kamu seorang pria, seharusnya bibirku yang lebih seksi," ucap Evelyn masih meraba bibir Arshel.


Arshel tersenyum lebar ketika merasakan sentuhan dari tangan lembut Evelyn.


"Selamat pagi sayang?"


Evelyn menarik tangannya ketika sang kekasih membuka matanya


"Kenapa di lepas sayang?" Arshel mengambil tangan Evelyn kembali dan menggenggamnya.


"Sejak kapan kamu bangun sayang?" Tanya Evelyn sedikit terkejut.


"Sejak tadi saat kamu menyentuh wajahku," jawab Arshel tersenyum.


Evelyn merasa sangat malu ketika ketahuan mengagumi sosok Arshel pada saat tidur.


"Jangan malu, kamu boleh menyentuhnya kapan saja," ucap Arshel menarik pinggang Evelyn lebih dekat.


Evelyn terpekik karena tubuhnya langsung menabrak tubuh polos Arshel. Ya mereka berdua masih sama-sama polos tanpa sehelai benangpun. Jangan di tanya lagi selama di Florida, Arshel selalu menginap di apartemen Evelyn.


Selalu memadu kasih hampir sepanjang hari, Arshel benar-benar tidak akan melepaskan Evelyn lagi.


"Pagi ini kamu begitu cantik," Arshel mencium bibir Evelyn membuat benda keras itu menusuk-nusuk perut bagian bawah tubuh Evelyn.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Evelyn kalang kabut, tidak mau jadi santapan Arshel di pagi hari akhirnya dia memilih memundurkan tubuhnya.


Hasrat Arshel sudah bergelora, setiap pagi hari si adik memang selalu bangun, tapi kali ini ada yang lebih menyenangkan ketika adiknya bangun, seperti ada menu sarapan lezat di pagi hari.


Evelyn lagi-lagi gelagapan ketika wajah Arshel semakin dekat, diapun langsung mendapatkan ciuman di bibirnya.


"Sayang, aku mau ke kamar mandi dulu ya, sudah tidak tahan!" ucap gadis itu menampilkan wajah yang dibuat-buat.


"Ayo sayang, aku ikut."


"Tidak usah, aku mau buang air, kamu pakai kamar mandi di luar saja," Evelyn langsung bangkit dan berlari ke arah kamar mandi.


Dengan jantung yang berdetak kencang gadia itu langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.


Bisa fatal akibatnya kalau sampai Arshel memakannya lagi, tadi malam saja Evelyn sudah di gempur habis-habisan oleh Arshel.


Dasar putra Danish yang satu ini memang diam-diam menghanyutkan.


Tidak mungkin kan kalau Arshel akan melakukannya lagi melihat kondisi Evelyn yang sudah tidak kuat lagi.


Ck, ck, ck 😌😌😌 nanti bisa-bisa di lempar kopi sama reader ☕☕☕😁


Setelah saling membersihkan diri Arshel dan Evelyn langsung ke dapur untuk membuat sarapan.


Biasanya orang Amerika suka sarapan dengan roti panggang dengan telur mata sapi atau kentang rebus.


Evelyn membuatkan Sandwich untuk Arshel, mereka sarapan dengan saling memandang satu sama lain. Duh romantisnya.


"Aku akan pulang ke Washington DC sebelum kembali ke markas, meminta izin Daddy untuk keluar dari akademi militer, setelah pernikahan Daniella dan Zack aku akan melamar mu sayang," Ucap Arshel.


"Apa tidak terlalu cepat? Kemarin Kenzo dengan pernikahan dadakannya, dua minggu lagi Daniella dan Zack, setelah itu kita, seperti mau lomba nikah saja," Ucap Evelyn terkekeh.

__ADS_1


"Takutnya kalau kamu hamil duluan bagaimana? Kalau Daddy tahu aku sudah melakukan hal itu pasti kita akan langsung di nikahkan sayang," Arshel membelai wajah Evelyn.


"Kalau masalah itu kita lihat nanti, aku juga belum tentu hamil kan? Awal kita berhubungan aku tidak hamil, nanti juga pasti juga tidak hamil."


"Sssttt jangan berbicara seperti itu sayang, kalau sekarang aku yakin kalau kamu pasti hamil karena sudah ku tanam benih itu berkali-kali, kalau satu tidak jadi pasti yang lainnya jadi," Arshel mengelus perut Evelyn.


Berharap tumbuh Arshel junior di dalam sana. Evelyn hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang kekasih yang sangat ingin memiliki baby itu.


"Kenapa kamu sangat menginginkan seorang anak sayang?" Sebuah pertanyaan yang sejak lama ingin di tanyakan oleh Evelyn.


Arshel menatap Evelyn dengan tatapan penuh cinta. "Karena aku mencintaimu sayang, aku hanya ingin mempunyai anak dari kamu, dari rahimmu, bukan dari wanita lain, mungkin kalau aku belum mendapatkan cintamu sampai kapanpun aku masih betah di akademi militer, dan mungkin aku akan jadi perjaka tua," Evelyn memukul bahu Arshel mendengar ucapannya yang sangat tidak lucu itu.


"Baiklah, kalau begitu aku akan ke kampus dulu, persiapkan mental untuk menghadapi Daddy Danish," ucap Evelyn menaik turunkan alisnya.


"Daddy sangat baik, dia pasti mengizinkan ku sayang," ucap Arshel.


###


Tujuh hari sebelum hari H.


Zack dan Daniella sudah membagikan semua undangan kepada para sahabat dan keluarga jauh. Ada yang mendapatkan undangan online juga, seperti saat ini Daniella mengatakan pada Zack bahwa dia juga mengundang para reader Khilaf Terdalam.


"Sayang, aku sudah menyiapkan pesawat jet pribadi dari Papa untuk para reader agar mereka bisa kompak ikut hadir di acara pernikahan kita, karena para akak reader yang selama ini selalu mendukung kita, mengikutiku langkah kita dan perjalanan kisah cinta kita," ucap Zack pada calon istrinya.


"Iya sayang, mereka akan menjadi tamu undangan VIP karena sudah sangat berjasa untuk mendukung kita," jawab Daniella tersenyum.


Sepertinya acara pernikahan besar itu sudah sembilan puluh persen rampung.


Bersambung.


Undangan pernikahan nya nanti menyusul ya🥰🥰🥰

__ADS_1


tapi Jangan lupa bunga dan kopinya ☕☕🌹🌹


__ADS_2