Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Part Bella Dan Antony 2


__ADS_3

Happy Reading 😊


Siang itu terlihat Bella sedang tersenyum menatap layar ponselnya, Zivana yang melihat pengasuhnya itu langsung mempunyai ide jahil.


"Bibi Bella kenapa tersenyum seperti itu, jelek tau," Bella melotot mendengar ucapan gadis imut itu.


"Masa Bibi Bella jelek sih sayang?" tanya Bella sambil membenahi poninya.


"Hu,um, Bibi kangen ya sama paman Antony?"


"Zizi, kenapa bicaranya ngawur?"


Zivana merebut ponsel Bella dan berlari, dia melihat Bella yang sedang membaca pesan dari Antony tapi tidak ada yang di balas.


"Zizi, jangan nakal!!" seru Bella mengejar gadis kecil itu.


"Kalau kangen tinggal telepon kan Bibi, kenapa gak di bales?? Zizi lihat malam itu paman Antony mencium Bibi lagi," ucap Zizi polos tanpa merasa bersalah.


Bella merasa malu karena Zivana melihat hal itu lagi, dia langsung menggendong Zivana dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Kenapa Bibi diam saja? Bibi kangen kan dengan Paman Antony?" celoteh Zivana masih belum menyerah.


"Eh anak kecil gak boleh tanya yang aneh-aneh ya?" ucap Bella membawa Zivana masuk ke dalam kamar.


"Nah ayo sekarang siap-siap untuk mandi, udah sore nanti kalau Papa dan Mama pulang Zizi di marahi karena masih bau," Zivana merengut karena Bella tidak mau membahas tentang Antony.


"Zizi gak mau mandi, Zizi mau ketemu sama paman," Bella mendesah pelan. Gadis kecil ini memang sepertinya mau menjodohkannya dengan Antony.


Tapi Bella sudah memberi peringatan kepada Antony agar tidak mencarinya lagi di rumah Nickolas.


Dia ingat malam itu pada saat Antony datang ke rumah itu dan mengatakan pada ke dua majikannya bahwa ingin bisa mengejar cintanya Bella memberi waktu agar Antony merenungi dan mengoreksi perasaannya pada Bella, apakah dia benar-benar mencintai atau hanya perasaan suka sesaat.


Bella tidak mau bertemu dengan pria itu sampai Liora melahirkan, Bella hanya tidak ingin sakit hati karena perasaan Antony yang suatu saat nanti berubah terhadapnya.


"Tuh kan, Bibi melamun lagi," seru Zivana.


Bella langsung tersadar dari lamunannya dan tersenyum menatap Zivana.

__ADS_1


"Paman Antony sibuk sayang, jadi Bibi tidak mau mengganggunya, ayo sekarang Zivana mandi dulu ya," ucap Bella.


Zivana akhirnya menurut dan masuk ke dalam kamar mandi.


###


Antony akhirnya bisa pulang ke Mansion keluarganya setelah di usir karena mempermalukan nama keluarga besar dengan kasus penculikan dan di jebloskan ke dalam penjara.


Pria itu saat ini berada di dalam kamarnya, sudah sebulan lebih dia tidak mengetahui kabar Bella, meskipun setiap hari selalu mengirimkan pesan tapi Bella sama sekali tidak pernah membalasnya.


Hatinya sakit menahan rindu yang besar terhadap wanita itu, entah sejak kapan Antony memiliki perasaan terhadap Bella yang pasti dia memang sudah jatuh cinta terhadap wanita itu.


"Kenapa kamu masih meragukan perasaan ku padamu Bella," gumam Antony memandang ponselnya.


Apalagi yang harus dia buktikan untuk Bella agar wanita itu mempercayai bahwa memang saat ini hanya Bella yang ada di dalam hatinya.


Rasa rindu yang menggebu di dalam hati yang belum pernah dia rasakan pada Liora dulu, kali ini perasaan itu sangat berbeda.


Menahan rasa sakit karena tidak bisa bertemu bagaikan di tusuk ribuan anak panah yang menembus jantung.


Antony hanya bisa pasrah atas keinginan Bella yang mengatakan tidak ingin bertemu dengannya dulu sampai Liora melahirkan.


"Bella, aku akan menunggumu sampai kamu mau menerimaku," ucap Antony memandang foto Bella di layar ponselnya.


###


"Bella, tolong belikan susu buat Zivana ya, ternyata stoknya habis," Liora menyuruh Bella untuk membeli susu.


"Zizi ikut Bibi," seru Zivana.


"Eh, Zizi sini temenin Mama dulu, kita pilih baju yang bagus untuk calon dedek bayi ya," ucap Liora.


"Oke Mama, Bibi Bella jangan lupa belikan aku permen kapas ya," ucap Zivana.


Gadis kecil itu memang sangat menyukai permen kapas.


__ADS_1


Bella tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia pergi membeli susu untuk Zivana di toko dekat rumah.


Biasanya kalau Bella pergi sendiri tanpa Zivana para pengawal tidak mengikutinya. Bella masuk ke dalam toko serbaguna dan membeli beberapa dus susu rasa vanila.


Sedangkan di rumah, Zivana berpamitan kepada Liora untuk bermain di kamarnya. Gadis kecil itu menuruni tangga dan menuju ke sebuah kamar di samping kamarnya.


Zivana masuk ke dalam kamar Bella dan melihat sekeliling, matanya berbinar sambil mengembangkan senyumnya kala melihat benda yang dia cari ada di atas nakas.


"Sebaiknya aku pertemukan Bibi Bella dan Paman Antony," Zivana tertawa kecil sambil menulis sebuah pesan untuk Antony.


Setelah pesannya di baca, Zivana mematikan ponsel Bella kembali dan menaruhnya di atas nakas.


Memang akhir-akhir ini Bella jarang membawa ponsel-nya kalau keluar, bahkan dia terkadang mematikan ponselnya itu.


Bella hanya menghindari pesan dari Antony dan tidak ingin terlalu larut dalam rasa rindunya itu.


Setelah mendapatkan apa yang ingin di belinya Bella langsung pergi menuju penjual permen kapas pesanan Zivana.


Zivana akan ngambek apabila tidak di belikan pesanannya itu.


"Tolong beli satu permen kapasnya," seru Bella kepada penjual permen kapas.


Tiba-tiba ada seseorang dari belakang memberikan sebuah permen kapas berukuran besar, Bella spontan langsung menoleh dan betapa terkejutnya saat melihat siapa orang itu.


"Antony! kenapa kamu ada di sini!" seru Bella terkejut.


"Bukankah kamu yang menyuruhku ke sini? tadi kamu memberiku pesan bahwa akan menunggu ku di tempat ini, penjual permen kapas," jawab Antony memamerkan giginya yang putih.


Bella menepuk jidatnya ketika sudah paham dengan situasi yang terjadi.


"ZIVANA!"


Bersambung.


Masih nunggu review 😭


Jangan lupa kasih bunga🌹🌹🌹

__ADS_1


kopi juga mau☕☕☕


__ADS_2