Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Harus Menerima


__ADS_3

Happy Reading 😊


"Apa kamu akan terkejut kalau aku mengatakan bahwa wanita itu adalah wanita jadi-jadian sayang?"


Candy sedikit terkejut mendengar ucapan sang suami. Dia paham betul dengan sebutan wanita jadi-jadian.


"Tapi apa hubungannya dengan Nickolas?" tanya Candy.


Darren terlihat menghela nafas. Kemudian dia menuntun istrinya untuk duduk di sofa kembali.


"Sebenarnya memang sudah tidak ada hubungannya dengan Nick, tapi wanita itu dulu adalah teman Nickolas, sebenarnya dia adalah transgender." Ucap Darren menatap wajah cantik istrinya yang semakin berisi itu.


Pipi Candy semakin Cubby dan berat badannya juga bertambah selama mengandung ini.


"Lalu, apa ada hubungannya denganmu?" tanya Candy.


"Tidak ada, kami hanya saling mengenal, dulu dia tidak berwujud seperti itu, masih seperti laki-laki, tapi memang jiwanya perempuan.."


"Stop!! aku tidak ingin mendengar cerita tentang kehidupannya, aku hanya ingin tahu kenapa dia bisa kesini? apa tujuannya dan apa mau dia sampai wanita jadi-jadian itu memeluk mu!" sela Candy.


"Dia minta bantuan ku sayang, tapi Aku menolaknya dan dia malah memeluk-ku seperti itu." Candy memutar bola matanya jengah.


Suaminya ini terlalu bertele-tele menurutnya, padahal kan dia hanya menanyakan apa tujuan wanita itu.


"Meminta bantuan apa? Kenapa dia sampai memelukmu seperti itu?" tanyakan Candy kesal.


Darren menarik nafas perlahan dan menghembuskannya. " Dia meminta tolong padaku untuk bersembunyi, maksudku menyembunyikannya. Aku tidak tahu jelas ada masalah apa dengannya, tapi sepertinya dia terlibat dengan kepolisian."


Candy semakin malas mendengar alasan dari wanita itu sungguh tidak jelas dan Candy sangat tidak menyukainya.


"Suamiku, jangan terlibat masalah yang menyangkut dengan kepolisian, kita tidak punya masalah apa-apa dan aku tidak mau wanita jadi-jadian itu kembali ke tempat ini lagi." Tegas Candy.

__ADS_1


"Iya sayang aku tahu,, makanya aku menolak dengan tegas permintaannya itu, tapi tiba-tiba dia malah ingin memelukku saat kamu datang. Aku hanya takut kamu salah paham Sayang."


Darren memegang tangan istrinya dan mengecupnya lembut. "Aku tidak akan mungkin menghianati mu sayang, karena aku tidak akan pernah tertarik dengan wanita manapun selain dirimu, hanya kamu wanita yang bisa menyembuhkan ku, hanya kamu wanita yang ada di hatiku jadi jangan pernah berfikir kalau aku akan mempermainkan perasaan ataupun berselingkuh di belakangmu." Ucap Darren masih terus berusaha meyakinkan istrinya.


Candy melihat mata Darren yang tidak menyiratkan kebohongan. Ya, dia tahu kalau suaminya itu tidak akan mungkin menghianati nya.


Tok, tok, tok!


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang sedikit keras membuat dua orang itu menoleh.


"Masuk!!" seru Darren.


Pintu itu terbuka dan memperlihatkan sosok sekretaris Darren yang masuk dengan gaya elegan dan seksi.


"Ini juga aku tidak suka!" gumam Candy perlahan, tapi masih bisa didengar oleh Darren.


"Ada apa Melisa?" tanya Darren kepada sang sekretaris.


Candy juga menatap ke arah itu sekretaris itu dengan tatapan tidak suka.


"Baiklah aku akan bersiap-siap." Jawab Darren.


"Tuan Darren, apakah ada yang anda inginkan?" tanya sekretaris yang bernama Melisa itu dengan menunjukkan senyum terbaiknya.


Tapi entah di mata Candy senyum itu seperti senyummu menggoda.


"Tidak ada Melisa, sebaiknya kamu cepat menyelesaikan urusan sebelum kita pergi meeting nanti." Jawab Darren tanpa menatap Melisa.


Pria itu masih sibuk menatap sang istri yang kelihatan masih marah itu.


"Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Melisa setelah itu keluar dari ruangan Darren.

__ADS_1


Candy menatap suaminya tajam. "Sayang, sepertinya sekretaris baru itu tertarik padamu."


"Apa? mana mungkin sayang? Melisa termasuk sekretaris yang kompeten dan giat dalam bekerja." jawab Darren masih terlihat bingung.


Candy tidak suka dengan jawaban suami nya, dia merasa kalau Darren sedang membela sekretarisnya itu, padahal Candy tahu seperti apa Melissa.


"Benarkah? tapi sepertinya dia seakan menggodamu sayang, padahal dia tahu kalau ada istrimu di sini?"


Darren menyentuh pipi Candy, sepertinya istrinya ini sedang cemburu. Candy memang sedikit lebih sensitif saat dia hamil. Darren tiba-tiba mengangkat tubuh Candy ke atas pangkuannya.


"Sepertinya istriku ini sedang cemburu ya.. Aku sangat suka kalau kamu cemburu seperti ini Sayang, itu artinya kamu memang sangat mencintaiku.. tapi tenang saja sayang, aku tidak akan pernah tertarik dengan wanita manapun meskipun dia wanita muda, cantik, seksi, tetap tidak akan bisa membuatku tertarik selain dirimu.. apalagi untuk Melisa, dia seharusnya juga paham posisi dia di perusahaan ini. Aku aku akan menjaga jarak dengannya dan akan menegaskan bahwa aku sama sekali tidak tertarik seandainya dia menggodaku." Ucap Darren kemudian mencium bibir Candy lembut.


Membuka mulut dan saling menautkan lidah, menjelajah di dalam sana dan saling bertukar saliva. Bibir Candy memang selalu menjadi candu untuk Darren. Bukan hanya bibir tetapi seluruh tubuh Candy memang candunya.


"Astaga,, maaf Tuan saya tidak bermaksud lancang tanpa mengetuk pintu, tetapi saat ini kita harus segera karena anda sudah ditunggu sekarang." Ucap Melisa yang membuka pintu ruangan Darren. tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Sepertinya dia terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya saat Darren mencium Candy dengan panas.


###


Mia melihat hasil tes yang ada di tangan-nya, hatinya masih ragu dan dia juga sedikit bingung.


"Jadi hasilnya positif dokter?" tanya Mia menatap dokter tersebut.


"Iya Nona, anda positif hamil."


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_1


__ADS_2