Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Menikah


__ADS_3

Happy Reading 😊


Lula dan Danish tiba di depan rumah ibunya, ada sebuah mobil nampak tidak asing yang terparkir di samping rumah itu


"Sepertinya itu mobil Ayah," ucap Lula.


Danish menoleh ketika mendengar ucapan Lula.


"Ayah Andreas? kenapa dia datang ke rumah ibu?" tanya Danish.


"Entahlah Danish, sebaiknya kita segera masuk ke dalam," jawab Lula kemudian keluar dari dalam mobil.


Danish ikut keluar dan langsung menarik lengan Lula.


"Tunggu dulu sayang, kita lihat dulu situasinya, apakah ibu dan Ayah sedang bermesraan atau sedang begituan," ucap Danish menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih, Ibu itu sudah sangat membenci Ayah, masa iya tiba-tiba Ayah datang ke tempat istri keduanya dan langsung begituan?" jawab Lula kesal.


"Iya-iya sayang, jangan marah gitu donk," ucap Danish merangkul pinggang sang istri.


"Tidak Andreas, jangan lakukan ini!!"


Tiba-tiba dari arah dalam terdengar suara Ibu Naura berteriak.


"Sayang, sepertinya Ibu sedang dalam masalah," ucap Danish kemudian mengajak Lula untuk masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah.


"Naura, maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti ini, tapi aku begitu merindukan mu sayang," ucap Ayah Andreas berusaha mendekati Ibu Naura.


"Bukankah kamu berjanji tidak akan pernah menyentuh ku lagi, silahkan pergi dari rumah ini Andreas, jangan sampai Amber mengetahui kalau kamu datang ke sini!" seru Ibu Naura mengusir suaminya itu.


Ibu Naura dan Ayah Andreas memang belum bercerai, tapi selama ini mereka berpisah tempat tinggal karena istri pertama Ayah Andreas mengusir Lula dan Ibunya, dan tidak memperbolehkan Ayah Andreas menemui istri keduanya itu.


Sebenarnya Ibu Naura sangat ingin berpisah dari suami yang telah membohonginya selama ini, tapi Ayah Andreas tidak mau berpisah dari istri keduanya yang masih sangat di cintainya itu.


Ibu Naura pun memberi syarat pada Ayah Andreas bahwa dia tidak akan bercerai tetapi Andreas di larang menyentuh nya.


"Ibu!!" seru Lula yang melihat ibunya terlihat begitu ketakutan itu.


"Lula!" gumam Ayah Andreas.

__ADS_1


"Lula, sayang kamu datang nak," ucap Ibu Naura langsung berlari ke arah putrinya itu.


Danish berjalan ke arah Andreas dan langsung memberi pukulan di wajahnya.


Bugh!!


Bugh!!


Bugh!!


"Aaggrrhh, brengsek siapa kamu!" seru Ayah Andreas menahan pukulan dari Danish.


"Aku adalah suami Lula!" jawab Danish dingin.


Pria itu memang sudah mengetahui bahwa Andreas Ayah mertuanya itu telah mengusir Lula dan Ibunya 7 tahun yang lalu.


"Suami Lula?"


Danish masih geram dengan perilaku Ayah mertuanya itu yang akan memaksa Ibu mertuanya Naura.


Suami Lula itu akan mengarahkan pukulan lagi ke wajah Andreas yang sudah terlihat babak belur itu.


"Danish, sudah cukup!"


"Andreas, sebaiknya kamu cepat pergi dari rumah ku, aku tidak ingin April dan Amber tahu kalau kamu di sini," ucap Ibu Naura.


Ayah Andreas langsung berdiri dan berjalan keluar dari rumah istri keduanya itu.


"Ibu, apa ibu tidak apa-apa?" ucap Lula mengajak Ibunya duduk di sofa.


"Kalian kapan datangnya?" tanya Ibu Naura.


"Kami baru saja datang Bu, apakah Ayah telah menyakiti mu?" tanya Lula.


Ibu Naura mengangguk. "Ayahmu memaksa Ibu untuk melayaninya, padahal dia sudah berjanji untuk tidak menyentuh Ibu kembali, maaf Lula, Danish kalian jadi melihat hal seperti ini, sesuatu yang seharusnya tidak kalian lihat dan dengar," ucap Ibu Naura merasa tidak enak.


"Ibu, kalau ada masalah sebaiknya Ibu katakan pada kami, di mana Bibi Sheeren, kenapa dia tidak ada?" tanya Danish.


Bibi Sheeren adalah wanita yang di perintahkan Danish untuk menjaga Ibu Naura sekaligus menjadi asisten rumah tangganya.


"Bibi Sheeren sedang pulang ke rumahnya karena anaknya sakit, sudah dua hari ini dia pulang," jawab Ibu Naura.

__ADS_1


Ibu Naura memang sudah merestui kembali hubungan Danish dan Lula meskipun sebenarnya dia sedikit tidak rela, tapi kalau putrinya itu bisa bahagia dengan rujuknya bersama Danish, tentu saja Ibu Naura hanya bisa merestui mereka berdua.


Kebahagiaan Lula adalah hal yang terbaik di dalam hidupnya.


"Apa sebaiknya Ibu ikut kami ke Washington DC, kalau di sini Ayah masih tetap saja mengganggu Ibu, apalagi Bibi Sheeren tidak ada di sini," ucap Lula.


Ibu Naura menggeleng cepat, dia tidak mau pergi meninggalkan rumah dan toko bunganya itu.


"Tidak apa-apa Lula ibu di sini saja, aku yakin kalau Ayahmu tidak akan berani melakukan hal itu lagi, kalau dia berani aku pasti akan mengancamnya dengan mengatakan perbuatannya pada Amber," jawab Ibu Naura.


Danish dan Lula saling menatap dan menghela nafas, kalau itu memang sudah menjadi keputusan Ibunya tentu saja mereka berdua tidak bisa memaksanya lagi.


###


Nickolas dan Liora tersenyum bahagia saat kedua orang itu baru saja mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


Di rumah sakit itu dan di saksikan oleh Papa Jeremy, Papa Xavier dan Bella akhirnya keinginan Liora untuk bisa mengikat Nickolas tercapai.


"Selamat untuk kalian berdua, aku doakan mudah-mudahan pernikahan ini bisa menjadi pintu untuk membuka kebahagiaan kalian," ucap Papa Xavier.


"Terima kasih Pa," ucap Liora memeluk Papanya itu.


Xavier mengelus rambut panjang Liora dengan menitikan air matanya. Putri satu-satunya dari istri pertamanya yang sudah meninggal itu telah menyelamatkan dirinya dan perusahaan Pure CORP dari tangan Alice.


Bahkan dia hampir saja menikahkan Liora dengan pria yang seusianya karena bujukan Alice. Tapi ternyata Alice hanya ingin memanfaatkan kebucinan Xavier terhadap dirinya yang ternyata wanita jahat itu.


"Alice maafkan Papa nak, semoga ini adalah awal kebahagiaanmu dan Nickolas," ucap Papa Xavier melepaskan pelukannya.


Nickolas menatap datar pada Papa Jeremy, pria itu masih bisa mengingat dengan jelas apa yang telah di perbuatanya di masa lalu. Bahkan Nickolas sampai tidak ingin mengingat perbuatan kasar sang Papa sampai menjadikan dia bergaul dengan orang-orang yang salah.


"Putraku Nickolas, Papa hanya ingin mengatakan maaf, maafkan Papa nak karena telah menyakitimu dan Mama-mu, aku harap kita bisa berdamai dan saling memaafkan," ucap Papa Jeremy.


"Nick, benar kata Papa Jeremy, kita harus melupakan masa lalu, sekarang kita sudah menikah, setelah ini kita akan menjalani kehidupan bersama," ucap Liora memegang tangan Nickolas yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya itu.


Nickolas menoleh menatap Liora dengan tatapan yang berubah menjadi lembut, benar kata Liora, dia sekarang sudah menikah, Nickolas benar-benar harus bisa bertanggung jawab menjadi suami saat ini.


Bersambung.


Maafkan othor bila masih ada typo🙏🙏🤧🤧


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹

__ADS_1


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.


Terima kasih ❤️😘😘😘


__ADS_2