
Happy Reading 😊
Felicia memutuskan untuk tidak melangkah maju lagi setelah dia melihat betapa cantiknya calon istri dari Zack, tidak ada yang tidak mengagumi sosok Daniella, kecantikan alaminya membuat para kaum hawa juga mengakuinya.
"Ah, baiklah Zack, Daniella aku akan ke kelas dulu," ucap Felicia berjalan meninggalkan pasangan itu.
Daniella memicingkan matanya pada sosok Felicia yang sudah berlari menuju gedung fakultasnya.
"Sepertinya sepupumu itu menyukaimu sayang, ah mempunyai calon suami yang disukai banyak gadis-gadis ternyata menyebalkan ya?" Daniella mengejek kekasih nya.
Zack langsung memeluk bahu Daniella dan merapatkan tubuhnya.
"Aku suka kalau kamu sedang cemburu seperti ini sayang," tangan Zack menoel pipi Daniella.
"Oh gitu ya, suka bikin aku cemburu dengan cara tebar pesona atau menggoda para gadis di luar sana?"
"Eh bukan begitu sayang, selama ini aku tidak pernah menggoda mereka sayang, merekalah yang menggoda aku!" jawab Zack.
Daniella melengos pergi.
"Tunggu My Love, aku tidak akan berani melakukan itu padamu, aku tidak mau kehilangan kamu sayang," Zack mengejar Daniella yang menarik tubuhnya ke dalam dekapannya.
Sungguh dia sangat takut kalau Daniella akan pergi meninggalkannya, dulu Zack memang pernah berpacaran beberapa kali, tapi dia tidak pernah memiliki perasaan lebih pada setiap gadis-gadis itu.
Sangat berbeda dengan sosok Daniella, gadis yang sama sekali tidak tertarik padanya di awal pertemuan mereka. Gadis yang selalu membuat jantungnya berdetak dua kali lipat di saat melihatnya.
Terang saja siapa yang tidak akan menggilai sosok Daniella yang memiliki kecantikan Alami dengan kulit putih nulus dan bibir pink merona.
"Iya-iya aku tahu sayang, kamu memang tidak akan pernah bisa berpaling dariku," jawab Daniella melepaskan pelukannya.
Biarlah di katakan narsis sedikit tapi memang kenyataannya Zack tidak akan pernah bisa kehilangan sosok Daniella di dalam hidupnya
"Daniella, wah ternyata benar, hai preety girl apa kabar?" seru seorang pria dari arah depan.
Daniella tersenyum lebar kala melihat pria itu.
"Zicko!!"
"Iya, ini aku Ell," jawab pria yang bernama Zicko.
__ADS_1
Pria itu mendatangi Daniella dan memeluknya erat, membuat Zack langsung melotot sempurna ketika melihat calon istrinya di peluk oleh pria lain.
Eghem!!
Zack berdehem membuat dua orang itu saling melepaskan pelukannya.
"Oh ya Zicko kenalkan ini Zack, calon suamiku," ucap Daniella terkekeh melihat reaksi Zicko.
"What! ternyata benar Ell kamu mau menikah?" tanya Zicko tidak percaya.
"Iya betul aku calon suaminya Daniella," Zicko dan Zack saling menatap tajam.
"Zicko, sudah lama sejak lulus High school kita sudah tidak pernah bertemu lagi," Daniella berucap.
"Iya Ell, aku kesini karena merindukanmu, aku ingin mengajakmu bicara, tapi nanti malam saja karena aku juga ada urusan," jawab Zicko.
"Ah baiklah, kalau begitu sampai jumpa nanti malam, kamu mau ke rumah?" Zicko menggeleng.
"Aku akan menjemputmu, kita ngobrol di tempat lain sambil makan malam," Zack yang mendengar obrolan itu kupingnya terasa panas.
"Baiklah, hubungi aku saja, nomerku masih yang lama," jawab Daniella.
"Oke preety girl, kamu terlihat semakin cantik saja, baiklah aku pergi dulu, sampai jumpa nanti malam, oh ya Zack aku pinjam Daniella dulu ya, ku harap kamu memperbolehkan," ucap Zicko kemudian pergi dari hadapan Zack dan Daniella.
Daniella melambaikan tangan pada Zicko dan tersenyum lebar.
"Sayang, siapa dia?"
"Dia Zicko."
"Iya aku tahu namanya Zicko, tapi apa hubungan kalian dulu?" Zack penasaran.
Daniella tidak menjawab, dia langsung pergi meninggalkan Zack dengan sejuta tanya di pikirannya.
###
"Sayang, nanti malam kamu mau kemana sama pria yang tadi pagi itu?" tanya Zack saat mereka sedang makan siang di restoran dekat kampus.
"Entahlah, aku tidak tahu, dia belum menghubungi ku," Daniella memasukkan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
"Bolehkah aku gabung dengan kalian?" tiba-tiba Felicia datang dengan menampilkan senyum terbaiknya.
Zack dan Daniella mendongak menatap Feli dengan tatapan tidak suka.
"Maaf Fel, cari saja kursi yang lain," jawab Zack kembali fokus terhadap makan siangnya.
"Sayang sini aku suapi," Zack menyodorkan sendoknya ke mulut Daniella.
Dengan senang hati Ell menerima suapan tersebut. Felicia merasa di acuhkan, gadis itu kemudian pergi mencari meja lain karena di abaikan oleh Zack dan Daniella.
"Sudah sayang, aku bisa makan sendiri," tolak Daniella ketika Felicia sudah pergi.
Zack merasa aneh dengan sikap Daniella. "Sayang kenapa menolak?"
"Tidak apa-apa, tadi aku hanya ingin membuat Felicia gerah, dia benar-benar menunjukkan bahwa akan merebut perhatian mu Zack," jawab Daniella.
Zack meletakkan sendoknya, kemudian dia menggenggam tangan Daniella dengan tatapan sendu.
"Sayang, jangan bersikap seperti ini, aku tidak akan pernah memperhatikan gadis lain selain dirimu saja,"
"Iya sayang, aku percaya."
Zack merasa senang ketika melihat senyum tulus dari sang kekasih.
###
Sesuai janjinya Zicko menjemput Daniella di rumahnya.
"Hai preety girl, malam ini kamu cantik sekali," sapa Zicko ketika melihat Daniella keluar dari dalam rumah.
"Hahaha, mulutmu itu memang benar-benar manis ya?" Daniella tergelak.
Zicko membukakan pintu mobil untuk Daniella kemudian dia berputar dan masuk di kursi bagian kemudi.
"Aku tahu apa yang akan kamu bicarakan Zicko? mengenai Zizi kan?" tanya Daniella.
Sedangkan di luar pagar Zack menatap tidak suka melihat calon istrinya pergi dengan pria lain.
"Sebenarnya siapa Zicko itu?" gumam Zack.
__ADS_1
Bersambung.